Meta Platforms (META) sedang berselisih dengan Internal Revenue Service atau IRS mengenai kredit pajak penelitian yang berkaitan dengan kompensasi Mark Zuckerberg. Perkara tersebut menyoroti sekitar US$4,1 miliar pendapatan dari opsi saham Zuckerberg yang dikategorikan Meta sebagai upah untuk kegiatan penelitian.
Klaim tersebut menghasilkan sekitar US$355 juta dari total US$618 juta kredit penelitian yang diajukan Meta untuk tahun pajak 2012 dan 2013. IRS menolak dasar yang digunakan perusahaan, sedangkan Meta membawa sengketa tersebut ke Pengadilan Pajak Amerika Serikat.
Tesla (TSLA) ikut menjadi perhatian karena Elon Musk mengeksekusi sekitar 303,96 juta opsi saham pada Juni 2026. Nilai selisih antara harga pelaksanaan dan harga saham saat transaksi mencapai sekitar US$116 miliar. Namun, belum ada bukti bahwa Tesla telah memasukkan kompensasi tersebut sebagai upah penelitian untuk memperoleh kredit pajak.
Kredit Pajak Zuckerberg Diperdebatkan
Perbedaan utama antara Meta dan IRS berada pada periode kerja yang harus digunakan untuk menilai kompensasi Zuckerberg. Meta berpendapat bahwa pengadilan perlu melihat pekerjaan Zuckerberg pada 2005, ketika opsi tersebut diberikan.
Menurut Meta, Zuckerberg masih aktif menulis kode, memimpin pengembangan produk, dan mengawasi pembangunan teknologi Facebook pada periode tersebut. Perusahaan menilai pekerjaannya memenuhi persyaratan sebagai layanan penelitian yang dapat digunakan dalam perhitungan kredit pajak.
IRS menggunakan pendekatan berbeda. Otoritas pajak tersebut menilai pekerjaan Zuckerberg seharusnya diperiksa selama masa vesting opsi, yakni dari Januari 2008 hingga November 2010. Pada periode tersebut, peran Zuckerberg telah berkembang menjadi pimpinan tertinggi perusahaan.
IRS juga merujuk pada ketentuan kontrak opsi yang menyatakan bahwa penghargaan tersebut bukan diberikan sebagai pembayaran atas jasa sebelum masa vesting dimulai. Karena itu, pekerjaan teknis Zuckerberg pada 2005 dinilai tidak otomatis menentukan status pajak kompensasi yang diperoleh beberapa tahun kemudian.
Meta dan IRS telah mengajukan permohonan putusan parsial kepada Pengadilan Pajak AS. Hingga akhir September 2026, sengketa khusus mengenai kredit penelitian dari opsi Zuckerberg tersebut belum menghasilkan putusan akhir.
Aturan Kredit Riset Menjadi Kunci
Kredit penelitian federal AS dapat diberikan atas pengeluaran tertentu yang berkaitan dengan kegiatan penelitian yang memenuhi syarat. Pengeluaran tersebut dapat mencakup upah karyawan, bahan yang digunakan dalam eksperimen, serta sebagian biaya penelitian yang dilakukan pihak ketiga.
Untuk komponen upah, aturan membatasi layanan yang dapat dihitung menjadi pelaksanaan penelitian secara langsung, pengawasan langsung terhadap peneliti, atau dukungan langsung terhadap kegiatan penelitian.
Definisi pengawasan langsung menjadi penting dalam perkara Meta. Peraturan menyebut pengawasan tersebut sebagai manajemen tingkat pertama terhadap kegiatan penelitian. Pengawasan dari manajer tingkat tinggi tidak otomatis memenuhi syarat, meskipun orang tersebut memiliki latar belakang teknis.
Jika seorang karyawan juga menjalankan pekerjaan nonpenelitian, hanya bagian upah yang berkaitan dengan kegiatan penelitian yang dapat dihitung. Seluruh upah baru dapat diperlakukan sebagai layanan yang memenuhi syarat apabila sedikitnya 80% tugas karyawan berkaitan dengan pelaksanaan atau pengawasan langsung terhadap penelitian.
Dengan demikian, status Zuckerberg sebagai pendiri atau CEO tidak langsung menggugurkan maupun mengesahkan klaim Meta. Pengadilan perlu menentukan jenis pekerjaan yang dilakukan, periode yang relevan, hubungan pekerjaan tersebut dengan kompensasi, dan dasar alokasi upah yang digunakan perusahaan.
Data Center Meta Ikut Disorot
Sengketa opsi Zuckerberg hanya menjadi salah satu bagian dari posisi pajak penelitian Meta. The New York Times melaporkan bahwa perusahaan juga mengkategorikan pusat data yang digunakan untuk pengembangan sistem kecerdasan buatan sebagai model percontohan eksperimental.
Pendekatan tersebut memungkinkan Meta memperlakukan sejumlah chip dan perlengkapan pusat data sebagai bahan yang digunakan dalam penelitian. Berdasarkan laporan tersebut, kredit penelitian mengurangi kewajiban pajak Meta sekitar US$700 juta pada 2023, US$2 miliar pada 2024, dan US$3,9 miliar pada 2025.
