Saham rokok adalah saham perusahaan yang menjalankan bisnis di industri hasil tembakau, seperti produksi rokok dan produk tembakau lainnya. Di BEI, industri ini termasuk dalam sektor Consumer Non-Cyclicals, dengan sub-industri Tobacco.
Karakter saham rokok cukup dipengaruhi oleh daya beli konsumen, volume penjualan, harga jual produk, cukai, biaya produksi, serta kebijakan pemerintah.
Daftar Saham Rokok di Indonesia

1. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP)
HMSP merupakan salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia dan bagian dari Philip Morris International. Bisnisnya mencakup berbagai produk tembakau, termasuk rokok kretek dan produk tembakau inovatif.
Pada semester I 2026, HMSP membukukan laba bersih sekitar Rp4,2 triliun, naik sekitar 97% secara tahunan. Namun, volume penjualan masih menghadapi tekanan dan pangsa pasar turun menjadi sekitar 30,1%, antara lain karena downtrading.
2. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
GGRM merupakan produsen rokok yang berbasis di Kediri, Jawa Timur, dan dikenal sebagai salah satu pemain utama rokok kretek Indonesia. Perseroan memiliki berbagai produk sigaret kretek tangan maupun mesin.
Pada kuartal II 2026, penjualan bersih GGRM tercatat sekitar Rp21,1 triliun, turun tipis 1,1% secara tahunan. Investor perlu memperhatikan kemampuan perusahaan menjaga margin dan efisiensi di tengah tekanan volume.
3. PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM)
WIIM bergerak dalam produksi dan distribusi rokok serta produk tembakau. Perseroan dikenal melalui berbagai produk rokok kretek dan memiliki skala bisnis lebih kecil dibanding HMSP dan GGRM.
Pada 2026, kinerja WIIM menjadi salah satu yang diperhatikan investor seiring membaiknya kondisi industri. Fokus analisisnya antara lain pertumbuhan penjualan, margin, volume, dan kemampuan mempertahankan laba.
4. PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC)
ITIC bergerak di industri tembakau dan dikenal sebagai salah satu emiten dengan fokus pada tembakau iris. Karena ukuran bisnis dan likuiditas sahamnya berbeda dari pemain besar seperti HMSP dan GGRM, investor perlu memperhatikan volatilitas serta kinerja fundamental sebelum membeli.
5. PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA)
RMBA merupakan emiten yang bergerak dalam industri produk tembakau dan masih tercatat di BEI. Saham ini dapat menjadi bagian dari daftar saham rokok, tetapi karakteristik bisnis dan likuiditasnya perlu dianalisis secara terpisah dari emiten rokok berkapitalisasi besar.
Baca juga: 10+ Saham Batu Bara Potensial di BEI dan Amerika
Saham Rokok di Amerika Serikat

Selain saham rokok Indonesia, investor juga dapat mempertimbangkan perusahaan tembakau yang tercatat di bursa Amerika Serikat.
1. Philip Morris International Inc. (PM)
Philip Morris International merupakan perusahaan tembakau global yang dikenal melalui merek seperti Marlboro di luar Amerika Serikat. Perusahaan juga terus mengembangkan produk smoke-free sebagai bagian dari pergeseran bisnis dari rokok konvensional.
Bagi investor, kinerja PM perlu dilihat dari pertumbuhan produk bebas asap, penjualan rokok konvensional, margin, arus kas, dan kemampuan perusahaan mempertahankan dividen.
2. Altria Group, Inc. (MO)
Altria merupakan salah satu perusahaan tembakau besar di Amerika Serikat dengan bisnis yang mencakup rokok, produk nikotin oral, dan produk tembakau alternatif. Salah satu merek utamanya adalah Marlboro untuk pasar AS.
Saham MO banyak diperhatikan investor yang mencari perusahaan dengan sejarah pembagian dividen. Namun, tekanan regulasi, perubahan perilaku konsumen, dan pergeseran dari rokok konvensional tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
3. British American Tobacco p.l.c. (BTI)
British American Tobacco merupakan perusahaan tembakau multinasional yang menjual produk di berbagai negara. Portofolionya mencakup rokok konvensional sekaligus produk generasi baru seperti vape, produk tembakau yang dipanaskan, dan nikotin oral.
