Pasar kripto kembali menghadapi tekanan setelah data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan kekhawatiran terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) kehilangan sebagian kenaikannya pada Rabu, 14 Oktober 2026, sebelum pelemahan meluas ke sejumlah altcoin pada perdagangan berikutnya.
Menurut laporan Decrypt pada Kamis, 15 Oktober, kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turun 2,5% menjadi sekitar US$2,8 triliun. Ethereum, XRP, dan Solana (SOL) mengalami penurunan persentase yang lebih besar dibandingkan Bitcoin.
Koreksi tersebut terjadi ketika investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, sementara penguatan dolar AS dan perubahan ekspektasi suku bunga turut memengaruhi sentimen pasar.
Bitcoin dan Ethereum Melemah Setelah Inflasi AS Naik
Bitcoin dan Ethereum sempat mengawali perdagangan Rabu dengan kenaikan dibandingkan pembukaan hari sebelumnya. Namun, penguatan tersebut berkurang setelah Amerika Serikat merilis data inflasi September yang melampaui ekspektasi.
Menurut Yahoo Finance, Bitcoin dibuka pada US$83.092,65 pada 14 Oktober, naik 1,6% dibandingkan harga pembukaan Selasa. Pada pukul 09.15 waktu New York, BTC turun ke sekitar US$82.418,56.
Ethereum menunjukkan pola serupa. ETH dibuka pada US$2.496,22, meningkat 2,1% dibandingkan pembukaan sebelumnya, sebelum melemah menjadi US$2.461,69 pada waktu pengamatan yang sama.
Tekanan pasar kemudian berlanjut pada Kamis, 15 Oktober. Berdasarkan data yang dilaporkan Decrypt, Bitcoin turun 3,1% dalam 24 jam dan melemah 2,6% selama sepekan, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$1,6 triliun.
Penurunan lebih besar terjadi pada sejumlah altcoin utama. Ethereum terkoreksi 5,5% dalam 24 jam sehingga kapitalisasi pasarnya berada di sekitar US$289 miliar. Sementara itu, XRP melemah 5,1% dengan kapitalisasi pasar US$82,4 miliar, sedangkan Solana (SOL) turun 3,8% menjadi sekitar US$60,6 miliar.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan tidak hanya terjadi pada Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga meluas ke aset kripto dengan kapitalisasi pasar besar lainnya.
Besarnya penurunan altcoin dibandingkan Bitcoin menjadi salah satu perhatian pasar karena aset-aset tersebut umumnya lebih sensitif terhadap perubahan likuiditas dan selera risiko investor.
Inflasi AS Capai 3,7%, Ekspektasi Suku Bunga Berubah
Pemicu utama tekanan pasar berasal dari laporan Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat untuk September 2026.
Data menunjukkan inflasi tahunan meningkat menjadi 3,7%, melampaui konsensus pasar sebesar 3,6% dan lebih tinggi dari inflasi Agustus yang tercatat 3,4%. Secara bulanan, CPI naik 0,6%, juga lebih tinggi dibandingkan perkiraan 0,5%.
Tekanan harga turut terlihat pada inflasi inti, yang mengecualikan komponen pangan dan energi. CPI inti meningkat 0,3% secara bulanan, dibandingkan perkiraan 0,2%. Secara tahunan, inflasi inti mencapai 2,6%, naik dari 2,4% pada Agustus dan melampaui ekspektasi 2,5%.
Data tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan inflasi belum cukup mereda untuk memungkinkan Federal Reserve melonggarkan kebijakan moneternya.
Menurut Yahoo Finance, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober yang tercermin dalam CME FedWatch meningkat hingga mendekati 50% setelah laporan CPI dirilis.
Perubahan itu cukup signifikan dibandingkan awal pekan, ketika pasar memperkirakan peluang The Fed tidak menaikkan suku bunga pada Oktober mencapai hampir 80%. Sementara itu, Decrypt mencatat bahwa pasar prediksi Myriad memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Oktober sebesar 28% pada saat laporannya diterbitkan.
Perbedaan angka tersebut mencerminkan penggunaan platform dan waktu pengamatan yang berbeda, tetapi keduanya menunjukkan bahwa keputusan suku bunga The Fed masih menjadi sumber ketidakpastian.
Bagi pasar kripto, ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dapat menjadi tekanan karena kondisi pendanaan yang lebih ketat cenderung mengurangi minat terhadap aset berisiko.
Kondisi tersebut turut diperburuk oleh penguatan dolar AS, yang menurut laporan Decrypt sempat mencapai level tertinggi dalam hampir 18 bulan.
Dolar yang lebih kuat dapat memperketat kondisi likuiditas global dan meningkatkan tekanan terhadap aset kripto yang diperdagangkan dalam denominasi dolar.
Altcoin Tertekan, Investor Kurangi Posisi Berisiko
Selain perubahan ekspektasi suku bunga, koreksi pasar kripto juga disertai perubahan posisi investor di pasar derivatif.
