Terdapat berbagai perusahaan perbankan dengan karakter bisnis yang berbeda.
Ada bank besar dengan bisnis yang terdiversifikasi, bank yang fokus pada segmen mikro dan UMKM, bank dengan fokus pembiayaan perumahan, hingga bank digital.
Yuk, simak daftar saham bank ini!
Apa Itu Saham Bank?
Saham bank adalah saham perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di bidang perbankan. Bisnis utamanya berkaitan dengan menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit atau pembiayaan.
Bank juga memperoleh pendapatan dari berbagai layanan seperti transaksi, kartu, digital banking, treasury, dan jasa keuangan lainnya.
Karena model bisnisnya berkaitan erat dengan kredit dan dana pihak ketiga, perubahan suku bunga serta kondisi ekonomi dapat memengaruhi kinerja bank.
Daftar Saham Bank di Indonesia

Berikut beberapa saham perusahaan perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia:
BBCA — PT Bank Central Asia Tbk
BCA merupakan salah satu bank swasta terbesar di Indonesia dengan bisnis yang mencakup perbankan transaksi, kredit korporasi, komersial, dan konsumer. BCA juga memiliki basis nasabah ritel yang besar serta mengembangkan layanan perbankan digital.
BMRI — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Bank Mandiri merupakan bank BUMN dengan bisnis yang mencakup segmen korporasi, komersial, mikro, dan ritel. Selain layanan perbankan konvensional, Bank Mandiri juga mengembangkan ekosistem digital melalui layanan seperti Livin’ by Mandiri dan Kopra.
BBRI — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
BRI memiliki fokus kuat pada segmen mikro, UMKM, dan ritel. Jaringan layanan yang luas membuat BRI memiliki basis nasabah yang besar, terutama di segmen usaha mikro dan kecil.
BBNI — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
BNI merupakan bank BUMN yang melayani segmen korporasi, komersial, dan konsumer. BNI juga memiliki aktivitas perbankan internasional untuk mendukung kebutuhan nasabah yang melakukan kegiatan bisnis lintas negara.
BBTN — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
BTN dikenal dengan bisnis pembiayaan perumahan, terutama Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Posisi tersebut membuat kinerja BBTN berkaitan erat dengan perkembangan sektor properti dan kebijakan perumahan.
BRIS — PT Bank Syariah Indonesia Tbk
BSI merupakan bank syariah yang menyediakan layanan perbankan berdasarkan prinsip syariah. Bisnisnya mencakup pembiayaan konsumer, mikro, komersial, serta berbagai layanan transaksi dan digital banking.
BNGA — PT Bank CIMB Niaga Tbk
CIMB Niaga menyediakan layanan perbankan untuk segmen konsumer, komersial, dan korporasi. Bank ini juga mengembangkan layanan digital untuk transaksi dan kebutuhan nasabah.
NISP — PT Bank OCBC NISP Tbk
OCBC Indonesia melayani berbagai segmen nasabah, mulai dari konsumer hingga bisnis dan korporasi. Bank ini merupakan bagian dari grup OCBC yang berbasis di Singapura.
MEGA — PT Bank Mega Tbk
Bank Mega menyediakan layanan perbankan untuk nasabah korporasi, komersial, dan konsumer. Bank ini juga memiliki keterkaitan dengan ekosistem bisnis CT Corp.
BBKP — PT Bank KB Bukopin Tbk
Bank KB Bukopin merupakan bank yang melayani kebutuhan perbankan ritel, komersial, dan korporasi. Bank ini merupakan bagian dari KB Financial Group dari Korea Selatan.
Saham Bank Berdasarkan Jenis Bisnis
Tidak semua bank memiliki strategi bisnis yang sama. Berdasarkan fokusnya, saham perbankan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori.
Bank BUMN
Kelompok ini mencakup:
- BMRI
- BBRI
- BBNI
- BBTN
Bank BUMN memiliki peran besar dalam sistem keuangan Indonesia dan menjalankan berbagai segmen bisnis, mulai dari kredit korporasi hingga pembiayaan masyarakat.
Bank Swasta
Contohnya:
- BBCA
- BNGA
- NISP
- MEGA
Bank swasta umumnya memiliki strategi bisnis yang beragam, termasuk perbankan ritel, korporasi, transaksi, dan digital banking.
Bank Syariah
Salah satu saham bank syariah yang tercatat di BEI adalah BRIS. Bank syariah menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah dengan produk pembiayaan dan layanan yang memiliki struktur berbeda dari bank konvensional.
Bank Digital
Perkembangan teknologi juga mendorong munculnya bank dengan model bisnis yang lebih berorientasi digital. Beberapa emiten yang dapat dikaitkan dengan tema bank digital antara lain ARTO, BBYB, BANK, dan AGRO.