Untuk investor, perkembangan bisnis produk non-rokok menjadi salah satu faktor penting karena perusahaan sedang berupaya mengurangi ketergantungan terhadap rokok konvensional.
Investasi Saham Amerika dalam Satu Aplikasi
Akses saham perusahaan global seperti Philip Morris, Tesla, dan Microsoft melalui Nanovest.
Kenapa Saham Rokok Menarik bagi Investor?
Ada beberapa alasan saham rokok tetap menjadi perhatian:
- Produk memiliki pasar yang besar
Industri rokok memiliki basis konsumen yang luas sehingga perubahan volume penjualan menjadi indikator penting bagi investor. - Merek dan distribusi menjadi keunggulan
Perusahaan besar memiliki portofolio merek dan jaringan distribusi yang sudah terbentuk. - Potensi dividen
Sebagian emiten memiliki sejarah pembagian dividen sehingga dapat menarik bagi investor yang mencari kombinasi capital gain dan pendapatan dividen. - Potensi pemulihan margin
tidak adanya kenaikan tarif cukai memberikan ruang bagi perusahaan untuk memperbaiki margin, meskipun dampaknya berbeda pada setiap emiten.
Apa yang Memengaruhi Harga Saham Rokok?
Harga saham perusahaan rokok tidak hanya dipengaruhi penjualan produknya. Beberapa faktor utama adalah:
1. Kebijakan cukai
Kenaikan cukai dapat meningkatkan harga jual dan memengaruhi volume konsumsi serta margin perusahaan. Pada 2026, pemerintah tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau, sehingga menjadi salah satu katalis bagi industri.
2. Volume penjualan
Volume menunjukkan berapa banyak produk yang berhasil dijual. Pada 2026, industri rokok Indonesia mulai menunjukkan pemulihan volume. Data yang dikutip CGS menunjukkan volume industri pada semester I 2026 mencapai sekitar 131 miliar batang, naik 4% secara tahunan.
3. Harga jual rata-rata
Perusahaan dapat menaikkan harga untuk menjaga pendapatan dan margin ketika biaya meningkat. Namun, kenaikan harga juga berpotensi mendorong konsumen beralih ke produk yang lebih murah.
4. Downtrading
Downtrading adalah perpindahan konsumen dari produk premium ke produk yang lebih murah. Tren ini dapat menekan harga jual rata-rata dan margin perusahaan.
5. Rokok ilegal
Peredaran rokok ilegal dapat mengurangi volume penjualan produk legal. Karena itu, penindakan terhadap rokok ilegal menjadi salah satu katalis yang diperhatikan pelaku pasar.
Baca juga: 7+ Saham AI Amerika dengan Prospek Menarik (Update)
Apa Risiko Investasi Saham Rokok?
Beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain:
- Kenaikan cukai, yang dapat menekan margin atau volume.
- Penurunan daya beli, yang dapat mendorong konsumen melakukan downtrading.
- Rokok ilegal, yang dapat mengambil pangsa pasar produk legal.
- Perubahan regulasi, termasuk aturan terkait produk tembakau.
- Perubahan perilaku konsumen, termasuk pergeseran ke produk alternatif.
- Penurunan volume penjualan, yang dapat menekan pendapatan.
- Volatilitas harga saham, terutama pada saham dengan likuiditas lebih rendah.
Cara Membeli Saham Rokok
Untuk membeli saham rokok Indonesia, investor dapat menggunakan perusahaan sekuritas yang menyediakan perdagangan saham di BEI.
Sementara itu, saham rokok Amerika dapat dibeli melalui aplikasi saham Amerika Serikat Nanovest, investor dapat membeli saham Amerika mulai dari Rp5.000 dan kepemilikan saham tercata atas nama investor.






