Saham Amazon (AMZN) melemah setelah perusahaan merilis laporan kuartal III 2026 pada Kamis, 29 Oktober, waktu AS. Reuters melaporkan penurunan sekitar 7% dalam perdagangan setelah jam bursa, menyusul hasil keuangan dan proyeksi yang mengecewakan pasar.
AWS justru mencatat pertumbuhan tercepat dalam hampir lima tahun. Namun, investor juga menghadapi besarnya pengeluaran infrastruktur serta proyeksi bisnis menjelang musim belanja akhir tahun.
Pendapatan dan Laba Amazon Meleset dari Ekspektasi
Amazon mencatat pendapatan US$201,9 miliar, di bawah konsensus Bloomberg sebesar US$202,25 miliar yang dikutip Yahoo Finance. Laba per saham atau EPS mencapai US$1,89, sementara analis memperkirakan US$1,97.
Pendapatan tetap tumbuh 12% dibandingkan setahun sebelumnya. Amazon menjelaskan bahwa Prime Day bergeser ke kuartal II di sebagian besar negara besar, sedangkan pada 2025 seluruh acara berlangsung pada kuartal III.
Menurut perusahaan, tanpa perubahan waktu tersebut, pertumbuhan pendapatan kuartal III akan sekitar 4 poin persentase lebih tinggi. Perbedaan kalender ini perlu diperhitungkan saat membandingkan pertumbuhan tahunan.
AWS Menopang Sebagian Besar Laba Operasi
Pendapatan Amazon Web Services atau AWS naik 39,3% menjadi sekitar US$46 miliar, melampaui pertumbuhan 37% pada kuartal sebelumnya. Kinerja ini menjadi pertumbuhan tercepat unit cloud tersebut dalam hampir lima tahun.
Dalam paparan hasil keuangan, manajemen menyebut laba operasi AWS mencapai US$17,8 miliar dengan margin operasi 38,7%. Sebagai perbandingan, pendapatan konsolidasi Amazon sebesar US$201,9 miliar dan laba operasinya US$28,1 miliar.
Berdasarkan perhitungan atas angka yang dibulatkan tersebut, AWS menghasilkan sekitar 63% laba operasi Amazon, meskipun porsinya hanya sekitar 23% dari pendapatan. Perhitungan ini memperlihatkan besarnya kontribusi cloud terhadap profitabilitas perusahaan.
Mengapa Laba Bersih Turun Saat Laba Operasi Naik?
Amazon membukukan laba operasi US$28,1 miliar dengan margin 13,9%, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Namun, laba bersih turun menjadi US$20,7 miliar dari US$21,2 miliar setahun sebelumnya.
Perbedaan arah ini dipengaruhi keuntungan investasi Anthropic sebesar US$9,5 miliar sebelum pajak yang masuk ke pendapatan non operasional pada kuartal III 2025. Amazon menyebut faktor pembanding tersebut sebagai penyebab utama penurunan laba bersih.
Karena itu, membaca penurunan laba bersih perlu disertai pemeriksaan sumber pendapatannya. Hasil operasi dan keuntungan investasi memiliki pengaruh berbeda terhadap angka laba yang dilaporkan.
Belanja Infrastruktur Menekan Arus Kas Bebas
Reuters melaporkan arus kas bebas Amazon menjadi negatif US$42,4 miliar untuk 12 bulan yang berakhir September 2026, dibandingkan positif US$14,8 miliar pada periode pembanding. Pembelian properti dan peralatan pada kuartal III mencapai US$77,26 miliar.
Sementara itu, arus kas operasi 12 bulan terakhir meningkat 29% menjadi US$168,3 miliar. Artinya, kegiatan operasi masih menghasilkan kas, tetapi pengeluaran investasi menekan sisa kas setelah belanja modal neto. Angka arus kas bebas negatif tersebut juga menggunakan periode 12 bulan, berbeda dari laba bersih kuartalan.
Dalam konferensi hasil keuangan, Andy Jassy mempertahankan rencana belanja modal tunai sekitar US$220 miliar pada 2026, mayoritas untuk AWS. Ia juga memperkirakan pengeluaran 2027 akan meningkat secara berarti, tanpa memberikan angka pasti.
Proyeksi Kuartal IV Menambah Tekanan pada AMZN
Amazon memperkirakan pendapatan kuartal IV berada pada rentang US$240 miliar hingga US$247 miliar. Titik tengahnya, US$243,5 miliar, lebih rendah daripada ekspektasi US$244,5 miliar.
Proyeksi laba operasi berada pada rentang US$28,5 miliar hingga US$33,5 miliar. Titik tengah US$31 miliar juga di bawah perkiraan analis sebesar US$32,99 miliar.
Konsensus tersebut masih berada di dalam rentang proyeksi perusahaan. Jadi, perbandingan yang perlu diperhatikan adalah titik tengah proyeksi terhadap konsensus, bukan menganggap seluruh rentangnya berada di bawah ekspektasi.
Di sisi AWS, Jassy memperkirakan pertumbuhan pendapatan di atas 40% pada masing-masing 2027 dan 2028. Angka ini merupakan proyeksi manajemen yang realisasinya masih perlu dibuktikan.
Bagi pembaca yang mengikuti Amazon (AMZN), laporan berikutnya akan memberi gambaran lebih lanjut tentang pertumbuhan cloud, pengeluaran infrastruktur, dan kemampuan mengubah pendapatan menjadi arus kas bebas.
AWS Melesat 39%, Saham Amazon Justru Turun. Pantau AMZN!
Bagaimana pergerakan saham AMZN selanjutnya? Pantau melalui Nanovest dan ikuti perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips.
Investasi saham mengandung risiko, termasuk volatilitas harga dan potensi kehilangan modal. Pelajari fundamental perusahaan dan sesuaikan keputusan investasi dengan profil risikomu.
Referensi +
- Yahoo Finance: Amazon earnings live: Q3 earnings miss sends stock lower
- Amazon News Release: Amazon.com Announces Third Quarter Results
- CNBC: Amazon AWS posts 39% revenue growth as cloud rivals also accelerate






