Grab adalah perusahaan teknologi asal Asia Tenggara yang menyediakan layanan transportasi online, pesan-antar makanan, pengiriman barang, dan layanan keuangan digital.
Perusahaan ini dikenal melalui aplikasi Grab yang digunakan masyarakat untuk memesan GrabBike, GrabCar, GrabFood, hingga GrabExpress.
Simak!
Apa Itu Grab?
Grab Holdings Limited adalah perusahaan teknologi yang mengembangkan ekosistem layanan digital untuk kebutuhan sehari-hari. Melalui satu aplikasi, pengguna dapat memesan transportasi, membeli makanan, mengirim barang, melakukan pembayaran, hingga mengakses layanan keuangan tertentu.
Grab menjalankan bisnisnya di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Kamboja, dan Myanmar.
Perusahaan ini memiliki tiga segmen bisnis utama, yaitu:
- Deliveries: Layanan pesan-antar makanan, belanja kebutuhan sehari-hari, dan pengiriman barang.
- Mobility: Layanan transportasi online untuk perjalanan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
- Financial Services: Layanan keuangan digital, termasuk pembayaran, pinjaman, dan perbankan digital melalui entitas terkait.
Sejarah Berdirinya Grab
Grab didirikan pada 2012 oleh Anthony Tan dan Tan Hooi Ling di Malaysia. Ide awalnya muncul dari kebutuhan untuk membuat layanan taksi lebih mudah diakses dan meningkatkan keamanan perjalanan.
Pada awal peluncurannya, perusahaan menggunakan nama MyTeksi. Aplikasi tersebut kemudian berkembang dan berganti nama menjadi GrabTaxi sebelum akhirnya dikenal sebagai Grab.
Berikut beberapa tonggak penting dalam perkembangan Grab:
Siapa Pendiri dan Pemilik Grab?

Grab didirikan oleh Anthony Tan dan Tan Hooi Ling pada 2012. Keduanya bertemu saat menempuh pendidikan di Harvard Business School dan memiliki gagasan untuk meningkatkan akses terhadap layanan transportasi yang lebih baik.
Anthony Tan saat ini menjabat sebagai CEO, co-founder, sekaligus Chairman Grab. Sementara itu, Tan Hooi Ling merupakan salah satu pendiri yang berperan dalam membangun perusahaan sejak awal.
Lantas, siapa pemilik Grab sekarang?
Grab Holdings Limited merupakan perusahaan terbuka. Artinya, kepemilikannya terbagi di antara para pemegang saham, termasuk investor institusi dan individu yang memiliki saham GRAB.
Meski sudah menjadi perusahaan publik, Grab tetap memiliki struktur saham dengan hak suara berbeda. Anthony Tan sebagai salah satu pendiri memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan melalui struktur tersebut.
Baca juga: Spotify: Kenali Pemilik, Sejarah, Fitur, dan Sahamnya
Apa Saja Layanan dan Bisnis Grab?

Grab memiliki beberapa lini bisnis yang saling terhubung dalam satu ekosistem. Berikut penjelasannya.
1. Transportasi Online (Mobility)
Bisnis transportasi merupakan salah satu layanan utama Grab. Melalui segmen Mobility, perusahaan menyediakan layanan pemesanan kendaraan untuk perjalanan sehari-hari.
Contohnya meliputi:
- GrabBike: Layanan transportasi menggunakan sepeda motor.
- GrabCar: Layanan transportasi menggunakan mobil.
- GrabTaxi: Layanan pemesanan taksi.
- GrabCar Plus: Pilihan layanan kendaraan dengan kategori tertentu sesuai ketersediaan di pasar.
Pendapatan dari segmen ini berasal dari aktivitas pemesanan perjalanan dan layanan terkait.
2. Pesan-Antar Makanan dan Barang (Deliveries)
Grab juga mengembangkan bisnis pengiriman melalui segmen Deliveries. Layanan ini mencakup pemesanan makanan, belanja kebutuhan sehari-hari, dan pengiriman paket.
Beberapa layanan yang dikenal masyarakat Indonesia antara lain:
- GrabFood: Layanan pesan-antar makanan dan minuman.
- GrabMart: Layanan belanja kebutuhan sehari-hari.
- GrabExpress: Layanan pengiriman barang dan dokumen.
Segmen ini menghasilkan pendapatan dari layanan kepada konsumen, mitra merchant, serta berbagai layanan pendukung seperti iklan.
3. Layanan Keuangan Digital (Financial Services)
Selain transportasi dan pengiriman, Grab mengembangkan layanan keuangan digital untuk memperluas ekosistemnya.
Layanan dalam segmen ini mencakup pembayaran digital, pinjaman, dan layanan perbankan melalui entitas terkait. Di Indonesia, misalnya, Grab memiliki keterkaitan dengan Superbank.
Segmen Financial Services menjadi salah satu area pengembangan Grab karena perusahaan dapat memanfaatkan jaringan pengguna dan mitra merchant untuk memperluas akses layanan keuangan.
Baca juga: Alibaba: Kenali Sejarah, Pemilik, Bisnis, dan Sahamnya
Bagaimana Grab Menghasilkan Uang?

Berikut penjelasannya:
1. Komisi dan Biaya Layanan Deliveries
Grab memperoleh pendapatan dari komisi mitra merchant dan pengemudi melalui layanan seperti GrabFood, GrabMart, dan GrabExpress. Perusahaan juga mendapatkan biaya pengiriman dari konsumen di pasar tertentu serta pendapatan iklan dari merchant yang mempromosikan produk melalui platform Grab.
2. Komisi dan Biaya Platform Mobility
Melalui layanan GrabBike dan GrabCar, perusahaan mendapatkan komisi dari mitra pengemudi serta biaya platform dari konsumen. Grab juga memperoleh pendapatan dari iklan dan biaya penyewaan kendaraan melalui layanan GrabRentals.
3. Pendapatan Layanan Keuangan Digital
Grab memperoleh pendapatan dari layanan keuangan, seperti bunga pinjaman, biaya transaksi pembayaran digital, layanan perbankan digital, factoring, dan komisi asuransi.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, segmen Deliveries menyumbang 53,4% dari total pendapatan Grab, Mobility sebesar 36,2%, dan Financial Services sebesar 10,3%. Dengan demikian, bisnis pesan-antar menjadi kontributor pendapatan terbesar Grab pada periode tersebut.
Apa Itu Saham Grab (GRAB)?

Saham Grab adalah instrumen investasi yang memberikan eksposur kepada investor terhadap kinerja Grab Holdings Limited.
Grab resmi tercatat di Nasdaq pada Desember 2021 setelah menyelesaikan kombinasi bisnis dengan Altimeter Growth Corp. Saham kelas A perusahaan diperdagangkan menggunakan kode GRAB.
Dengan membeli saham GRAB, investor dapat memperoleh eksposur terhadap perkembangan bisnis transportasi online, pesan-antar, dan layanan keuangan digital Grab di Asia Tenggara.
Explore Saham Grab di Nanovest
Investor Indonesia dapat memperoleh eksposur terhadap saham perusahaan Amerika Serikat melalui aplikasi investasi saham AS, Nanovest. Melalui Nanovest, kamu bisa mulai investasi dari Rp5.000.
Sebelum membeli saham GRAB, pelajari terlebih dahulu laporan keuangan, strategi bisnis, dan persaingan di industri teknologi Asia Tenggara. Dengan begitu, keputusan investasi dapat didasarkan pada kondisi perusahaan dan tujuan keuangan, bukan hanya popularitas aplikasinya.






