Beberapa hari terakhir investor sibuk bertanya apakah boom AI mulai kehilangan tenaga. Pergerakan Kamis justru memberikan pengingat bahwa permintaan di baliknya belum mudah hilang.
Saham teknologi memimpin rebound Wall Street pada 17 September ketika harga minyak dan yield Treasury turun. Nasdaq menguat 1,69%, S&P 500 naik 1,14%, dan Dow Jones bertambah 0,62%. Rebound terjadi sehari setelah kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak 2023, menunjukkan investor kembali masuk ke saham pertumbuhan ketika sebagian tekanan makro mereda.
Yang lebih menarik terlihat dari rantai pasok AI. Pasokan memory global masih ketat akibat permintaan server AI, bahkan mendorong produsen China CXMT menyiapkan ekspansi ke NAND. Sebelumnya, tingginya biaya HBM juga telah membuat produsen chip AI China menaikkan harga produknya. Dengan kata lain, kekhawatiran terhadap valuasi dan AI spending memang belum hilang, tetapi bottleneck pada memory dan compute menunjukkan kapasitas fisik masih mengejar permintaan.
Kondisi tersebut membuat investor punya alasan untuk melihat lebih jauh dari sekadar narasi AI. Pertanyaannya sekarang adalah siapa yang paling mampu mengubah kebutuhan compute yang besar menjadi revenue dan cash flow?
Nvidia, Oracle, dan Micron berada di tiga titik penting dari rantai tersebut: accelerator, cloud infrastructure, dan memory.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 18 September 2026
1. NVIDIA Corporation (NVDA) —BUY
- Range Buy: Rp3.881.048
- Target Price 1: Rp3.953.871
- Target Price 2: Rp4.026.693
- Stop Loss: Rp3.779.096
Mengapa Menarik?
Nvidia tetap berada di pusat pembangunan infrastruktur AI karena accelerator perusahaan menjadi salah satu komponen utama untuk training dan inference model berskala besar. Kinerja Data Center menjadi mesin utama pertumbuhan, sementara permintaan terhadap sistem AI terus didukung oleh ekspansi hyperscaler, perusahaan teknologi, dan pembangunan sovereign AI.
Fundamentalnya juga mencerminkan skala monetisasi yang sudah terbentuk. Berdasarkan data Research, revenue dan laba Nvidia kembali mencatat pertumbuhan kuat, dengan gross margin sekitar 75%. Free cash flow yang besar memberi perusahaan ruang untuk terus mengembangkan generasi chip berikutnya sekaligus mengembalikan modal kepada pemegang saham melalui buyback dan dividen.
Risikonya tetap signifikan, terutama valuasi tinggi, kompetisi accelerator, pembatasan ekspor, dan potensi normalisasi belanja AI. Namun, kondisi supply chain terbaru menunjukkan permintaan AI hardware belum sepenuhnya kehilangan tenaga. Kelangkaan HBM bahkan masih menjadi kendala bagi industri, memperlihatkan bahwa kebutuhan komputasi terus mendorong permintaan komponen pendukung.
2. Oracle Corporation (ORCL) —BUY
- Range Buy: Rp2.667.722
- Target Price 1: Rp2.786.017
- Target Price 2: Rp2.904.312
- Stop Loss: Rp2.475.492
Mengapa Menarik?
Oracle menawarkan eksposur berbeda karena perusahaan bukan hanya menjual software, tetapi semakin agresif membangun kapasitas cloud untuk memenuhi permintaan AI. Pada Q1 FY2027, revenue mencapai sekitar US$19,3 miliar atau tumbuh 30% YoY, sementara laba bersih berada di US$4,7 miliar dan EPS US$1,56. Oracle Cloud Infrastructure menjadi salah satu pendorong utama dengan pertumbuhan revenue 121% menjadi US$7,4 miliar.
Visibilitas pertumbuhan menjadi daya tarik terbesarnya. Remaining performance obligations mencapai sekitar US$664 miliar, memberikan gambaran besarnya kontrak yang berpotensi dikonversi menjadi revenue dalam beberapa tahun ke depan. Oracle kini perlu terus menambah kapasitas data center untuk memenuhi permintaan tersebut.
Namun, ekspansi agresif juga berarti capex dan kebutuhan pendanaan tinggi. Karena itu, fokus berikutnya bukan lagi sekadar seberapa besar backlog Oracle, melainkan seberapa cepat backlog tersebut dapat dikonversi menjadi cloud revenue yang profitable dan akhirnya memperbaiki free cash flow. Jika eksekusinya berjalan baik, OCI berpotensi menjadi mesin pertumbuhan yang semakin besar dalam bisnis Oracle.
3. Micron Technology, Inc. (MU) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp17.290.166
- Target Price 1: Rp18.176.526
- Target Price 2: Rp19.062.886
- Stop Loss: Rp16.093.580
Mengapa Menarik?
Micron berada di salah satu bottleneck paling penting dalam pembangunan AI saat ini: memory. Pada Q3 FY2026, revenue melonjak 345,7% YoY menjadi US$41,46 miliar, sementara adjusted EPS mencapai US$25,11. Cloud Memory menghasilkan revenue US$13,77 miliar dan Core Data Center US$11,52 miliar, menunjukkan besarnya kontribusi kebutuhan server AI.
Cash generation ikut melonjak. Operating cash flow mencapai US$25,39 miliar dan adjusted free cash flow US$18,30 miliar pada kuartal tersebut. Manajemen mempertahankan guidance Q4 dengan revenue sekitar US$50 miliar dan adjusted EPS US$31,00 ± US$1,00, sementara ekspansi HBM dan produksi HBM4 menjadi katalis berikutnya.
Kondisi industri juga masih mendukung pricing. Reuters melaporkan pasokan memory global tetap ketat akibat kebutuhan AI server, sementara tingginya harga HBM bahkan telah menekan biaya produksi AI accelerator. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati karakter siklikal bisnis memory, peningkatan kapasitas pesaing, potensi perlambatan belanja AI, serta sengketa tenaga kerja di fasilitas Micron Taiwan yang masih berlangsung.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| NVDA | Buy | Rp3.881.048 | Rp3.953.871 | Rp4.026.693 | Rp3.779.096 |
| ORCL | Buy | Rp2.667.722 | Rp2.786.017 | Rp2.904.312 | Rp2.475.492 |
| MU | Spec. Buy | Rp17.290.166 | Rp18.176.526 | Rp19.062.886 | Rp16.093.580 |
Kesimpulan
Permintaan AI belum hanya terlihat dari proyeksi, tetapi juga dari keterbatasan kapasitas yang masih muncul di berbagai bagian supply chain. NVDA menangkap kebutuhan komputasi, ORCL memperbesar kapasitas cloud untuk mengejar backlog, sementara MU berada di tengah ketatnya pasokan memory AI. Setelah volatilitas beberapa hari terakhir, kemampuan mengubah permintaan tersebut menjadi revenue dan cash flow menjadi faktor yang semakin penting untuk diperhatikan.
Pantau Peluang Investasi Hari Ini
Pantau NVDA, ORCL, dan MU melalui aplikasi Nanovest dan ikuti perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






