Bitcoin (BTC) kembali menguat pada Selasa, 13 Oktober 2026, setelah sempat mengalami tekanan jual yang membawa harganya mendekati US$81.000. Pemulihan tersebut berlangsung ketika pasar saham teknologi Korea Selatan justru mengalami penurunan tajam.
Berdasarkan data TradingView yang dikutip Cointelegraph, Bitcoin naik lebih dari 2,5% dan sempat mencapai US$83.944 di bursa Bitstamp. Sementara itu, data harga yang dikutip Decrypt menunjukkan BTC sempat menyentuh US$80.953,41 sebelum pulih ke US$83.591,79.
Meski berhasil memangkas kerugian sebelumnya, Bitcoin masih menghadapi resistensi di sekitar US$84.000. Pemulihan harga juga berlangsung ketika ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar dana dan investor bersiap menghadapi rilis data inflasi Amerika Serikat.
Bitcoin Rebound Saat Saham Teknologi Korea Selatan Anjlok
Pemulihan Bitcoin terjadi di tengah pelemahan pasar saham Korea Selatan, terutama pada perusahaan teknologi dan semikonduktor.
Indeks KOSPI memperpanjang penurunan mingguannya hingga 7,4% dan bergerak di bawah rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kalinya sejak akhir Juli 2026. Indikator tersebut banyak digunakan pelaku pasar untuk memantau arah tren harga dalam jangka menengah hingga panjang.
Tekanan terbesar datang dari sektor semikonduktor. Saham SK Hynix ditutup turun lebih dari 10%, sementara Samsung turut menghadapi tekanan setelah melaporkan pendapatan kuartal III yang lebih rendah dari perkiraan pada pekan sebelumnya.
Menurut laporan Cointelegraph, investor asing telah menjual saham SK Hynix dan Samsung senilai sekitar 173 triliun won atau US$129 miliar sejak awal 2026. Penjualan kedua saham tersebut menyumbang sebagian besar tekanan jual investor asing di KOSPI sepanjang tahun.
Kekhawatiran investor mencakup valuasi perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI), kebutuhan pendanaan untuk ekspansi infrastruktur, serta meningkatnya persaingan dari produsen teknologi China.
Pelemahan tersebut mengingatkan pada aksi jual Agustus 2026, ketika kekhawatiran terhadap keberlanjutan investasi AI dan kewajiban utang perusahaan turut menekan pasar global.
Namun, pada perdagangan 13 Oktober, Bitcoin tidak mengikuti penurunan tajam saham teknologi Korea Selatan. BTC justru pulih dari level terendah hariannya dan bergerak kembali menuju batas atas kisaran perdagangan jangka pendek.
Perbedaan pergerakan ini menunjukkan bahwa respons kedua pasar tidak selalu searah dalam setiap sesi, meskipun keduanya tetap dipengaruhi perubahan sentimen risiko global.
Harga BTC Dekati US$84.000, tetapi Resistensi Masih Kuat
Setelah turun ke US$80.953,41 pada Selasa pagi, Bitcoin kembali menarik minat pembeli dan menguat ke kisaran US$83.500-US$84.000.
Pemulihan tersebut membawa BTC kembali mendekati batas atas rentang perdagangan lokalnya yang berada di sekitar US$80.000-US$87.000.
Meski demikian, data buku pesanan bursa yang dikutip Cointelegraph menunjukkan peningkatan likuiditas penawaran jual di sekitar US$84.000. Kondisi ini membuat Bitcoin beberapa kali kesulitan mempertahankan kenaikan di atas level tersebut.
Dari sisi analisis teknikal, Decrypt mencatat Bitcoin membentuk titik terendah harian yang lebih tinggi dibandingkan posisi US$80.365,12 yang sebelumnya menjadi awal pemulihan harga.
BTC juga kembali bergerak di atas area Fibonacci US$81.847-US$82.305, yang dipantau sebagian trader sebagai zona dukungan harga.
Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 53,4, sedikit di atas level netral 50. Sementara itu, Average Directional Index (ADX) tercatat sebesar 29,9, turun dari 42,8 pada 7 Oktober. Perubahan ADX tersebut menunjukkan bahwa kekuatan tren harga telah melemah dibandingkan awal bulan, meskipun momentum jangka pendek mulai membaik.
Sentimen investor juga belum kembali ke kondisi optimistis seperti pada Agustus. Crypto Fear & Greed Index berada di kisaran 53-56 atau zona netral, jauh di bawah level 82 yang mencerminkan keserakahan ekstrem pada 26 Agustus.
