Bank of America (BAC), salah satu bank terbesar di Amerika Serikat, menghadapi sanksi regulasi lebih dari US$1,21 miliar setelah otoritas AS menemukan kegagalan dalam sistem pencegahan pencucian uang dan pemantauan aktivitas keuangan mencurigakan.
Sanksi tersebut diumumkan Departemen Keuangan AS pada Selasa, 13 Oktober 2026. Regulator menemukan bahwa Bank of America selama bertahun-tahun tidak menjalankan sejumlah kewajiban kepatuhan secara memadai, termasuk pelaporan transaksi mencurigakan dan pemeriksaan terhadap rekening lembaga keuangan asing.
Pengumuman ini muncul kurang dari sehari sebelum Bank of America dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal III 2026 pada Rabu, 14 Oktober.
Kabar tersebut turut menekan saham BAC dalam perdagangan setelah jam bursa. Perusahaan juga telah mengonfirmasi bahwa sanksi tersebut akan memengaruhi laba yang dilaporkan untuk kuartal III.
Bank of America Didenda Lebih dari US$1,21 Miliar
Departemen Keuangan AS melalui Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) menjatuhkan denda sebesar US$1,2 miliar kepada Bank of America atas pelanggaran kewajiban anti pencucian uang.
Denda tersebut menjadi yang terbesar ketiga dalam sejarah penegakan hukum FinCEN, setelah sanksi terhadap Binance sebesar US$3,4 miliar pada 2023 dan TD Bank sebesar US$1,3 miliar pada 2024.
Office of the Comptroller of the Currency (OCC), regulator perbankan AS, juga menetapkan denda perdata sebesar US$750 juta, yang merupakan sanksi terbesar dalam sejarah lembaga tersebut.
Namun, denda OCC diperhitungkan sebagai bagian dari penyelesaian FinCEN, bukan ditambahkan di atas US$1,2 miliar.
Secara terpisah, Office of Foreign Assets Control (OFAC) mengumumkan penyelesaian sebesar US$11,6 juta terkait 475 dugaan pelanggaran program sanksi AS, termasuk yang berkaitan dengan Rusia dan Iran.
Dengan demikian, total sanksi dan penyelesaian regulasi yang diumumkan mencapai sekitar US$1,2116 miliar.
Tindakan tersebut menjadi salah satu sanksi kepatuhan terbesar yang dikenakan terhadap lembaga perbankan AS dalam beberapa tahun terakhir.
Regulator Temukan Kegagalan Pelaporan Transaksi US$5 Miliar
Pelanggaran utama yang diidentifikasi regulator berkaitan dengan kegagalan Bank of America mempertahankan sistem pemantauan transaksi dan pelaporan aktivitas mencurigakan yang memadai.
Menurut Departemen Keuangan AS, bank tersebut gagal melaporkan tepat waktu transaksi mencurigakan senilai lebih dari US$5 miliar.
Dari jumlah tersebut, lebih dari US$1 miliar melibatkan aktivitas yang berkaitan dengan risiko keamanan nasional dan prioritas penegakan hukum lainnya.
Regulator mengidentifikasi sejumlah indikator aktivitas yang berpotensi berkaitan dengan jaringan pencucian uang China, perdagangan narkotika, penipuan, serta pencucian uang berbasis perdagangan.
Meski demikian, nilai US$5 miliar tersebut merupakan jumlah transaksi yang seharusnya dilaporkan sebagai aktivitas mencurigakan, bukan nilai dana yang seluruhnya telah terbukti berasal dari tindak pidana.
Dalam penyelesaiannya dengan FinCEN, Bank of America mengakui telah secara sengaja melanggar ketentuan Bank Secrecy Act (BSA), termasuk kegagalan mempertahankan program anti pencucian uang yang memadai, menjalankan pemeriksaan terhadap rekening korespondensi asing, dan menyampaikan laporan aktivitas mencurigakan secara tepat waktu.
Regulator juga menemukan kelemahan dalam pengawasan internal, termasuk sistem yang tidak memadai untuk menentukan transaksi mana yang memerlukan investigasi lebih lanjut.
