Standard Chartered resmi meluncurkan layanan kripto di UAE untuk klien affluent-nya. Ini kali pertama bank tersebut menawarkan perdagangan aset digital langsung di pasar mana pun, sekaligus menjadi layanan sejenis pertama dari bank internasional di Uni Emirat Arab. Pengumuman ini disampaikan melalui press release resmi Standard Chartered tertanggal 14 Oktober 2026.
Lewat layanan Standard Chartered kripto UAE ini, nasabah yang memenuhi kriteria dapat bertransaksi Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) tanpa perlu membuka akun di bursa terpisah. Cukup gunakan rekening bank Standard Chartered yang sudah mereka miliki.
Bagaimana Layanan Ini Bekerja
Infrastruktur layanan berjalan melalui kolaborasi antara divisi Wealth and Retail Banking (WRB) dan Corporate and Investment Banking (CIB), ditopang platform Zodia Markets yang didukung SC Ventures. Otoritas regulasi aset virtual Dubai (VARA) memberikan persetujuan lisensi untuk layanan ini.
Standard Chartered mengadopsi model closed-loop. Seluruh proses kustodi dan penyelesaian transaksi dikelola langsung oleh bank di dalam ekosistemnya sendiri. Pendekatan ini meminimalkan paparan nasabah terhadap risiko yang biasanya muncul dari dompet pihak ketiga. Kustodi berskala institusi, likuiditas, dan akses klien terintegrasi dalam satu ekosistem end-to-end.
Siapa yang Bisa Akses Layanan Kripto Standard Chartered UAE
Layanan ini pertama kali dibuka untuk klien Professional Investor di UAE. Standard Chartered berencana memperluasnya ke pasar lain, meski belum ada jadwal pasti. Detail seperti persyaratan minimum saldo, batas transaksi, atau biaya layanan tidak diungkapkan dalam pengumuman resmi.
Respons Manajemen
Samir Subberwal, Global Head Wealth Solutions, Retail Products, Data & Analytics Standard Chartered, menyebut langkah ini sebagai tonggak penting. “Dengan aset digital bergerak ke percakapan wealth arus utama, klien semakin mencari tidak hanya akses, tetapi juga keamanan, kepercayaan, dan keyakinan yang datang dari berinvestasi melalui institusi yang teregulasi dan tepercaya,” ujarnya.
Rola Abu Manneh, CEO Standard Chartered UAE, Middle East and Pakistan, menambahkan bahwa UAE dipilih karena pendekatan progresif negara itu terhadap inovasi dan lingkungan regulasi yang kuat. “Ini juga mencerminkan kepentingan strategis UAE dalam jaringan kami sebagai salah satu dari empat global wealth hubs,” katanya.
Bagian dari Proposisi Aset Digital yang Lebih Luas
Layanan baru ini melengkapi proposisi aset digital Standard Chartered yang mencakup kustodi, perdagangan, dan kapabilitas tokenisasi. Ketiganya ditopang oleh ekosistem ventures bank—terutama Zodia Markets dan Libeara.
Sebelumnya, Standard Chartered sudah menawarkan akses ke ETF kripto melalui platform perdagangan ekuitasnya. Bank juga menyediakan produk terstruktur dan derivatif OTC untuk klien yang memenuhi syarat.
Pertanyaan yang Tersisa
Apakah model closed-loop ini akan menjadi standar baru untuk perbankan kripto? Jika ya, nasabah mungkin harus memilih antara kenyamanan dan keamanan institusional versus fleksibilitas dan kontrol penuh atas aset mereka.
Untuk saat ini, arahnya sudah jelas. Aset digital semakin masuk ke dalam layanan wealth inti bank-bank global. Menurut analisis pasar, langkah Standard Chartered kripto UAE ini menjadi salah satu sinyal bahwa bank tradisional mulai serius menggarap segmen aset digital. Bagi investor yang ingin memahami bagaimana institusi besar mengakumulasi aset kripto, pola di balik akumulasi Bitcoin institusional bisa menjadi bacaan yang relevan.
Referensi +
- Standard Chartered unveils first-of-its-kind cryptocurrency trading solution for affluent clients






