Alibaba adalah perusahaan teknologi asal China yang bergerak di bidang e-commerce, komputasi awan (cloud computing), dan kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan ini dikenal melalui platform seperti Alibaba.com, AliExpress, Taobao, dan Lazada.
Simak selengkapnya!
Apa Itu Alibaba?
Alibaba Group Holding Limited adalah perusahaan teknologi multinasional yang berkantor pusat di Hangzhou, China. Perusahaan ini membangun ekosistem digital yang menghubungkan konsumen, pedagang, merek, dan perusahaan melalui berbagai platform.
Salah satu bisnis utamanya adalah e-commerce. Melalui Alibaba.com, misalnya, perusahaan membantu pelaku usaha mencari pemasok dan melakukan transaksi perdagangan lintas negara.
Namun, Alibaba juga mengembangkan bisnis lain seperti layanan cloud melalui Alibaba Cloud dan teknologi AI melalui keluarga model Qwen.
Dengan cakupan tersebut, Alibaba tidak hanya dikenal sebagai perusahaan marketplace, tetapi juga sebagai perusahaan teknologi yang menyediakan infrastruktur dan layanan digital.
Sejarah Berdirinya Alibaba
Alibaba didirikan pada 1999 di Hangzhou, China, oleh Jack Ma bersama 17 orang lainnya. Pada awalnya, perusahaan ini dibangun untuk membantu usaha kecil dan menengah memanfaatkan internet agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Platform pertama yang dikembangkan adalah Alibaba.com, sebuah marketplace B2B yang mempertemukan bisnis dengan pemasok dari berbagai negara.
Seiring pertumbuhan bisnis internet, Alibaba memperluas layanan ke perdagangan konsumen, pembayaran digital, cloud computing, dan teknologi lainnya.
Berikut beberapa tonggak penting dalam perkembangan Alibaba:
Siapa Pendiri dan Pemilik Alibaba?

Alibaba didirikan oleh Jack Ma bersama 17 orang lainnya pada 1999. Jack Ma merupakan mantan guru bahasa Inggris yang melihat peluang internet untuk membantu bisnis berkembang dan menjangkau pasar global.
Namun, Jack Ma bukan satu-satunya orang yang membangun Alibaba. Salah satu tokoh penting lainnya adalah Joseph Tsai, yang turut mendirikan perusahaan dan kini menjabat sebagai Chairman.
Saat ini, Alibaba merupakan perusahaan terbuka yang sahamnya dimiliki oleh berbagai investor, baik institusi maupun individu. Karena itu, tidak tepat jika Alibaba disebut hanya dimiliki oleh Jack Ma.
Berikut beberapa tokoh penting dalam perusahaan:
- Jack Ma: Salah satu pendiri Alibaba Group.
- Joseph Tsai: Co-founder dan Chairman Alibaba Group.
- Eddie Wu: CEO Alibaba Group.
Eddie Wu menjabat sebagai CEO sejak 2023 dan memimpin arah pengembangan perusahaan, termasuk bisnis e-commerce, cloud computing, dan AI.
Baca juga: Siapa Pemilik Shopee Saat Ini? Kekayaan, Perusahaan dan Sahamnya
Apa Saja Bisnis Alibaba?
Alibaba memiliki beberapa kelompok bisnis yang melayani kebutuhan konsumen, pelaku usaha, hingga perusahaan teknologi. Berikut lini bisnis utamanya.
1. E-commerce di China
Alibaba mengelola sejumlah platform perdagangan digital di pasar China, seperti:
- Taobao: Marketplace yang menghubungkan penjual dengan konsumen.
- Tmall: Platform e-commerce yang berfokus pada merek dan penjual resmi.
- 1688.com: Marketplace grosir yang menghubungkan bisnis dengan pemasok di China.
- Xianyu: Platform jual beli barang bekas atau barang yang tidak lagi digunakan.
Melalui platform tersebut, Alibaba memperoleh pendapatan dari layanan kepada pedagang, transaksi penjualan, dan berbagai layanan pendukung perdagangan.
2. E-commerce Internasional
Alibaba juga memiliki bisnis yang menjangkau pasar di luar China. Beberapa platform yang berada dalam kelompok bisnis internasionalnya antara lain:
- Alibaba.com: Marketplace B2B untuk perdagangan grosir lintas negara.
- AliExpress: Platform belanja online yang menghubungkan konsumen dengan penjual dari berbagai negara.
- Lazada: Platform e-commerce yang beroperasi di Asia Tenggara.
- Trendyol: Platform e-commerce yang berfokus pada pasar Turki dan kawasan sekitarnya.
Lini bisnis ini membantu Alibaba memperluas jangkauan perdagangan digital secara global.
3. Alibaba Cloud
Alibaba Cloud merupakan layanan komputasi awan yang menyediakan infrastruktur dan teknologi untuk perusahaan. Layanannya mencakup penyimpanan data, komputasi, database, keamanan, hingga kebutuhan pengembangan AI.
Bisnis cloud menjadi salah satu fokus pertumbuhan Alibaba karena semakin banyak perusahaan membutuhkan infrastruktur digital untuk mengelola data dan menjalankan aplikasi.
4. Artificial Intelligence (AI)
Alibaba juga mengembangkan teknologi kecerdasan buatan melalui keluarga model AI Qwen.
Teknologi ini digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pemrosesan bahasa, pemrograman, hingga pengembangan aplikasi berbasis AI.
Pengembangan AI juga terhubung dengan bisnis cloud Alibaba karena perusahaan dan pengembang membutuhkan infrastruktur komputasi untuk menjalankan model AI.
Baca juga: Spotify: Kenali Pemilik, Sejarah, Fitur, dan Sahamnya
Bagaimana Kinerja Bisnis Alibaba?

