Ketegangan perdagangan Amerika Serikat dan Kanada kembali meningkat setelah upaya mencapai kesepakatan baru gagal. Pemerintahan Perdana Menteri Mark Carney kini bersiap memberlakukan tarif balasan terhadap ratusan produk AS, membuka risiko perang dagang yang lebih luas antara dua negara dengan hubungan ekonomi yang sangat erat.
Tarif Kanada berkisar antara 15% hingga 50% dan menyasar lebih dari 700 produk AS dengan nilai sekitar US$20 miliar. Sejumlah barang baja akan menghadapi kenaikan tarif menjadi 50% dari sebelumnya 25%, sementara barang konsumsi seperti sepeda motor, kosmetik, dan keju juga masuk dalam daftar.
Langkah tersebut merupakan respons terhadap tarif 50% yang sebelumnya diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap sekitar US$20 miliar barang Kanada.
Namun, Washington mengisyaratkan pembalasan Kanada dapat memicu tindakan berikutnya. Trump bahkan mulai menekan perusahaan secara langsung, termasuk Bombardier, dengan meminta produsen pesawat Kanada itu membangun produknya di AS jika ingin tetap mengakses pasar Amerika.
Kesepakatan Dagang Gagal di Menit Terakhir
Eskalasi terbaru terjadi setelah AS dan Kanada sebenarnya sempat mendekati kesepakatan untuk meredakan ketegangan.
Negosiator kedua negara telah melakukan pembicaraan selama berminggu-minggu dan disebut mencapai persyaratan umum. Pada 18 Agustus, Trump bahkan mengumumkan adanya kesepakatan awal dan memberikan waktu tiga hari untuk menyelesaikan detailnya. Namun, kesepakatan tersebut akhirnya gagal.
Setelah perundingan kandas, AS mulai memberlakukan tarif 50% terhadap sekitar US$20 miliar barang Kanada pada 22 Agustus. Tiga hari kemudian, Ottawa mengumumkan paket tarif balasan dengan nilai perdagangan yang kurang lebih sama.
Kanada kini akan menaikkan tarif sejumlah produk baja AS dari 25% menjadi 50%, sekaligus mengenakan bea masuk terhadap berbagai barang konsumsi.
Dampaknya berpotensi terasa hingga sejumlah negara bagian AS yang memiliki hubungan perdagangan erat dengan Kanada, termasuk Michigan dan Ohio. Waktu pemberlakuannya juga sensitif karena kedua negara bagian tersebut menghadapi persaingan politik ketat menjelang pemilu paruh waktu AS pada November.
Washington belum mengumumkan respons berikutnya. Namun, Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer telah mengindikasikan bahwa tarif tambahan hingga larangan penuh terhadap impor tertentu dari Kanada termasuk opsi yang dapat dipertimbangkan.
Bombardier Ikut Terseret dalam Ketegangan
Perselisihan kini mulai bergerak dari kebijakan tarif secara luas menuju tekanan terhadap perusahaan tertentu.
Trump mengatakan pada Senin bahwa Bombardier tidak lagi dapat menjual produknya di AS kecuali perusahaan mulai memproduksi pesawatnya di Amerika. Pernyataan tersebut muncul sehari sebelum tarif balasan Kanada dijadwalkan mulai berlaku.
Bombardier merupakan salah satu produsen pesawat utama Kanada dan memiliki akses ke pasar AS. Perusahaan belum memberikan respons terhadap pernyataan tersebut saat berita sumber diterbitkan.
Tekanan terhadap sektor otomotif juga berpotensi meningkat.
Setelah negosiasi gagal, Trump mengatakan akan menaikkan tarif mobil dari 25% menjadi 50% serta memberlakukan tarif 50% terhadap suku cadang mobil mulai 1 Januari. Namun, langkah tersebut belum diterapkan secara formal sehingga masih belum jelas apakah kebijakan itu akan menjadi bagian dari pembalasan terbaru terhadap Kanada.
Bagi rantai pasok Amerika Utara, eskalasi tersebut menjadi penting karena industri seperti otomotif, baja, aluminium, dan manufaktur telah lama terintegrasi lintas perbatasan AS-Kanada.
Semakin tinggi hambatan perdagangan, semakin besar pula risiko kenaikan biaya bagi produsen yang mengandalkan komponen atau bahan baku dari kedua negara.
Perang Tarif Bisa Menekan Ekonomi Kanada
Kanada juga menghadapi risiko dari strategi tarif balasannya sendiri.
Ekonomi negara tersebut baru kembali tumbuh pada kuartal kedua setelah sebelumnya mengalami periode stagnasi. Pertumbuhan tenaga kerja masih terbatas, dengan jumlah orang yang bekerja hanya bertambah rata-rata 3.400 per bulan sepanjang 2026. PHK juga lebih tinggi pada industri yang bergantung pada permintaan ekspor AS.
Oxford Economics memperkirakan kombinasi tarif AS, pembalasan Kanada, dan program dukungan pemerintah dapat mengurangi output Kanada sekitar 0,3% dibandingkan skenario dasar. Perhitungan tersebut bahkan belum memasukkan potensi eskalasi perdagangan lebih lanjut.
Artinya, tarif balasan dapat memberikan perlindungan bagi sebagian produsen domestik, tetapi pada saat yang sama meningkatkan biaya bagi perusahaan dan konsumen.
Meski hubungan kedua negara memanas, pintu negosiasi belum sepenuhnya tertutup. Carney menyatakan Kanada masih bersedia mencapai kesepakatan apabila AS kembali ke meja perundingan, dengan syarat industri otomotif, baja, dan aluminium Kanada tetap kompetitif. Ketua DPR AS Mike Johnson juga menyerukan agar pembicaraan dilanjutkan.
Bagi pasar, arah selanjutnya akan bergantung pada apakah tarif baru mampu membawa Washington dan Ottawa kembali bernegosiasi atau justru memicu putaran pembalasan berikutnya.
Sektor Industri Jadi Area yang Perlu Dipantau
Ketegangan AS-Kanada kini tidak lagi terbatas pada retorika perdagangan. Tarif puluhan miliar dolar sudah diberlakukan atau disiapkan, sementara sektor otomotif, baja, aluminium, hingga kedirgantaraan mulai berada di tengah perselisihan.
Jika kedua negara terus saling membalas, dampaknya dapat merambat ke biaya produksi, rantai pasok, harga barang, dan aktivitas perdagangan Amerika Utara.
Sebaliknya, tekanan ekonomi dari kedua sisi juga dapat memberikan insentif untuk kembali bernegosiasi sebelum sengketa semakin luas.
Bagi investor, perkembangan berikutnya karena itu bukan hanya soal besarnya tarif. Respons Washington terhadap tarif Kanada, nasib negosiasi baru, serta kemungkinan perluasan kebijakan ke perusahaan dan industri tertentu akan menjadi faktor penting untuk dipantau.
Pantau Dampak Perang Tarif ke Pasar
Pantau saham AS dan berbagai peluang investasi melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan tarif, ekonomi global, kebijakan pemerintah, dan sentimen Wall Street lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Bloomberg: Canada Set to Hit Back at Trump Tariffs, Risking Wider Trade War
- CNBC: Trump says Bombardier can’t sell in U.S. unless Canada aerospace giant builds there