Namun, label bank digital tidak otomatis berarti seluruh pendapatan perusahaan hanya berasal dari layanan digital. Investor tetap perlu melihat laporan keuangan dan model bisnis masing-masing bank.
Saham Perbankan Amerika

Selain saham bank di Indonesia, investor juga dapat mengakses saham perbankan Amerika Serikat melalui bursa saham AS. Industri perbankan Amerika mencakup bank komersial, bank investasi, bank regional, serta perusahaan jasa keuangan yang menyediakan layanan kredit, transaksi, investasi, dan pengelolaan aset.
Berikut beberapa contoh saham perbankan Amerika yang banyak dikenal di pasar global.
JPM — JPMorgan Chase & Co.
JPMorgan Chase merupakan salah satu perusahaan jasa keuangan terbesar di Amerika Serikat. Bisnisnya mencakup perbankan konsumer, perbankan komersial, investment banking, pengelolaan aset, dan layanan transaksi. Saham JPM diperdagangkan di New York Stock Exchange dengan ticker JPM.
BAC — Bank of America Corporation
Bank of America menyediakan layanan perbankan untuk nasabah individu, bisnis, dan korporasi. Bisnisnya mencakup consumer banking, commercial banking, wealth management, serta layanan investasi. Saham Bank of America tercatat di New York Stock Exchange dengan ticker BAC.
WFC — Wells Fargo & Company
Wells Fargo merupakan perusahaan jasa keuangan yang menyediakan layanan perbankan konsumer, kredit, perbankan komersial, dan pengelolaan kekayaan. Saham Wells Fargo diperdagangkan di New York Stock Exchange dengan ticker WFC.
C — Citigroup Inc.
Citigroup merupakan perusahaan jasa keuangan global yang memiliki bisnis perbankan konsumer, layanan kartu, perbankan korporasi, serta layanan keuangan untuk nasabah institusi. Saham Citigroup tercatat di bursa Amerika dengan ticker C.
GS — The Goldman Sachs Group, Inc.
Goldman Sachs dikenal sebagai perusahaan jasa keuangan yang berfokus pada investment banking, pasar modal, perdagangan, pengelolaan aset, dan layanan untuk nasabah institusi. Saham Goldman Sachs diperdagangkan di New York Stock Exchange dengan ticker GS.
MS — Morgan Stanley
Morgan Stanley bergerak di bidang investment banking, wealth management, dan investment management. Perusahaan ini melayani korporasi, institusi, pemerintah, serta investor individu melalui berbagai layanan keuangan.
USB — U.S. Bancorp
U.S. Bancorp merupakan perusahaan jasa keuangan yang menyediakan layanan perbankan konsumer, komersial, pembayaran, serta layanan perbankan untuk bisnis. Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu bank besar di Amerika Serikat.
PNC — PNC Financial Services Group
PNC menyediakan layanan perbankan untuk individu, usaha kecil, perusahaan menengah, dan korporasi. Bisnisnya mencakup consumer banking, commercial banking, serta layanan pengelolaan aset.
COF — Capital One Financial Corporation
Capital One dikenal melalui bisnis kartu kredit, pembiayaan konsumer, dan layanan perbankan. Perusahaan ini memiliki eksposur yang besar terhadap bisnis kartu kredit dan pinjaman konsumen.
SCHW — Charles Schwab Corporation
Charles Schwab merupakan perusahaan jasa keuangan yang menyediakan layanan broker, investasi, pengelolaan kekayaan, dan perbankan. Berbeda dari bank komersial tradisional, bisnis Schwab lebih banyak berkaitan dengan layanan investasi dan nasabah brokerage.
Investasi Saham Amerika dalam Satu Aplikasi
Akses saham perusahaan global seperti Apple, Tesla, dan Microsoft melalui Nanovest.
Faktor yang Memengaruhi Saham Bank
1. Pertumbuhan Kredit
Kredit merupakan salah satu sumber pendapatan utama bank. Ketika penyaluran kredit tumbuh, pendapatan bunga berpotensi meningkat.
Bank Indonesia mencatat kredit perbankan tumbuh 13,58% secara tahunan pada Juli 2026, setelah tumbuh 12,67% pada Juni. Pertumbuhan tersebut menunjukkan penyaluran kredit masih menjadi bagian penting dalam perkembangan intermediasi perbankan.
2. Suku Bunga
Suku bunga memengaruhi biaya dana dan harga kredit bank.
Perubahan suku bunga dapat berdampak pada margin bunga, permintaan kredit, serta keputusan masyarakat dalam menyimpan atau meminjam dana.
