Saham bank-bank besar AS kompak melemah pada perdagangan Senin, dengan Bank of America (BAC) memimpin penurunan setelah memberikan gambaran yang lebih lemah terhadap bisnis Wall Street pada kuartal ketiga.
BAC ditutup turun 5,14% ke US$59,47 setelah CEO Brian Moynihan memperkirakan pendapatan investment banking akan turun dari tahun lalu, sementara bisnis sales & trading cenderung stagnan.
Tekanan dengan cepat meluas ke sektor perbankan. Goldman Sachs (GS) turun sekitar 4%, Morgan Stanley (MS) melemah 3,4%, sedangkan JPMorgan Chase (JPM), Wells Fargo (WFC), dan bank besar lainnya ikut terkoreksi.
Namun, outlook Bank of America juga menunjukkan kontras menarik. Pelemahan terutama terlihat pada bisnis Wall Street, sementara bisnis perbankan yang lebih tradisional seperti pinjaman, simpanan, dan pendapatan bunga masih menunjukkan pertumbuhan. Dengan kata lain, reaksi pasar kali ini lebih mencerminkan kekhawatiran terhadap kemampuan bank menghasilkan fee dan trading revenue daripada pelemahan menyeluruh pada bisnisnya.
Investment Banking BAC Diproyeksi Turun
Sumber utama tekanan datang dari outlook investment banking Bank of America.
Moynihan memperkirakan pendapatan investment banking kuartal ketiga berada di kisaran US$1,6-US$1,8 miliar, dibandingkan sekitar US$2 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Itu berarti penurunan sekitar 10%-20% secara tahunan, tergantung posisi akhirnya dalam rentang tersebut.
Pelemahan tersebut sebenarnya terjadi ketika industri investment banking secara keseluruhan juga menghadapi kuartal yang lebih lambat. Data Dealogic yang dikutip sumber memperkirakan pasar investment banking turun sekitar 10%.
Artinya, persoalan Bank of America bukan semata-mata tidak adanya aktivitas transaksi. Manajemen justru masih melihat pipeline deal yang kuat, tetapi sebagian transaksi belum berhasil diselesaikan dan dibukukan pada kuartal berjalan.
Bisnis sales & trading juga diperkirakan relatif stagnan dibandingkan tahun sebelumnya. Aktivitas financing dan prime brokerage yang sebelumnya membantu kinerja mulai mereda selama musim panas ketika investor mengurangi pengambilan risiko.
Kombinasi pertumbuhan trading yang datar dan investment banking yang menurun membuat Bank of America lebih sulit menghasilkan operating leverage positif, atau kondisi ketika pendapatan tumbuh lebih cepat daripada biaya. Faktor inilah yang menjadi salah satu perhatian utama investor setelah pembaruan outlook tersebut.
Tekanan Menyebar ke Saham Bank AS
Reaksi pasar tidak berhenti pada Bank of America. Goldman Sachs turun 3,99% ke US$988,15 dan Morgan Stanley melemah 3,41% ke US$207,06. Bank of New York Mellon terkoreksi 3,13%, Wells Fargo 1,96%, JPMorgan Chase 1,68%, Citigroup 0,85%, dan US Bancorp 0,37%.
Invesco KBW Bank ETF (KBWB), yang melacak sejumlah saham perbankan AS, ikut turun sekitar 1,95%.
Pelemahan serentak tersebut menunjukkan investor tidak hanya merespons outlook spesifik Bank of America, tetapi juga mempertimbangkan kemungkinan bahwa perlambatan aktivitas pasar modal dapat memengaruhi pendapatan bank lain yang memiliki eksposur besar terhadap trading dan investment banking.
Salah satu faktor yang disebut Bank of America adalah berkurangnya aktivitas pengambilan risiko investor selama musim panas. Kondisi ini mengikuti koreksi AI trade pada Juli, ketika saham teknologi besar dan produsen chip menghadapi tekanan akibat kekhawatiran valuasi dan besarnya belanja modal AI.
Meski begitu, outlook antarbank tidak sepenuhnya sama.
Citigroup justru memperkirakan pendapatan bisnis markets tumbuh mid-single digit dibandingkan tahun lalu, didukung equities, financing, dan valuta asing. Pendapatan investment banking Citi juga diproyeksikan meningkat low-single digit, dengan peluang hasil lebih tinggi apabila lebih banyak transaksi selesai sebelum akhir kuartal.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tekanan pada BAC belum tentu dapat diterjemahkan secara langsung menjadi pelemahan dengan skala yang sama di seluruh bank Wall Street.
Bisnis Utama BAC Masih Tumbuh
Di balik outlook Wall Street yang lebih lemah, Bank of America masih memberikan gambaran relatif positif terhadap bisnis perbankan intinya.
Manajemen mengatakan pinjaman dan simpanan terus tumbuh, sementara net interest income (NII), atau pendapatan bunga bersih, bergerak sesuai ekspektasi. Untuk keseluruhan 2026, pertumbuhan NII diproyeksikan berada di bagian atas rentang 6%-8%.
Perbedaan ini penting karena pendapatan Bank of America tidak hanya bergantung pada trading dan investment banking. Bisnis consumer banking dan aktivitas pemberian kredit memberikan sumber pendapatan lain yang dapat membantu menyeimbangkan volatilitas bisnis pasar modal.
Manajemen juga tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi AS dan menilai kenaikan suku bunga The Fed pada pekan ini, apabila terjadi, tidak seharusnya mengganggu pertumbuhan ekonomi yang sedang berlangsung.
Bagi investor, perhatian berikutnya kemungkinan tertuju pada seberapa cepat pipeline transaksi Bank of America dapat berubah menjadi pendapatan, apakah aktivitas trading kembali meningkat setelah musim panas, serta apakah pertumbuhan NII mampu mengimbangi tekanan dari bisnis Wall Street.
Penurunan BAC lebih dari 5% menunjukkan ekspektasi pasar terhadap bank besar masih tinggi. Namun, kontras antara melemahnya fee Wall Street dan tetap tumbuhnya bisnis perbankan inti membuat laporan kuartal ketiga nantinya menjadi penting untuk menentukan apakah tekanan ini hanya masalah timing transaksi atau mulai mencerminkan perlambatan yang lebih luas.
Pantau Saham Bank AS Setelah Tekanan Baru
Pantau BAC dan saham bank AS lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan earnings, suku bunga, dan sentimen Wall Street terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance: Bank of America leads financial services stocks lower on weak Wall Street fee forecast
- Seeking Alpha: Bank of America plunges on CEO's sales, trading revenue guidance; bank stocks sell off






