Apple (AAPL) bersiap meluncurkan iPhone lipat pertamanya pada 9 September mendatang, namun sejumlah laporan menyebut kapasitas produksi awal perangkat ini ternyata sangat terbatas, hanya berkisar ratusan unit per hari.
Angka ini jauh berbeda dibanding kapasitas produksi iPhone reguler yang biasanya mencapai puluhan juta unit, dan menjadi sorotan utama investor menjelang event peluncuran tahun ini.
Momentum Peluncuran di Tengah Kuartal yang Kuat
Apple baru saja menutup kuartal fiskal ketiga 2026 (berakhir Juni) dengan performa solid. Pendapatan tercatat $109,4 miliar, naik 16% dari tahun sebelumnya, dengan penjualan iPhone melonjak 22% menjadi $54,3 miliar.
Penjualan Mac bahkan tumbuh lebih cepat, naik 29% menjadi $10,4 miliar dan mencetak rekor baru.
Mantan CEO Tim Cook, yang baru saja purnatugas, menyebut permintaan kuat terhadap lini iPhone 17 sebagai pendorong utama pertumbuhan tersebut. Ia juga menyoroti bahwa kendala pasokan chip canggih lebih disebabkan oleh permintaan yang melampaui ekspektasi, bukan semata masalah dari sisi pemasok.
Namun demikian, Apple sendiri memperingatkan bahwa masalah pasokan yang memengaruhi iPhone, Mac, dan iPad berpotensi memburuk pada kuartal berjalan saat ini, kondisi yang menjadi latar belakang peluncuran iPhone lipat yang berisiko tertekan keterbatasan komponen sejak awal.
Produksi iPhone Lipat Apple Masih Sangat Terbatas
Berdasarkan laporan Nikkei Asia, produksi awal iPhone lipat Apple berjalan hanya di kisaran ratusan unit per hari, dengan standar kualitas ketat dari Apple disebut menjadi salah satu penyebab mitra manufaktur masih berjuang menyelesaikan kendala produksi.
Analis Ming Chi Kuo dari TF International Securities memperkirakan Apple akan mengirim sekitar 7 hingga 8 juta unit iPhone lipat sepanjang paruh kedua 2026, namun hanya 500 ribu hingga 1 juta unit di antaranya yang akan terkirim pada kuartal ketiga. Kuo juga memperkirakan kisaran harga perangkat ini di $2.300 hingga $2.500, jauh di atas harga model flagship Apple pada umumnya.
Sebagai perbandingan, Kuo memperkirakan Apple akan mengirim sekitar 20 hingga 22 juta unit iPhone 18 Pro dan Pro Max pada kuartal yang sama, menunjukkan betapa kecilnya skala peluncuran iPhone lipat dibanding lini utama Apple, setidaknya di tahap awal.
Citi memiliki proyeksi yang sedikit berbeda, memperkirakan Apple akan memproduksi 7,5 juta unit iPhone lipat pada paruh kedua 2026, ditambah 4 juta unit lagi pada kuartal pertama 2027. Untuk keseluruhan tahun, Citi memproyeksikan total pengiriman iPhone mencapai 246 juta unit, naik sekitar 1% dari tahun sebelumnya.
Keterbatasan pasokan ini sebenarnya berpotensi menguntungkan Apple dalam jangka pendek, karena kelangkaan sering membuat produk baru terasa lebih eksklusif dan premium. Namun risikonya, jika Apple tidak mampu meningkatkan kapasitas produksi dengan cepat, perangkat ini berpotensi gagal memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan.
KeyBanc Waspadai Harga Tinggi dan Margin Apple
Tidak semua analis optimistis terhadap dampak peluncuran ini bagi saham Apple. KeyBanc Capital Markets mempertahankan rating “Underweight” dengan target harga $250, jauh di bawah harga saham saat ini di $320.
KeyBanc memperingatkan bahwa event 9 September berpotensi menjadi katalis negatif apabila kenaikan harga membuat calon pembeli mundur atau justru menekan margin keuntungan Apple. Firma ini memperkirakan iPhone 18 Pro akan naik $150 menjadi $1.249 dan Pro Max naik $200 menjadi $1.399, sementara iPhone lipat diperkirakan dibanderol sekitar $2.199.
KeyBanc juga memproyeksikan total produksi iPhone 18 sekitar 80 juta unit sepanjang kuartal keempat fiskal 2026 dan kuartal pertama fiskal 2027, turun dari sekitar 91 juta unit pada periode yang sama tahun sebelumnya, sebagian besar karena tidak ada model iPhone 18 dasar pada siklus kali ini.
Firma ini turut mencatat bahwa saham Apple secara historis cenderung melemah di sekitar hari pengumuman produk baru, dengan rata-rata penurunan sekitar 0,72% pada hari pengumuman selama lima tahun terakhir, dan sekitar 1,22% dalam lima hari perdagangan setelahnya.
Harga dan Pasokan Jadi Kunci Event 9 September
Investor disarankan mencermati beberapa hal saat Apple naik panggung: harga awal resmi iPhone lipat, seberapa besar kapasitas pasokan yang diklaim Apple bisa dipenuhi di tahap awal, serta ada tidaknya sinyal soal peningkatan produksi menjelang musim liburan akhir tahun.
Dampak positif dari peluncuran ini juga berpotensi merambat ke rantai pasok Apple. Citi memperkirakan Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSM) akan diuntungkan sebagai pemasok tunggal chip A20 berbasis teknologi 2 nanometer, sementara Amphenol (APH) diperkirakan turut diuntungkan sebagai pemasok komponen engsel untuk perangkat lipat tersebut.
Harga jual yang tinggi, mendekati $2.500, berpotensi mengerek rata-rata harga jual Apple secara keseluruhan jika perusahaan berhasil meningkatkan skala produksi. Namun jika kendala pasokan terus berlanjut, dampak positif tersebut kemungkinan baru akan terlihat signifikan pada 2027.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Apple di halaman ini.
Pantau Apple Jelang Debut iPhone Lipat
Pantau saham Apple dan perusahaan teknologi AS lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan iPhone, earnings, rantai pasok, dan sentimen Wall Street lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Apple's Foldable iPhone Could Wrestle With Supply Chain Issues. What That Means for AAPL Stock.