Meta membela pendekatannya dengan menyatakan bahwa perusahaan telah menginvestasikan sekitar US$200 miliar untuk penelitian dalam lima tahun, termasuk US$57 miliar pada tahun terakhir. Namun, besarnya investasi penelitian tidak otomatis membuat seluruh biaya pusat data memenuhi ketentuan kredit. Penggunaan setiap fasilitas, chip, dan perlengkapan tetap menjadi bagian penting dalam penilaian pajak.
Laporan keuangan Meta menunjukkan skala ketidakpastian pajak yang lebih luas. Per 30 Juni 2026, perusahaan mencatat gross unrecognized tax benefits sebesar US$18,74 miliar, naik dari US$16,45 miliar pada akhir 2025. Meta menyebut ketidakpastian kredit penelitian dan transaksi dengan anak usaha luar negeri sebagai faktor utama.
Angka US$18,74 miliar bukan tagihan final dari IRS dan tidak seluruhnya berkaitan dengan opsi Zuckerberg atau pusat data. Nilai tersebut mencakup sejumlah posisi pajak yang hasil akhirnya belum dapat dipastikan. Meta juga mencatat bunga dan penalti terkait posisi pajak sebesar US$2,97 miliar pada akhir Juni 2026.
Opsi Musk US$116 Miliar Bukan Uang Tunai
Elon Musk mengeksekusi 303.960.630 opsi Tesla pada 16 Juni 2026 dengan harga pelaksanaan US$23,34 per saham. Dalam transaksi yang sama, Tesla menahan sekitar 17,53 juta saham pada harga US$404,66 untuk memenuhi kewajiban biaya pelaksanaan sekitar US$7,09 miliar.
Selisih antara harga saham dan harga pelaksanaan menghasilkan nilai sekitar US$116 miliar di atas kertas. Angka tersebut bukan pembayaran tunai yang langsung diterima Musk.
Dokumen SEC juga menunjukkan bahwa saham hasil pelaksanaan opsi tersebut berbentuk saham terbatas. Saham dijadwalkan vesting pada 19 Januari 2028 dengan syarat Musk tetap memenuhi ketentuan masa kerja. Karena itu, nilai akhirnya masih dapat berubah mengikuti harga saham Tesla dan pemenuhan persyaratan vesting.
Tesla memang memiliki kredit penelitian yang besar. Laporan tahunan perusahaan mencatat kredit penelitian dan pengembangan federal sebesar US$1,83 miliar serta kredit penelitian tingkat negara bagian sebesar US$1,21 miliar per akhir 2025.
Namun, keberadaan kredit tersebut tidak membuktikan bahwa Tesla menggunakan kompensasi Musk sebagai dasar perhitungannya. Laporan perusahaan tidak menghubungkan kredit penelitian tersebut dengan opsi saham Musk.
Jika Tesla ingin menggunakan kompensasi Musk untuk klaim serupa, perusahaan tetap harus menunjukkan bahwa pembayaran tersebut merupakan upah atas kegiatan penelitian yang memenuhi syarat. Tesla juga harus menentukan periode kerja yang relevan serta memisahkan tugas teknis dari tanggung jawab Musk sebagai pimpinan perusahaan.
Dampak bagi Saham META dan TSLA
Bagi pemegang saham Meta, nilai sengketa US$355 juta relatif kecil dibandingkan pendapatan perusahaan sebesar US$60,8 miliar pada kuartal II 2026. Namun, putusan pengadilan dapat menjadi acuan bagi perlakuan pajak atas kompensasi berbasis saham dan klaim penelitian lainnya.
Dampak finansial akhirnya tidak hanya bergantung pada nilai kredit yang dipersoalkan. Bunga, penalti, pencadangan pajak, serta perubahan atas kredit penelitian lain dapat mempengaruhi beban pajak dan arus kas Meta pada periode mendatang.
Meta mencatat tarif pajak efektif sebesar 16% pada kuartal II 2026. Pada periode yang sama, perusahaan mengeluarkan belanja modal US$31,1 miliar untuk server, pusat data, dan infrastruktur jaringan. Hubungan antara belanja infrastruktur dan kredit penelitian menjadi semakin relevan karena perusahaan terus meningkatkan pembangunan fasilitas komputasi.
Bagi Tesla, perkara Meta belum memberikan dampak pajak langsung. Tidak ada pengumuman bahwa IRS sedang mempersoalkan opsi Musk dengan dasar yang sama, ataupun bukti bahwa Tesla telah mengajukan kredit penelitian dari transaksi tersebut.
Investor dapat memantau putusan dalam perkara Facebook Inc. v. Commissioner dengan nomor perkara 12738-18, perubahan nilai manfaat pajak yang belum diakui dalam laporan Meta, serta rincian kredit penelitian dalam laporan Tesla berikutnya.
Untuk saat ini, perkara tersebut tetap merupakan sengketa antara Meta dan IRS mengenai interpretasi aturan kredit penelitian. Opsi Musk membuat skala potensi klaim terlihat jauh lebih besar, tetapi tidak berarti Tesla otomatis dapat menggunakan strategi pajak yang sama.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Meta di halaman ini.
Tetap Pantau META
Kredit pajak riset Meta dipersoalkan IRS, sementara putusannya dapat menjadi perhatian bagi perlakuan pajak perusahaan teknologi. Pantau META, TSLA, dan saham AS lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Bloomberg Law
- Meta Q2 2026 Earnings
- The New York Times






