Nama Sulianto Indria Putra mulai dikenal publik sebagai salah satu investor muda Indonesia yang aktif di dunia trading, kripto, dan bisnis digital.
Perjalanannya menarik perhatian karena ia mulai membangun penghasilan sendiri sejak usia belia, sebelum akhirnya terjun ke pasar saham dan aset kripto.
Lantas, siapa Sulianto Indria Putra, bagaimana perjalanan kariernya, dan apa pesan yang bisa dipelajari dari pengalamannya?
Siapa Sulianto Indria Putra?
Sulianto Indria Putra adalah entrepreneur dan investor muda asal Indonesia yang dikenal melalui aktivitasnya di bidang investasi, aset kripto, dan bisnis digital. Ia juga dikenal dengan nama panggilan Suli.
Namanya mulai mendapat perhatian publik setelah sejumlah media memberitakan pencapaian finansialnya di usia muda. Media Indonesia pada Mei 2025 memberitakan bahwa Sulianto telah meraih US$1 juta saat berusia 18 tahun. Kemudian, pada November 2025, Media Indonesia dan Liputan6 memberitakan nilai aset pribadinya mencapai lebih dari Rp100 miliar ketika berusia 19 tahun.
Perjalanan Karier Sulianto Indria Putra
Perjalanan Sulianto tidak langsung dimulai dari dunia trading. Ia lebih dahulu mencoba berbagai pekerjaan dan bisnis digital untuk mendapatkan penghasilan sendiri.
1. Memulai Bisnis Sejak Usia Muda
Sebelum dikenal sebagai investor, Sulianto sudah mencoba berbisnis sejak usia sekolah. Ia pernah berjualan stik es krim kepada teman-temannya, kemudian mencoba pekerjaan digital seperti jasa desain grafis dan pembuatan konten.
Dalam wawancaranya dengan Media Indonesia pada Mei 2025, Sulianto menceritakan pengalamannya mengerjakan desain untuk Instagram.
“Fee-nya 1 post bisa 100 sampai 200 ribu.”
Dari pekerjaan tersebut, ia mengaku pernah memperoleh penghasilan hingga sekitar Rp15 juta. Penghasilan itu kemudian menjadi modal awal untuk mengenal dunia investasi.
Pengalaman ini menjadi titik awal perjalanan finansialnya. Ia tidak hanya mengandalkan uang saku, tetapi mulai membangun penghasilan melalui keterampilan digital.
2. Mulai Investasi Saham Saat Pandemi
Sulianto mulai mengenal investasi saham pada 2020, ketika pandemi COVID-19 membuat pasar saham mengalami tekanan.
Dengan modal awal sekitar Rp3,2 juta, ia mulai mempelajari dan membeli saham. Karena belum memenuhi persyaratan usia untuk membuka akun sendiri, ia menggunakan akun atas nama orang tuanya.
Dalam wawancara yang dimuat Media Indonesia, ia menceritakan bahwa investasi saham pertamanya memberikan keuntungan lebih dari 100% dalam waktu kurang dari satu tahun.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin tertarik mempelajari pasar keuangan. Namun, keuntungan pada periode tertentu tidak berarti investasi saham selalu menghasilkan keuntungan. Harga saham tetap dipengaruhi kondisi perusahaan, ekonomi, sentimen pasar, dan berbagai risiko lainnya.
3. Mengalami Kerugian Saat Mencoba Forex
Setelah mendapatkan pengalaman dari pasar saham, Sulianto mulai mempelajari instrumen lain, salah satunya forex atau perdagangan valuta asing.
Namun, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan sesuai harapan. Dalam wawancara dengan Liputan6, ia mengungkapkan pernah mengalami kerugian hampir 80% ketika mencoba trading forex.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan investasinya. Pasalnya, potensi keuntungan di pasar keuangan selalu berjalan beriringan dengan risiko kerugian.
Kerugian tersebut juga menunjukkan bahwa pengalaman memperoleh keuntungan di satu instrumen tidak otomatis membuat seseorang mampu menguasai instrumen lainnya. Setiap pasar memiliki karakteristik, mekanisme, dan tingkat risiko yang berbeda.
4. Mendalami Investasi Kripto
Setelah pengalaman di saham dan forex, Sulianto mulai mendalami cryptocurrency atau aset kripto.
Ia mempelajari teknologi blockchain dan karakteristik aset digital sebelum lebih jauh terlibat dalam pasar kripto. Media Indonesia pada Mei 2025 memberitakan bahwa Sulianto berhasil mengumpulkan Rp20 miliar pertamanya dari perjalanan yang dibangun sejak 2021.