Kinerja Alibaba dapat dilihat dari pendapatan dan perkembangan masing-masing segmen bisnisnya.
Pada tahun fiskal 2026 yang berakhir pada 31 Maret 2026, Alibaba mencatatkan pendapatan sebesar RMB1,02 triliun atau sekitar US$148,4 miliar. Angka tersebut meningkat sekitar 3% dibandingkan tahun fiskal sebelumnya.
Sementara itu, pendapatan Alibaba Cloud Intelligence Group mencapai RMB158,1 miliar, tumbuh sekitar 34% dibandingkan tahun fiskal 2025.
Pada kuartal yang berakhir 30 Juni 2026, Alibaba membukukan pendapatan RMB268,95 miliar atau sekitar US$39,64 miliar. Pendapatan tersebut tumbuh 9% secara tahunan.
Bisnis cloud juga mencatatkan perkembangan positif. Pendapatan eksternal Alibaba Cloud tumbuh 45% secara tahunan, didorong oleh meningkatnya permintaan layanan AI dan komputasi.
Meski begitu, pertumbuhan pendapatan tidak selalu diikuti kenaikan laba. Pada kuartal yang sama, laba bersih Alibaba turun sekitar 75% secara tahunan menjadi RMB10,44 miliar. Perusahaan menyebut peningkatan investasi teknologi dan sejumlah faktor non-operasional sebagai bagian dari penyebab penurunan tersebut.
Data ini menunjukkan bahwa investor perlu memperhatikan pendapatan, profitabilitas, dan besarnya investasi perusahaan, bukan hanya pertumbuhan bisnisnya.
Apa Itu Saham Alibaba (BABA)?

Saham Alibaba adalah instrumen investasi yang memberikan eksposur kepada investor terhadap kinerja perusahaan Alibaba Group.
Alibaba tercatat di New York Stock Exchange (NYSE) pada 19 September 2014 dengan kode saham BABA. Perusahaan juga tercatat di Bursa Hong Kong dengan kode 9988 untuk perdagangan dalam dolar Hong Kong dan 89988 untuk perdagangan dalam renminbi.
Investor Indonesia dapat mempertimbangkan saham Amerika seperti Alibaba melalui Nanovest, aplikasi investasi multi-aset yang menyediakan akses ke saham Amerika mulai dari Rp5.000. Telah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).