3. Dana Pihak Ketiga
Dana pihak ketiga atau DPK merupakan dana yang dihimpun bank dari masyarakat melalui giro, tabungan, dan deposito.
Kemampuan bank memperoleh dana dengan biaya yang efisien dapat membantu menjaga profitabilitas.
4. Net Interest Margin
Net Interest Margin (NIM) menunjukkan kemampuan bank menghasilkan pendapatan bunga bersih dari aset produktifnya.
NIM menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan karena perubahan biaya dana dan tingkat bunga kredit dapat memengaruhi margin bank.
5. Kredit Bermasalah
Pertumbuhan kredit perlu dilihat bersama kualitas kredit.
Salah satu indikator yang umum digunakan adalah Non-Performing Loan (NPL). NPL yang meningkat dapat menunjukkan memburuknya kualitas kredit dan berpotensi meningkatkan biaya pencadangan.
6. Profitabilitas
Investor dapat melihat indikator seperti:
- Return on Equity (ROE);
- Return on Assets (ROA);
- laba bersih;
- NIM;
- cost to income ratio.
Kombinasi indikator tersebut memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai efisiensi dan profitabilitas bank.
Prospek Saham Bank di Masa Depan
Prospek saham bank sangat berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan pembiayaan masyarakat serta dunia usaha.
Ketika aktivitas ekonomi meningkat, kebutuhan terhadap kredit modal kerja, investasi, konsumsi, dan pembiayaan perumahan dapat ikut berkembang. Namun, pertumbuhan kredit tetap perlu diikuti dengan pengelolaan risiko agar kualitas aset tetap terjaga.
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit berada pada kisaran 8%–12%, dengan dukungan kapasitas pembiayaan bank dan masih besarnya fasilitas kredit yang belum digunakan.
Di sisi lain, investor perlu memperhatikan kualitas pertumbuhan tersebut. Kredit yang tumbuh cepat belum tentu menghasilkan kinerja yang lebih baik jika diikuti peningkatan kredit bermasalah atau biaya pencadangan.
Karena itu, prospek saham bank sebaiknya dianalisis melalui kombinasi pertumbuhan kredit, kualitas aset, NIM, efisiensi, profitabilitas, permodalan, dan valuasi.
Baca juga: 15+ Saham Consumer Goods di Indonesia dan Amerika yang Potensial
Cara Menganalisis Saham Bank
Sebelum membeli saham bank, beberapa indikator yang dapat diperhatikan adalah:
Pertumbuhan kredit
Lihat apakah pertumbuhan kredit berasal dari segmen yang sehat dan berkelanjutan.
NIM
Perhatikan kemampuan bank mempertahankan margin di tengah perubahan suku bunga dan biaya dana.
NPL
Bandingkan kualitas kredit antarperiode dan dengan bank sejenis.
ROE dan ROA
Gunakan untuk melihat kemampuan bank menghasilkan laba dari modal dan aset yang dimiliki.
CASA
Komposisi dana murah seperti giro dan tabungan dapat membantu bank mengendalikan biaya dana.
Cost to Income Ratio
Indikator ini dapat digunakan untuk melihat efisiensi operasional bank.
CAR
Capital Adequacy Ratio menunjukkan tingkat kecukupan modal bank dalam menghadapi risiko.
Valuasi
Rasio seperti PBV dan PER dapat dibandingkan dengan kinerja historis serta bank sejenis.
Risiko Investasi Saham Bank
Saham perbankan tetap memiliki sejumlah risiko, antara lain:
- kenaikan kredit bermasalah;
- perlambatan pertumbuhan kredit;
- perubahan suku bunga;
- meningkatnya biaya dana;
- tekanan terhadap margin bunga;
- perlambatan ekonomi;
- risiko likuiditas;
- perubahan regulasi;
- risiko teknologi dan keamanan siber.
Baca juga: 15+ Saham Sawit di Indonesia dan Dunia yang Menarik
Cara Membeli Saham Bank
Saham bank dapat dibeli melalui perusahaan sekuritas yang menyediakan akses perdagangan saham.
Langkah umumnya:
- Membuka rekening saham.
- Melakukan verifikasi identitas.
- Menyetorkan dana ke rekening dana nasabah.
- Mencari kode saham bank.
- Menentukan harga dan jumlah saham.
- Memasukkan order beli melalui aplikasi sekuritas.
Kesimpulan
Saham bank menjadi salah satu kelompok saham penting karena industri perbankan memiliki peran besar dalam menghimpun dana dan menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat serta dunia usaha.
FAQ Saham Bank
Referensi +
- Tinjauan Kebijakan Moneter Agustus 2026-Bank Indonesia