Untuk pergerakan berikutnya, area US$84.000 menjadi resistensi terdekat yang diperhatikan pasar. Sementara itu, zona US$80.000- US$81.000 tetap menjadi area penting apabila tekanan jual kembali meningkat. Level-level tersebut merupakan acuan teknikal, bukan kepastian arah harga Bitcoin.
ETF Bitcoin Spot Masih Catat Arus Keluar Dana
Di tengah pemulihan harga BTC, aliran dana ke produk ETF Bitcoin spot AS masih menunjukkan tekanan.
Menurut laporan Cryptonews yang mengutip data CoinGlass, iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock mencatat arus keluar bersih sebesar US$65,4 juta pada 12 Oktober 2026.
Pada sesi tersebut, IBIT menjadi satu-satunya ETF Bitcoin spot AS yang mencatat perubahan arus dana bersih, sementara produk lainnya tidak membukukan arus masuk maupun keluar bersih.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penarikan dana pada 12 Oktober terkonsentrasi pada IBIT, bukan terjadi secara merata di seluruh ETF Bitcoin spot. Sebagai perbandingan, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar bersih sebesar US$484,9 juta pada 7 Oktober, dengan kontribusi IBIT sebesar US$207,7 juta.
Artinya, penarikan dana terbaru lebih kecil dibandingkan tekanan yang terjadi pada awal bulan.
Secara kumulatif, IBIT masih mencatat arus masuk bersih historis sekitar US$65,67 miliar. Arus keluar US$65,4 juta pada satu sesi setara dengan sekitar 0,1% dari jumlah tersebut. ETF Bitcoin spot AS secara keseluruhan juga mengelola aset sekitar US$106 miliar, atau sekitar 6,35% dari kapitalisasi pasar Bitcoin berdasarkan data yang dikutip sumber.
Meski demikian, laporan sumber menunjukkan perbedaan angka arus keluar kumulatif selama Oktober. Cointelegraph mengutip sekitar US$451 juta, sedangkan Decrypt mencatat sekitar US$386,3 juta. Perbedaan tersebut dapat berkaitan dengan waktu pengambilan data dan cakupan pelaporan masing-masing sumber.
Karena itu, angka harian 12 Oktober lebih tepat digunakan untuk menggambarkan perkembangan terbaru yang spesifik.
Arus keluar ETF menjadi salah satu indikator permintaan melalui produk investasi teregulasi. Namun, pergerakan dana satu hari tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh investor institusional sedang mengurangi eksposur Bitcoin.
CPI AS Jadi Ujian Berikutnya bagi Bitcoin
Setelah rebound pada 13 Oktober, perhatian investor beralih ke laporan Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Data tersebut akan memberikan gambaran terbaru mengenai perkembangan inflasi AS dan menjadi salah satu pertimbangan pasar dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Menurut estimasi yang dikutip Decrypt, inflasi tahunan AS untuk September diperkirakan meningkat menjadi 3,6%, dari 3,4% pada Agustus.
Apabila inflasi lebih tinggi dari perkiraan, pasar dapat meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat. Kondisi tersebut berpotensi menekan aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dari estimasi dapat mengurangi tekanan terhadap ekspektasi suku bunga, meskipun respons harga BTC tetap dipengaruhi faktor pasar lainnya.
The Fed dijadwalkan mengadakan pertemuan kebijakan pada 27-28 Oktober 2026. Karena itu, data CPI menjadi salah satu rilis ekonomi penting yang dipantau menjelang keputusan tersebut.
Selain inflasi, investor juga perlu mencermati perkembangan imbal hasil obligasi pemerintah AS, harga minyak, arus dana ETF, dan pergerakan saham teknologi global. Untuk saat ini, Bitcoin telah menunjukkan pemulihan dari tekanan jual sebelumnya, tetapi belum berhasil menembus resistensi US$84.000 secara meyakinkan.
Pergerakan setelah rilis CPI akan menjadi salah satu petunjuk mengenai apakah BTC mampu mempertahankan pemulihan atau kembali menguji area support di sekitar US$80.000.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Bitcoin di halaman ini.
Bitcoin Rebound, Siap Hadapi Ujian Berikutnya?
BTC kembali mendekati US$84.000, tetapi data inflasi AS dan arus dana ETF masih menjadi perhatian pasar. Pantau pergerakan Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui Nanovest, serta ikuti perkembangan pasar terbaru di News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Referensi +
- Decrypt: Bitcoin Shakes Off Spooky Season Jitters: Can Bulls Keep It Going?
- CoinTelegraph: Bitcoin hits $84K resistance as Korean tech rout deepens KOSPI losses
- Cryptonews: Bitcoin ETF Outflows Reach $65 Million as BlackRock Bleeds Cash






