Saham Coinbase (COIN) menguat pada perdagangan Senin, 21 September, setelah perusahaan mengumumkan layanan yang memungkinkan investor ritel mengajukan pesanan saham perusahaan sebelum resmi mulai diperdagangkan setelah initial public offering (IPO).
COIN naik sekitar 4,4% menjadi US$202,74 pada pukul 12.30 EDT. Pada hari yang sama, Bitcoin (BTC) ikut melanjutkan reli dan menembus US$85.000, memberikan sentimen tambahan bagi saham perusahaan yang bisnisnya masih memiliki eksposur besar terhadap aktivitas pasar kripto.
Peluncuran akses IPO menjadi bagian dari ekspansi Coinbase di luar perdagangan aset kripto konvensional. Beberapa hari sebelumnya, perusahaan juga mengajukan dokumen untuk menawarkan perpetual futures yang terkait dengan saham-saham besar AS.
COIN Naik 4,5%, Bitcoin Tembus $85.000
Saham Coinbase diperdagangkan di US$202,74, naik sekitar 4,4% pada perdagangan tengah hari Senin. Bitcoin pada saat bersamaan kembali menembus US$85.000.
Reli Bitcoin berlanjut meskipun upaya prosedural untuk memajukan CLARITY Act di Senat AS sebelumnya gagal memperoleh dukungan yang diperlukan. Legislasi tersebut dirancang untuk membentuk kerangka regulasi pasar aset digital di AS.
Kenaikan COIN terjadi di tengah dua perkembangan sekaligus: penguatan pasar kripto dan pengumuman produk baru Coinbase. Karena keduanya berlangsung berdekatan, pergerakan saham pada hari tersebut tidak dapat dikaitkan hanya dengan satu faktor.
Namun, pengumuman akses IPO memperlihatkan arah ekspansi Coinbase yang semakin luas. Perusahaan tidak hanya mengembangkan layanan perdagangan kripto, tetapi mulai memperluas jangkauan produknya ke instrumen pasar modal tradisional.
Coinbase Buka Akses Awal ke Saham IPO
Melalui layanan baru tersebut, nasabah Coinbase dapat mengajukan conditional offer to buy setelah kisaran harga IPO suatu perusahaan diumumkan kepada publik.
Pesanan tersebut bukan jaminan bahwa investor akan memperoleh seluruh jumlah saham yang diajukan. Coinbase menjelaskan bahwa pesanan dapat dipenuhi sepenuhnya, sebagian, atau bahkan tidak memperoleh alokasi, tergantung jumlah saham yang tersedia dari underwriter dan permintaan nasabah.
Alokasi saham akan dilakukan menggunakan algoritma dengan metodologi yang telah ditetapkan. Sistem tersebut dirancang untuk memprioritaskan investor jangka panjang, sementara pengguna yang menjual saham IPO terlalu cepat dapat memperoleh alokasi lebih kecil pada penawaran berikutnya.
IPO pertama yang tersedia melalui layanan tersebut adalah Oura, perusahaan teknologi kesehatan yang dikenal melalui produk smart ring untuk mengumpulkan data kesehatan.
Dalam dokumen amandemen yang diajukan kepada Securities and Exchange Commission (SEC) pada Senin, Oura berencana menawarkan 50 juta saham dengan kisaran harga US$40-US$44 per saham. Pada batas atas kisaran tersebut, perusahaan mengincar dana hingga US$2,2 miliar dari IPO.
Langkah ini memberikan Coinbase pintu masuk baru ke bisnis distribusi saham IPO untuk investor ritel, sekaligus memperluas jenis instrumen finansial yang tersedia melalui platformnya.
Coinbase Juga Siapkan Perpetual Futures Saham AS
Ekspansi Coinbase ke pasar modal tidak berhenti pada IPO.
Beberapa hari sebelum mengumumkan layanan tersebut, Coinbase mengajukan dokumen untuk menawarkan perpetual futures yang terkait dengan sejumlah saham AS. Perpetual futures merupakan kontrak derivatif yang mengikuti harga aset tertentu tetapi tidak memiliki tanggal kedaluwarsa seperti kontrak futures konvensional.
Coinbase menyebut produk tersebut dirancang untuk memberikan eksposur terhadap saham individual selama 24 jam sehari dan lima hari seminggu (24/5).
Jenis kontrak tersebut baru mendapat persetujuan dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) pada Mei 2026. Menurut laporan Wall Street Journal yang dikutip Forbes, Coinbase berencana menawarkan kontrak untuk sekitar 50-60 saham besar AS, termasuk Apple, Tesla, dan Nvidia, pada akhir tahun ini.
Dua inisiatif tersebut membawa Coinbase ke segmen yang selama ini lebih identik dengan broker saham: akses IPO dan perdagangan instrumen berbasis ekuitas AS.
Langkah itu juga memperluas model produk Coinbase ketika perusahaan kripto semakin bersaing untuk menjadi platform finansial dengan pilihan aset yang lebih beragam.
Coinbase Perluas Bisnis di Luar Kripto
Akses IPO dan perpetual futures menunjukkan Coinbase sedang memperluas cakupan bisnisnya di luar perdagangan spot aset kripto, meskipun kripto tetap menjadi bagian penting dari aktivitas dan sentimen terhadap saham perusahaan.
Dampak finansial dari produk-produk baru tersebut belum dapat diukur dari pengumuman awal ini. Seberapa besar kontribusinya akan bergantung pada adopsi pengguna, volume perdagangan, ketersediaan IPO yang dapat didistribusikan melalui platform, serta perkembangan regulasi.
Pergerakan Bitcoin juga tetap relevan bagi COIN. Bitcoin yang kembali menembus US$85.000 pada Senin bertepatan dengan kenaikan saham Coinbase, menunjukkan bahwa kondisi pasar aset digital masih menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor.
Namun, dengan IPO access dan perpetual futures saham AS, perkembangan Coinbase kini juga dapat dipengaruhi oleh kemampuannya memperluas aktivitas pengguna ke produk pasar modal yang lebih luas.
Bagi investor, peluncuran Oura melalui layanan IPO baru, perkembangan perpetual futures, regulasi AS, serta aktivitas perdagangan kripto menjadi beberapa faktor berikutnya yang dapat dipantau untuk melihat arah ekspansi bisnis Coinbase.
Coinbase Perluas Bisnis, Pantau COIN dan Kripto
Coinbase mulai merambah IPO dan instrumen berbasis saham AS. Pantau COIN, Bitcoin, dan aset lainnya melalui Nanovest serta ikuti perkembangan pasar terbaru.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Coinbase Stock Surges On Plans To Offer Retail Investors Early IPO Access






