Apple (AAPL) kembali menjadi perhatian investor menjelang acara peluncuran produk pada 9 September 2026. Tahun ini, acara tersebut dinilai lebih penting dari sekadar peluncuran iPhone terbaru karena Apple berpotensi memperkenalkan kategori produk baru yang telah lama dinantikan pasar.
Mengutip Yahoo Finance, Apple telah menjadwalkan acara dengan tagline “Surprise and Shine”. Perusahaan belum mengungkap seluruh produk yang akan diperkenalkan, tetapi iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max diperkirakan menjadi bagian utama acara. Kejutan terbesar yang ditunggu investor adalah kemungkinan hadirnya foldable iPhone atau iPhone lipat pertama Apple.
Foldable iPhone Jadi Sorotan Utama
Apple selama bertahun-tahun relatif berhati-hati dalam memperkenalkan perubahan besar pada lini iPhone. Kehadiran perangkat lipat dapat menjadi langkah strategis karena membuka kategori hardware baru bagi perusahaan.
Perangkat yang disebut-sebut sebagai iPhone Ultra tersebut diperkirakan memiliki desain foldable bergaya buku. Layarnya dikabarkan berukuran sekitar 5,5 inci ketika dilipat dan dapat melebar hingga sekitar 7,6 inci saat dibuka.
Jika benar diluncurkan, Apple akan memasuki pasar yang saat ini sudah lebih dulu digarap oleh sejumlah kompetitor, termasuk Samsung. Momentum pasar juga cukup menarik karena International Data Corporation (IDC) memperkirakan pengiriman smartphone foldable global akan tumbuh 12,6% tahun ini.
Artinya, Apple berpotensi masuk ketika kategori smartphone lipat mulai mendapatkan momentum pertumbuhan. Namun, tantangannya adalah harga. Foldable iPhone diperkirakan akan dibanderol jauh lebih mahal dibandingkan iPhone biasa sehingga Apple perlu meyakinkan konsumen bahwa perangkat tersebut menawarkan pengalaman yang benar-benar berbeda.
Bisa Jadi Katalis Besar untuk Saham Apple
Potensi produk baru tersebut menjadi perhatian karena saham Apple telah mencatat performa positif sepanjang 2026. Saham AAPL disebut telah naik hampir 21% secara year-to-date dalam laporan Yahoo Finance.
Morgan Stanley bahkan menilai peluncuran ini dapat menjadi salah satu momen paling penting bagi Apple sejak iPhone X. Analis Erik Woodring memperkirakan foldable iPhone berpotensi memberikan kontribusi sekitar US$14 miliar terhadap pendapatan Apple pada kuartal Desember.
Morgan Stanley juga memperkirakan Apple dapat memproduksi sekitar 7 juta hingga 8 juta unit foldable iPhone pada paruh kedua 2026. Dalam siklus produk pertamanya, total produksi bahkan berpotensi mencapai 20 juta unit.
Jika permintaan ternyata lebih kuat dari perkiraan, produk tersebut dapat memberikan tambahan pendapatan sekaligus meningkatkan average selling price atau rata-rata harga jual iPhone.
iPhone Masih Jadi Mesin Pendapatan Apple
Potensi foldable iPhone hadir ketika bisnis utama Apple masih menunjukkan pertumbuhan yang solid. Pada kuartal Juni, pendapatan iPhone mencapai US$54,3 miliar, meningkat 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, pendapatan Apple mencapai US$109,4 miliar atau tumbuh 16% secara tahunan. Untuk kuartal September, manajemen memperkirakan pendapatan akan tumbuh sekitar 9% hingga 11%, sementara pendapatan iPhone diproyeksikan tumbuh di kisaran pertengahan belasan persen.
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa Apple tidak sepenuhnya bergantung pada produk baru untuk mempertahankan pertumbuhan. Namun, foldable iPhone dapat memberikan sumber pertumbuhan tambahan jika berhasil menarik konsumen baru dan mendorong pengguna lama melakukan upgrade.
CEO Baru John Ternus Hadapi Momen Penting
Peluncuran September juga menjadi semakin penting karena merupakan acara produk besar pertama Apple di bawah CEO baru, John Ternus. Ia resmi menggantikan Tim Cook pada 1 September 2026 setelah Cook memimpin perusahaan selama hampir 15 tahun.
Ternus memiliki pengalaman panjang sebagai eksekutif hardware Apple. Namun, investor akan memperhatikan bagaimana kepemimpinan barunya diterjemahkan ke dalam strategi produk dan pertumbuhan perusahaan.
Di sisi lain, valuasi saham Apple juga perlu diperhatikan. Yahoo Finance mencatat saham AAPL diperdagangkan sekitar 37,1 kali forward earnings, sehingga saham tersebut tidak bisa disebut murah. Karena itu, keberhasilan produk baru, terutama foldable iPhone, akan menjadi penting untuk membuktikan bahwa valuasi tinggi tersebut masih memiliki ruang untuk didukung oleh pertumbuhan.
Secara keseluruhan, Apple memasuki September dengan ekspektasi tinggi. Jika foldable iPhone benar-benar diluncurkan dan mendapat respons positif, produk tersebut berpotensi menjadi katalis baru bagi bisnis dan saham AAPL. Namun, investor tetap perlu melihat harga, permintaan, serta kemampuan Apple mengubah produk baru tersebut menjadi sumber pendapatan berkelanjutan.
Baca berita lainnya terkait perkembangan aset Apple (AAPL) di halaman ini.
Pantau Apple Jelang Kejutan 9 September
Pantau saham Apple dan perusahaan teknologi AS lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan iPhone terbaru, earnings, inovasi teknologi, dan sentimen Wall Street lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance - Apple Stock: September Surprise Could Be Bigger Than a New iPhone