Dalam pemberitaan pada November 2025, Media Indonesia dan Liputan6 kemudian mengangkat pencapaian aset pribadinya yang disebut telah mencapai lebih dari Rp100 miliar saat berusia 19 tahun.
Bisnis dan Komunitas yang Dibangun Sulianto Indria Putra
Selain aktif di dunia investasi, Sulianto juga mengembangkan inisiatif di bidang edukasi dan bisnis digital.
1. Trade With Suli

Trade With Suli atau TWS merupakan komunitas edukasi yang didirikan Sulianto pada akhir 2023.
Komunitas ini berfokus pada pembelajaran seputar investasi, trading, dan aset kripto. Melalui berbagai kanal digital seperti YouTube dan Discord, Trade With Suli menjadi wadah bagi anggota untuk memperoleh informasi dan berdiskusi mengenai pasar keuangan.
Media Indonesia pada Mei 2025 melaporkan bahwa komunitas tersebut telah memiliki lebih dari 60.000 anggota.
Menariknya, Sulianto menyampaikan bahwa tujuan membangun komunitas ini bukan sekadar untuk dikenal karena pencapaian finansialnya.
“Saya tidak ingin dikenal karena uang, tapi karena dampak.”
Pernyataan tersebut dimuat Media Indonesia pada November 2025. Ia ingin Trade With Suli menjadi ruang belajar yang menekankan kejujuran, transparansi, dan etika finansial.
2. Konten.com
Selain Trade With Suli, Sulianto juga mengembangkan bisnis digital bernama Konten.com.
Bersama Andrew Jonathan, ia mendirikan Konten.com pada 20 Mei 2026. Platform ini dikembangkan sebagai clipping marketplace yang menghubungkan brand dengan kreator konten, khususnya para clipper.
Secara sederhana, clipping adalah aktivitas mengubah konten berdurasi panjang menjadi potongan video yang lebih singkat. Potongan tersebut kemudian dapat digunakan untuk menjangkau audiens melalui berbagai platform digital.
Melalui konsep marketplace, Konten.com berupaya mempertemukan kebutuhan brand dalam mempromosikan produk dengan peluang kerja bagi para kreator konten.
Bisnis ini menunjukkan bahwa aktivitas Sulianto tidak hanya berkaitan dengan investasi, tetapi juga pengembangan ekosistem ekonomi kreator.
Kegiatan Sosial Sulianto Indria Putra
Selain investasi dan bisnis, Sulianto juga diberitakan terlibat dalam kegiatan sosial.
Salah satunya adalah dukungan terhadap pembangunan fasilitas pendidikan PAUD Sehati di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan tersebut disebut dalam pemberitaan mengenai perjalanan Sulianto pada 2025.
Pada Februari 2026, ia juga diberitakan menggagas bantuan finansial jangka panjang bagi guru honorer di Kupang, Nusa Tenggara Timur, melalui komunitas Trade With Suli.
Inisiatif tersebut muncul setelah ia menyoroti kondisi penghasilan guru honorer yang dinilai belum memadai.
Kegiatan ini memperlihatkan bahwa aktivitas yang dibangunnya juga mencakup inisiatif sosial, di luar kegiatan investasi dan bisnis digital.
Baca juga: Andry Hakim: Profil, Perjalanan, dan Strategi Investasi Saham
Pesan Sulianto Indria Putra untuk Anak Muda dan Trader Pemula

1. Cari Penghasilan Terlebih Dahulu Sebelum Berinvestasi
Menurut Sulianto, anak muda sebaiknya membangun sumber penghasilan terlebih dahulu sebelum terlalu fokus menginvestasikan uang.
Dalam wawancara dengan Liputan6 pada Mei 2025, ia mengingatkan:
“Jangan kebalik soalnya generasi Gen Z sekarang kebalik. Investasi dari hasil uang jajan dulu baru cari duit.”
Pesan ini relevan bagi pemula. Investasi membutuhkan modal, sedangkan modal idealnya berasal dari penghasilan yang tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari.
2. Jangan Terjebak FOMO Melihat Keberhasilan Orang Lain
FOMO atau Fear of Missing Out adalah rasa takut tertinggal dari suatu peluang atau tren. Dalam investasi, kondisi ini dapat membuat seseorang membeli aset hanya karena melihat orang lain memperoleh keuntungan.
