Bitcoin (BTC) belum mengikuti reli Wall Street. Ketika indeks saham AS kembali mencetak rekor baru dengan saham teknologi dan AI sebagai salah satu penggerak utama, aset kripto terbesar tersebut masih berkonsolidasi di sekitar US$85.000-US$86.000.
Bitcoin sempat turun ke sekitar US$85.580 dan telah bertahan di area yang relatif sempit selama sekitar dua pekan. Pada saat yang sama, S&P 500 dan Nasdaq 100 mencapai level tertinggi sepanjang masa.
Pergerakan tersebut menciptakan divergensi antara Bitcoin dan saham AS yang sama-sama kerap diperlakukan sebagai aset berisiko. Namun, data pasar Bitcoin juga menunjukkan gambaran yang tidak sepenuhnya bearish. Puluhan ribu BTC telah keluar dari Binance dalam beberapa pekan terakhir, sementara aktivitas jaringan meningkat. Di sisi lain, ETF spot mengalami arus keluar dan posisi leverage masih tinggi.
Saham AI Melesat, Bitcoin Belum Ikut Rally
Rally Wall Street kembali mendapat dorongan dari sektor teknologi dan AI. Advanced Micro Devices (AMD) naik 2,8% setelah manajemen memberi sinyal permintaan chip yang kuat, sementara Amazon (AMZN) menguat 1,9%.
Tekanan dari pasar obligasi juga sedikit mereda. Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 5,26% setelah sebelumnya menyentuh sekitar 5,33%, level tertinggi sejak 2002. Harga minyak Brent juga turun ke bawah US$100 per barel.
Bitcoin belum mendapatkan dorongan serupa. BTC masih bergerak di kisaran sekitar US$84.000-US$87.000 dan berada sekitar 32% di bawah rekor tertinggi sekitar US$126.200 yang dicapai pada Oktober 2025.
21Shares menilai penutupan bulanan di atas US$88.000 dapat menjadi level penting untuk mengonfirmasi perubahan tren. Sebaliknya, penurunan menuju US$81.000 dinilai dapat membuka ruang pelemahan lebih lanjut menuju sekitar US$71.300. Level tersebut merupakan analisis perusahaan dan bukan kepastian arah harga Bitcoin.
Perhatian pasar selanjutnya juga mengarah ke pertemuan Federal Reserve pada 27-28 Oktober. Bitcoin sempat menguat setelah laporan ketenagakerjaan yang lebih lemah mengurangi spekulasi kenaikan suku bunga, sehingga perkembangan yield dan ekspektasi kebijakan The Fed tetap menjadi salah satu faktor makro yang diperhatikan pasar.
US$3,3 Miliar Bitcoin Keluar dari Binance
Di balik harga yang bergerak relatif datar, kepemilikan Bitcoin di Binance mengalami penurunan cukup besar.
Lebih dari 40.000 BTC atau sekitar US$3,3 miliar telah keluar dari Binance dalam 15 hari sejak 20 September. Cadangan Bitcoin di bursa tersebut turun dari sekitar 704.800 BTC menjadi 663.100 BTC.
Sekitar 23.100 BTC ditarik hanya dalam satu pekan, menjadi arus keluar mingguan terbesar dari Binance sejak Juni 2023 menurut data CryptoQuant yang dikutip sumber.
Penarikan dari bursa dapat mengurangi jumlah BTC yang tersedia untuk segera diperdagangkan karena aset berpindah ke penyimpanan lain. Namun, arus keluar bursa tidak secara otomatis berarti seluruhnya merupakan akumulasi jangka panjang, karena perpindahan aset dapat terjadi untuk berbagai tujuan.
Aktivitas jaringan turut meningkat. Jumlah alamat aktif naik 6,1% dalam sepekan menjadi sekitar 675.800, sementara porsi nilai jaringan yang dimiliki investor yang membeli dalam tiga bulan terakhir meningkat dari 18,9% menjadi 19,5%.
Data tersebut menunjukkan masih adanya aktivitas baru di jaringan meskipun harga Bitcoin belum mengikuti rekor pasar saham.
ETF Keluar, Leverage Bitcoin Masih Tinggi
Sinyal dari investor institusional terlihat lebih beragam. ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar bersih sekitar US$90 juta pada Senin, menjadi arus keluar harian pertama pada Oktober. IBIT milik BlackRock menjadi satu-satunya dari 12 ETF yang mencatat arus masuk.
Secara mingguan, arus masuk bersih ETF turun 87,7% menjadi US$208,1 juta. Data Glassnode yang dikutip sumber juga menunjukkan ETF MVRV naik menjadi 1,5, yang berarti rata-rata kepemilikan ETF berada pada posisi keuntungan belum terealisasi yang relatif besar dan dapat meningkatkan potensi aksi ambil untung.
Pasar futures memberikan sinyal kehati-hatian lainnya. Open interest turun 3,8% dalam sepekan menjadi US$36,6 miliar, tetapi pembayaran pendanaan harian untuk posisi bullish justru meningkat 57,3% menjadi sekitar US$1,5 juta. Glassnode menilai open interest masih berada di dekat batas atas rentang historisnya, sehingga leverage tetap tinggi.
Pada saat yang sama, tekanan jual agresif mereda. Cumulative volume delta atau CVD membaik dari negatif US$940,1 juta menjadi negatif US$87,4 juta.
Kombinasi data tersebut menunjukkan pasar Bitcoin sedang menerima sinyal yang berbeda dari beberapa kelompok investor. BTC dalam jumlah besar berpindah keluar dari Binance dan aktivitas jaringan meningkat, tetapi ETF spot mengalami arus keluar sementara leverage futures tetap tinggi.
Menjelang pertemuan The Fed akhir Oktober, pergerakan yield Treasury, arus ETF, level US$88.000, dan posisi leverage menjadi beberapa indikator yang dapat diperhatikan untuk melihat apakah Bitcoin mulai mengejar rally Wall Street atau tetap berkonsolidasi di area saat ini.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Bitcoin di halaman ini.
Wall Street Melesat, Kapan Bitcoin Menyusul?
Bitcoin masih bertahan di sekitar US$85.000 di tengah rekor baru saham AS dan sinyal yang beragam dari ETF serta pasar futures. Pantau BTC dan aset lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- BeInCrypto: Bitcoin Price Lags as S&P 500 and Nasdaq Hit Record High
- Stocktwits: Bitcoin Investors Pull $3.3B From Binance In 15 Days — But ETF Flows, Futures Positioning Flash Caution