Menurut Departemen Keuangan, bank terlalu bergantung pada investigasi penegak hukum dan informasi dari lembaga keuangan lain untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan.
Kegagalan tersebut dinilai telah berlangsung lama dan mencerminkan masalah yang lebih luas dalam pengendalian internal perusahaan.
Sanksi Baru Menyusul Masalah Kepatuhan Sejak 2024
Sanksi terbaru bukan merupakan tindakan regulasi pertama terhadap sistem anti pencucian uang Bank of America.
Pada Desember 2024, OCC telah mengeluarkan perintah penghentian dan perbaikan yang mewajibkan bank mengatasi kelemahan dalam sistem kepatuhan BSA dan anti pencucian uang.
Perintah tersebut mencakup perbaikan sistem pendeteksian transaksi mencurigakan, prosedur pemeriksaan pelanggan, serta mekanisme pelaporan kepada regulator. Namun, menurut OCC, Bank of America belum menunjukkan kemajuan yang memadai dalam memperbaiki sejumlah masalah tersebut.
Sebagai bagian dari penyelesaian terbaru, bank diwajibkan melakukan peninjauan independen terhadap transaksi mencurigakan yang sebelumnya tidak terdeteksi.
Penilaian oleh pihak ketiga juga akan mencakup efektivitas sistem pemantauan transaksi, pemeriksaan pelanggan, dan pengawasan rekening korespondensi asing. Bank of America menyatakan telah menginvestasikan miliaran dolar dalam teknologi kepatuhan dan melibatkan ribuan karyawan untuk menangani risiko kejahatan keuangan.
Perusahaan juga menyampaikan bahwa upaya perbaikan telah berjalan dan biaya pelaksanaannya sudah tercermin dalam basis pengeluaran operasional saat ini.
Dengan demikian, selain kewajiban membayar denda, Bank of America masih harus menyelesaikan langkah-langkah perbaikan untuk memenuhi persyaratan regulator.
Saham BAC Turun, Denda Akan Tekan Laba Kuartal III
Pengumuman sanksi tersebut langsung mendapat respons dari pasar saham. Pada Selasa, 13 Oktober 2026, saham Bank of America ditutup di sekitar US$53,96, turun 1,14% selama sesi reguler.
Dalam perdagangan setelah jam bursa, saham BAC kembali melemah sekitar 2,29% menjadi US$52,73 setelah berita denda diumumkan.
Pergerakan tersebut terjadi menjelang rilis laporan keuangan kuartal III Bank of America yang dijadwalkan pada Rabu, 14 Oktober.
Bank memperkirakan akan mencatat beban sebesar US$1,2 miliar yang tidak dapat dikurangkan dari pajak dalam laporan keuangan kuartal tersebut. Beban ini diperkirakan mengurangi laba bersih sekitar US$0,17 per saham.
Meski dampak finansial langsung dari denda telah diungkapkan, investor masih perlu mencermati perkembangan biaya kepatuhan, pelaksanaan perbaikan sistem, serta hasil operasional perusahaan.
Sanksi tersebut tidak disertai pembatasan terhadap ukuran aset Bank of America. Namun, kewajiban peninjauan independen dan perbaikan pengawasan internal tetap menjadi bagian dari tindak lanjut regulasi.
Menjelang pengumuman earnings, perhatian pasar akan tertuju pada bagaimana beban denda memengaruhi laba yang dilaporkan, serta perkembangan pendapatan bunga, kualitas kredit, dan kinerja bisnis perbankan Bank of America secara keseluruhan.
Bank of America Kena Denda, Bagaimana Prospek BAC?
Sanksi US$1,2 miliar menjadi perhatian baru menjelang earnings Bank of America. Pantau saham BAC dan saham AS lainnya melalui Nanovest, serta ikuti perkembangan sektor perbankan dan update pasar terbaru di News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Referensi +
- Yahoo Finance: Bank of America hit with $1.2 billion penalty over money laundering failures
- CNBC: Bank of America fined $1.2 billion over money-laundering violations
- International Business Times: Bank of America Hit With $1.2 Billion Fine Over Failure to Report $5 Billion in Suspicious Transactions