Menurut Nick Forster, pendiri platform perdagangan opsi Derive.xyz, aktivitas lindung nilai atau hedging di platform tersebut meningkat dua kali lipat ketika investor mulai menyesuaikan eksposur terhadap risiko makroekonomi. Sejumlah investor besar juga dilaporkan mengurangi posisi yang sebelumnya dibangun berdasarkan ekspektasi kenaikan harga aset kripto.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai lebih memprioritaskan perlindungan portofolio dibandingkan menambah eksposur terhadap potensi kenaikan harga. Tekanan paling besar terlihat pada altcoin yang memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap perubahan kondisi pasar.
Peneliti senior CoinShares, Luke Nolan, menilai altcoin cenderung mengalami penurunan lebih tajam ketika kondisi keuangan mengetat karena pergerakan harganya lebih bergantung pada likuiditas dan selera risiko.
Pola tersebut menyerupai kondisi pasar saham, ketika aset yang sebelumnya mengalami kenaikan besar dapat menghadapi koreksi lebih dalam saat investor mengurangi risiko. Selain faktor makro, aksi ambil untung setelah penguatan selama beberapa bulan terakhir turut berkontribusi terhadap pelemahan altcoin.
Menurut Max Shannon dari Bitwise Europe, open interest kontrak berjangka altcoin, tidak termasuk Ethereum, telah turun sekitar US$8 miliar sejak awal Oktober.
Penurunan open interest menunjukkan berkurangnya posisi kontrak derivatif yang masih terbuka dan dapat mencerminkan penarikan sebagian modal dari aktivitas perdagangan berjangka.
Ethereum juga menghadapi tekanan setelah sebelumnya mengungguli kinerja Bitcoin selama tiga bulan berturut-turut, untuk pertama kalinya sejak Maret 2021. Kondisi tersebut diikuti aktivitas realisasi keuntungan oleh investor.
Di pasar ETF, produk investasi Ethereum mencatat arus keluar bersih selama 11 hari perdagangan berturut-turut dengan total US$782,8 juta, sebelum sempat memperoleh arus masuk pada Selasa.
Namun, berdasarkan data CoinGlass yang dikutip Decrypt, arus dana kembali negatif dengan arus keluar bersih sebesar US$129,5 juta setelah pemulihan singkat tersebut.
Kombinasi penarikan modal dari derivatif, arus keluar ETF, dan tekanan makroekonomi membantu menjelaskan mengapa Ethereum serta sejumlah altcoin mengalami koreksi lebih dalam dibandingkan Bitcoin.
Arah Suku Bunga The Fed dan Bitcoin US$80.000 Jadi Sorotan
Setelah koreksi pada pertengahan Oktober, perhatian pasar tertuju pada perkembangan ekspektasi suku bunga Federal Reserve dan kemampuan Bitcoin mempertahankan level harga penting.
Menurut Nolan, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober dapat membantu memperbaiki sentimen terhadap aset kripto. Sebaliknya, apabila data ekonomi berikutnya kembali memperkuat kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat, tekanan terhadap Bitcoin dan altcoin berpotensi berlanjut.
Pergerakan dolar AS juga menjadi faktor yang perlu dicermati. Penguatan dolar dapat membatasi pemulihan aset berisiko, terutama ketika investor global mengurangi eksposur terhadap instrumen yang lebih volatil.
Dari sisi harga, area US$80.000 pada Bitcoin menjadi salah satu level yang diperhatikan pelaku pasar. Apabila Bitcoin kehilangan dukungan di sekitar area tersebut, tekanan jual berpotensi meluas ke altcoin yang selama periode koreksi menunjukkan sensitivitas lebih tinggi.
Sebaliknya, pemulihan Bitcoin yang cukup kuat di atas US$80.000 dapat membantu memperbaiki sentimen dan membuka ruang bagi kenaikan sejumlah altcoin.
Namun, kedua skenario tersebut masih bergantung pada kondisi pasar dan tidak dapat dianggap sebagai kepastian arah harga.
Shannon dari Bitwise Europe juga menilai bahwa sebagian pelemahan altcoin dapat berkaitan dengan fase konsolidasi setelah periode kinerja yang kuat.
Dalam kondisi pasar yang tertekan, altcoin cenderung bergerak searah dengan Bitcoin, tetapi dengan perubahan harga yang lebih besar.
Karena itu, arah pasar kripto dalam waktu dekat akan dipengaruhi oleh kombinasi kebijakan The Fed, pergerakan dolar, arus modal institusional, serta kemampuan Bitcoin mempertahankan level harganya.
Bagi investor, perkembangan ini menunjukkan pentingnya memantau faktor makroekonomi selain aktivitas dan fundamental masing-masing aset kripto, terutama ketika volatilitas pasar meningkat.
Kripto Lagi Bergejolak, Sudah Pantau Aset Favoritmu?
Inflasi AS dan ekspektasi suku bunga The Fed kembali memengaruhi pergerakan Bitcoin dan altcoin. Pantau harga BTC, ETH, SOL, serta aset kripto lainnya melalui Nanovest. Jangan lewatkan juga berita terbaru seputar pasar kripto dan ekonomi global di News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Referensi +
- Yahoo Finance: Bitcoin and ethereum prices today, Wednesday, October 14, 2026: Crypto prices sliding after higher-inflation report
- Decrypt: Ethereum, Altcoins See 'Outsized Drawdowns' Due to Macro Pressures