Sulianto mengingatkan anak muda agar tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai alasan untuk terburu-buru mengambil keputusan.
“Jangan kemakan FOMO saat ngelihat orang lain sukses.”
Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki jalan dan waktu yang berbeda. Artinya, investor tidak perlu memaksakan diri mengikuti strategi orang lain tanpa memahami risiko dan kemampuan finansialnya sendiri.
3. Mulai dengan Modal Kecil dan Pahami Risiko
Untuk trader pemula, Sulianto menekankan pentingnya belajar sebelum menggunakan modal besar.
Dalam wawancara yang dimuat Media Indonesia pada Mei 2025, ia menyampaikan:
“Mulai dengan modal kecil, buat rencana trading yang jelas, dan pahami risiko sebelum terjun ke pasar.”
Pesan tersebut menekankan bahwa trading bukan sekadar menebak arah harga. Trader perlu memiliki rencana, memahami instrumen yang diperdagangkan, serta menentukan batas risiko yang sanggup ditanggung.
4. Jangan Hanya Mengejar Kekayaan, Pahami Prosesnya
Sulianto juga menyoroti kebiasaan sebagian orang yang ingin cepat kaya tanpa mau mempelajari proses di baliknya.
Dalam pemberitaan Media Indonesia pada November 2025, ia menyampaikan:
“Banyak orang mau cepat kaya, tapi tidak mau paham proses.”
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa hasil investasi tidak bisa dipisahkan dari proses belajar, evaluasi, dan pengelolaan risiko.
Keuntungan yang diperoleh seseorang tidak selalu dapat diulang dengan cara yang sama. Kondisi pasar bisa berubah, sehingga keputusan investasi perlu disesuaikan dengan situasi dan kemampuan masing-masing.
Baca juga: Kalimasada: Profil, Strategi Investasi Crypto, dan Perjalanannya
Pelajaran Investasi dari Perjalanan Sulianto Indria Putra

Perjalanan Sulianto dapat memberikan beberapa gambaran bagi anak muda yang ingin mulai mengenal dunia bisnis dan investasi. Namun, yang perlu dipelajari bukan hanya pencapaian finansialnya, melainkan juga proses dan risiko yang pernah dihadapi.
1. Bangun Penghasilan Sebelum Berinvestasi
Salah satu langkah awal Sulianto adalah membangun penghasilan melalui pekerjaan digital.
Hal ini menjadi pengingat bahwa investasi membutuhkan modal. Bagi pemula, membangun keterampilan dan sumber penghasilan dapat menjadi langkah awal sebelum mengalokasikan uang ke instrumen investasi.
2. Pelajari Instrumen Sebelum Menggunakan Modal
Pengalaman Sulianto di saham, forex, dan kripto menunjukkan bahwa setiap instrumen memiliki karakteristik berbeda.
Investor perlu memahami cara kerja instrumen, faktor yang memengaruhi harga, serta risiko yang mungkin muncul sebelum menempatkan modal.
3. Jangan Hanya Berfokus pada Keuntungan
Keuntungan besar memang menarik perhatian, tetapi risiko kerugian juga perlu diperhitungkan.
Pengalaman kerugian saat trading forex menjadi pengingat bahwa keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada potensi keuntungan. Manajemen risiko, pengendalian emosi, dan evaluasi keputusan juga penting.
4. Kembangkan Pengetahuan dan Keterampilan
Selain berinvestasi, Sulianto mengembangkan bisnis digital dan komunitas edukasi.
Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan menghasilkan uang tidak hanya berasal dari aktivitas investasi. Keterampilan digital, kemampuan membaca peluang, dan pengembangan bisnis juga dapat menjadi sumber pertumbuhan finansial.
Investasi di Berbagai Aset dalam Satu Aplikasi
Akses saham Amerika, emas, dan kripto melalui Nanovest.
Kesimpulan
Sulianto Indria Putra merupakan investor muda sekaligus entrepreneur yang dikenal melalui aktivitasnya di pasar saham, forex, kripto, dan bisnis digital.
Perjalanannya dimulai dari pekerjaan freelance desain hingga membangun pengalaman investasi. Ia kemudian mendirikan Trade With Suli sebagai komunitas edukasi dan mengembangkan Konten.com bersama rekannya.
Salah satu pesan penting dari Sulianto adalah jangan terburu-buru mengejar keuntungan hanya karena melihat keberhasilan orang lain. Membangun penghasilan, memahami instrumen, dan mengelola risiko merupakan bagian penting sebelum terjun ke dunia investasi.






