Beberapa hari lalu, Bitcoin (BTC) masih bergerak dalam pasar yang relatif lesu setelah berbulan-bulan mengalami tekanan. Situasinya berubah cepat.
Dalam sekitar 48 jam, Bitcoin melonjak sekitar 18% hingga melewati US$77.000 dan kemudian mendekati US$80.000. Kenaikan tersebut membawa BTC kembali ke level yang terakhir terlihat pada Mei sekaligus mencatat salah satu performa mingguan terbaiknya dalam beberapa tahun.
Menariknya, pemicu reli kali ini tidak hanya datang dari dalam industri kripto. Pasar obligasi Amerika Serikat justru menjadi salah satu sumber katalis terbesar.
Rencana Menteri Keuangan AS Scott Bessent untuk memperbesar pembelian kembali Treasury jangka panjang sempat menekan yield dan melemahkan dolar. Pada saat bersamaan, utang pemerintah AS telah menembus US$40 triliun.
Kombinasi itu kembali menghidupkan narasi yang sudah lama melekat pada Bitcoin: apakah aset dengan suplai terbatas seperti BTC semakin menarik ketika tekanan fiskal pemerintah membesar?
Treasury Jadi Pemantik Reli Bitcoin
Perubahan sentimen bermula setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan setidaknya menggandakan ukuran maksimum operasi pembelian kembali Treasury jangka panjang dari US$2 miliar menjadi US$4 miliar per operasi.
Langkah tersebut menyasar obligasi tenor panjang setelah yield Treasury melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua dekade, di tengah tekanan inflasi, tingginya harga energi, dan kekhawatiran mengenai kebutuhan pembiayaan pemerintah.
Bagi pasar kripto, respons awalnya cukup jelas. Penurunan yield dan pelemahan dolar memberikan ruang bagi aset berisiko, sementara ekspektasi terhadap kondisi likuiditas yang lebih longgar ikut meningkatkan selera investor terhadap Bitcoin.
Namun, ada lapisan lain yang membuat narasi ini semakin menarik.
Utang pemerintah AS telah melewati US$40 triliun, sehingga perhatian investor kembali tertuju pada keberlanjutan fiskal Amerika. Kondisi tersebut menghidupkan kembali debasement trade, yakni strategi yang mencari perlindungan melalui aset langka ketika investor khawatir terhadap meningkatnya utang, tekanan terhadap mata uang, atau potensi pelonggaran kondisi finansial.
Bitcoin bersama emas menjadi dua aset yang kembali mendapat perhatian dalam narasi tersebut. Bahkan Ray Dalio, yang selama ini tidak dikenal sebagai pendukung utama kripto, kembali menyinggung Bitcoin sebagai bagian kecil dari diversifikasi di tengah kekhawatiran terhadap utang.
Tetapi pembelian kembali Treasury bukan berarti Federal Reserve sedang melakukan quantitative easing. Langkah tersebut merupakan bagian dari pengelolaan utang dan likuiditas pasar Treasury, sehingga dampaknya terhadap kondisi finansial dapat berbeda dari penciptaan likuiditas melalui kebijakan moneter.
Short Squeeze dan ETF Mempercepat Kenaikan
Perubahan kondisi makro datang ketika posisi investor di pasar kripto sudah sangat bearish. Hasilnya, kenaikan awal Bitcoin berkembang menjadi short squeeze besar.
Gelombang posisi short senilai miliaran dolar terlikuidasi ketika harga BTC bergerak naik. Investor yang bertaruh terhadap penurunan harga terpaksa menutup posisi, menciptakan pembelian tambahan yang kemudian mempercepat kenaikan.
Aktivitas di pasar spot juga ikut meningkat. ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk mingguan lebih dari US$1 miliar, memberikan indikasi bahwa kenaikan tidak sepenuhnya berasal dari penutupan posisi short.
Bitcoin kemudian berhasil menembus moving average 100 dan 200 hari. Namun, kenaikan yang sangat cepat juga membawa indikator relative strength index (RSI) 14 hari menuju area yang dianggap overbought oleh trader.
Geoffrey Kendrick dari Standard Chartered bahkan menilai reli terbaru membuka kemungkinan proyeksi Bitcoin US$100.000 pada akhir tahun terlalu konservatif. Jika arus dana kembali menguat, Bitcoin dinilai memiliki peluang bergerak menuju rekor sekitar US$126.000 sebelum akhir tahun.
Sentimen kripto juga mendapat tambahan katalis dari Washington. Presiden Donald Trump kembali mendorong Kongres untuk meloloskan CLARITY Act, sementara industri menantikan kemungkinan aturan baru dari SEC dan CFTC.
Kejelasan regulasi dapat menjadi faktor penting karena berpotensi mengurangi premi risiko yang selama ini membuat institusi lebih berhati-hati terhadap aset digital.
Setelah Mendekati US$80.000, Apa Berikutnya?
Meski reli berlangsung agresif, Bitcoin belum sepenuhnya keluar dari tekanan yang terbentuk sejak rekor tahun lalu.
BTC masih sekitar 43% di bawah rekor Oktober 2025 dan baru kembali ke area harga yang terakhir terlihat pada Mei. Artinya, kenaikan satu pekan belum cukup untuk memastikan Bitcoin telah memasuki tren bullish baru.
Ada pula tanda bahwa katalis makro awal mulai kehilangan sebagian kekuatannya. Yield Treasury yang sempat turun setelah pengumuman pembelian kembali kembali bergerak naik menjelang akhir pekan. Jika yield jangka panjang terus meningkat, persaingan antara aset berisiko dan instrumen pendapatan tetap dapat kembali menjadi tantangan bagi Bitcoin.
Selain itu, sebagian besar lonjakan awal berasal dari likuidasi posisi short. Setelah sumber pembelian paksa tersebut berkurang, keberlanjutan reli akan semakin bergantung pada permintaan spot baru, arus masuk ETF, dan masuknya modal investor yang sebelumnya berada di luar pasar.
Di sisi lain, latar belakang fiskal AS memberikan cerita yang lebih panjang. Utang yang telah melewati US$40 triliun, kebutuhan pembiayaan pemerintah yang besar, serta perdebatan mengenai inflasi dan arah suku bunga dapat terus menjaga narasi Bitcoin sebagai alternatif aset langka tetap relevan.
Karena itu, area mendekati US$80.000 bukan hanya menjadi ujian harga. Pasar kini akan melihat apakah reli yang awalnya dipercepat oleh short squeeze dapat berkembang menjadi permintaan yang lebih berkelanjutan.
Jika arus ETF tetap kuat, regulasi AS bergerak lebih jelas, dan kondisi likuiditas membaik, Bitcoin berpeluang mempertahankan pemulihannya. Sebaliknya, kembalinya tekanan yield dan absennya pembeli baru dapat membuat BTC kembali memasuki fase konsolidasi.
Baca berita lainnya terkait aset Bitcoin di halaman ini.
Pantau Langkah Bitcoin Berikutnya
Bitcoin kembali bergerak mendekati US$80.000 di tengah perubahan likuiditas dan sorotan terhadap utang AS. Pantau BTC dan aset kripto lainnya melalui Nanovest, serta ikuti perkembangan makro, regulasi, dan pasar terbaru lewat News dan Artikel Tips Nanovest.
Referensi +
- Bloomberg: Bitcoin’s Rally Leans on Fears That Fiscal Strains Are Mounting
- Yahoo Finance: Why bitcoin prices are suddenly rallying big-time






