Ketika pasar kembali bergejolak, perhatian investor tidak hanya tertuju pada seberapa cepat perusahaan tumbuh, tetapi juga bagaimana hasil pertumbuhan tersebut digunakan.
Wall Street menutup perdagangan Kamis, 22 Oktober, dengan pelemahan tajam pada saham teknologi. Nasdaq turun 2,60% dan S&P 500 melemah 1,21%, sedangkan Dow Jones relatif tidak berubah. Kekhawatiran terhadap besarnya belanja infrastruktur AI kembali meningkat setelah laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi menunjukkan tekanan terhadap arus kas dan kebutuhan pendanaan.
Di tengah kondisi tersebut, perkembangan perusahaan di luar tema AI menjadi semakin menarik. Netflix menunjukkan peningkatan profitabilitas sekaligus memperluas bisnis iklan. JPMorgan mengembangkan infrastruktur pembayaran berbasis blockchain untuk nasabah institusional, sementara Bank of America kembali menetapkan pembagian dividen reguler.
Ketiga perkembangan ini menempatkan Netflix (NFLX), JPMorgan Chase (JPM), dan Bank of America (BAC) dalam radar investor dengan katalis yang berbeda, mulai dari pertumbuhan laba, inovasi layanan keuangan, hingga konsistensi pengembalian modal kepada pemegang saham.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 23 Oktober 2026
1. Netflix Inc. (NFLX) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp1.190.815
- Target Price 1: Rp1.272.926
- Target Price 2: Rp1.350.250
- Stop Loss: Rp1.102.836
Mengapa Menarik?
Netflix menunjukkan pertumbuhan yang solid pada Q3 2026, dengan pendapatan mencapai US$12,87 miliar atau meningkat sekitar 12% YoY. Laba operasional melonjak 37% menjadi sekitar US$4,46 miliar, sementara margin operasi naik menjadi 34,6% dari 28,2% pada periode yang sama tahun sebelumnya. EPS sebesar US$0,87 juga melampaui konsensus US$0,82, mencerminkan peningkatan profitabilitas di tengah persaingan industri streaming.
Bisnis periklanan menjadi salah satu sumber pertumbuhan berikutnya. Netflix memperkirakan pendapatan iklan meningkat lebih dari 80% sepanjang 2026 dan berencana memperluas jangkauan layanan iklannya ke 15 negara tambahan mulai Maret 2027. Strategi ini membuka peluang monetisasi di luar biaya berlangganan, terutama melalui pengembangan teknologi iklan dan peningkatan keterlibatan penonton.
Untuk FY2026, Netflix memproyeksikan pendapatan sekitar US$51,1 miliar atau tumbuh 13% YoY, dengan margin operasi sekitar 31,5%. Perusahaan juga melakukan pembelian kembali saham senilai sekitar US$4,8 miliar pada Q3. Namun, manajemen menurunkan estimasi pendapatan iklan tahunan menjadi sekitar US$2,7 miliar dari sebelumnya US$3 miliar akibat peluncuran beberapa fitur iklan yang lebih lambat dari rencana. Dengan forward P/E sekitar 19 kali berdasarkan data Research, pertumbuhan iklan, investasi konten, dan kemampuan mempertahankan margin menjadi faktor penting bagi prospek NFLX.
2. JP Morgan Chase & Co. (JPM) —BUY
- Range Buy: Rp6.025.855
- Target Price 1: Rp6.166.922
- Target Price 2: Rp6.273.693
- Stop Loss: Rp5.847.200
Mengapa Menarik?
JPMorgan terus memperkuat bisnis perbankan melalui kombinasi pertumbuhan nasabah dan inovasi teknologi finansial. Salah satu perkembangan terbaru adalah perluasan JPM Coin ke jaringan Ethereum pada 19 Oktober 2026, melalui unit blockchain Kinexys. Token simpanan berbasis dolar AS tersebut tersedia bagi klien institusional untuk mendukung transaksi berbasis blockchain, memperluas kemampuan pembayaran digital dan pengelolaan likuiditas.
Di sisi lain, JPMorgan mengambil pendekatan lebih hati-hati terhadap penggunaan agen AI eksternal yang mengakses rekening nasabah. Langkah ini mencerminkan upaya menjaga keamanan data dan kontrol transaksi seiring berkembangnya layanan keuangan berbasis AI. Pengembangan teknologi tersebut melengkapi kekuatan bisnis perbankan tradisional, terutama melalui basis simpanan yang besar dan hubungan jangka panjang dengan nasabah.
Pada Q3 2026, simpanan konsumen JPMorgan meningkat 4% YoY, dengan tambahan sekitar 650.000 rekening giro bersih. Profitabilitas tetap kuat, tercermin dari ROTCE sebesar 20%. Manajemen memperkirakan NII di luar aktivitas pasar mencapai sekitar US$107 miliar pada 2027, dengan sebagian besar kenaikan prospek berasal dari pertumbuhan simpanan dan pinjaman kartu kredit. Namun, persaingan suku bunga simpanan, perpindahan dana ke produk dengan imbal hasil lebih tinggi, serta risiko ekonomi tetap perlu dicermati. Keberhasilan menjaga pertumbuhan nasabah dan mengembangkan layanan digital akan menjadi faktor penting bagi prospek JPM.
3. Bank of America Corporation (BAC) —BUY
- Range Buy: Rp917.430
- Target Price 1: Rp935.996
- Target Price 2: Rp950.000
- Stop Loss: Rp893.652
Mengapa Menarik?
Bank of America kembali menunjukkan komitmen pengembalian modal kepada pemegang saham melalui pengumuman dividen kuartalan terbaru. Pada 21 Oktober 2026, perusahaan menetapkan dividen tunai sebesar US$0,32 per saham biasa, yang dijadwalkan dibayarkan pada 24 Desember 2026 kepada pemegang saham tercatat per 4 Desember 2026.
Selain itu, Bank of America mengumumkan dividen sebesar US$1,75 per saham preferen Seri B, dengan jadwal pembayaran pada 25 Januari 2027. Pembagian dividen reguler menjadi salah satu daya tarik BAC bagi investor yang mencari potensi pendapatan berkala dari saham sektor perbankan, meskipun besaran dividen pada periode berikutnya tetap bergantung pada keputusan perusahaan dan kondisi keuangannya.
Dari sisi fundamental bisnis, Bank of America memiliki skala operasional yang luas dengan lebih dari 69 juta klien dan sekitar 60 juta pengguna digital terverifikasi. Layanannya mencakup perbankan ritel, pengelolaan kekayaan, perbankan investasi, dan perdagangan global. Diversifikasi tersebut mendukung sumber pendapatan perusahaan, sementara pengembangan layanan digital membantu meningkatkan akses dan efisiensi. Namun, perubahan suku bunga, biaya dana, kualitas kredit, serta kondisi ekonomi AS tetap menjadi risiko yang perlu diperhatikan. Ke depan, kemampuan mempertahankan profitabilitas dan konsistensi pengembalian modal menjadi katalis penting bagi BAC.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| Netflix Inc. (NFLX) | Spec. Buy | Rp1.190.815 | Rp1.272.926 | Rp1.350.250 | Rp1.102.836 |
| JP Morgan Chase & Co. (JPM) | Buy | Rp6.025.855 | Rp6.166.922 | Rp6.273.693 | Rp5.847.200 |
| Bank of America Corporation (BAC) | Buy | Rp917.430 | Rp935.996 | Rp950.000 | Rp893.652 |
Kesimpulan
Di tengah tekanan pasar, perkembangan bisnis perusahaan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai peluang dan risikonya. NFLX menunjukkan pertumbuhan laba operasional serta peluang ekspansi iklan, JPM memperkuat layanan pembayaran digital sambil menjaga pertumbuhan simpanan, sementara BAC menawarkan konsistensi dividen yang didukung skala bisnis perbankan. Ketiganya memiliki sumber pertumbuhan dan karakter risiko berbeda, sehingga profitabilitas, inovasi, serta disiplin pengelolaan modal tetap menjadi faktor penting bagi investor.
Pantau Peluang Investasi Hari Ini
Pantau NFLX, JPM, dan BAC melalui aplikasi Nanovest dan ikuti perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






