Solana mendapat use case baru di dalam sistem perbankan AS.
Column, bank AS yang merupakan anggota Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), meluncurkan layanan stablecoin yang terintegrasi langsung dengan infrastruktur perbankannya. Dalam sistem tersebut, Solana (SOL) dipilih sebagai jaringan default, sementara Ethereum (ETH) dan blockchain utama lainnya tetap tersedia.
Integrasi itu memungkinkan pelanggan Column mengirim, menerima, serta mengonversi stablecoin seperti USDC dan USDT ke dolar AS secara instan selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu.
Perkembangan tersebut datang hampir bersamaan dengan upgrade teknis Solana melalui Transaction V1, yang meningkatkan ukuran maksimum transaksi lebih dari tiga kali lipat. Upgrade ini tidak membuat Solana memproses lebih banyak transaksi per detik, tetapi memberikan ruang lebih besar bagi pengembang untuk menjalankan operasi kompleks dalam satu transaksi.
Kombinasi keduanya menyoroti perkembangan yang lebih luas: Solana tidak hanya mengejar volume transaksi, tetapi mulai memperluas kegunaannya untuk infrastruktur keuangan yang lebih kompleks dan terhubung dengan sistem perbankan tradisional.
Column Pilih Solana untuk Transaksi Stablecoin
Integrasi Column mencoba mengurangi salah satu hambatan yang selama ini muncul antara stablecoin dan sistem perbankan tradisional.
Alamat stablecoin dan rekening bank pelanggan berada dalam satu ledger atau buku besar yang sama. Dengan struktur tersebut, konversi antara stablecoin dan dolar dapat dilakukan secara langsung tanpa membutuhkan pendanaan awal melalui perantara eksternal.
Sebagai contoh, pelanggan dapat menerima USDC di luar jam operasional bank, mengonversinya menjadi dolar, kemudian mengirim dana tersebut melalui jaringan pembayaran instan Real-Time Payments (RTP) ke rekening bank AS lainnya.
Column menyebut produk stablecoin tersebut telah mencapai volume tahunan puluhan miliar dolar.
Pemilihan Solana sebagai jaringan default juga datang ketika aktivitas stablecoin di blockchain tersebut tumbuh pesat. Menurut data Blockworks yang dikutip sumber, Solana memproses lebih dari US$4,7 triliun volume stablecoin selama setahun terakhir.
Pasokan stablecoin yang beredar di jaringan Solana juga mencapai sekitar US$14,7 miliar pada Agustus 2026, hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka tersebut menunjukkan penggunaan Solana untuk stablecoin telah berkembang melampaui aktivitas perdagangan kripto dan mulai mendapatkan relevansi untuk pembayaran serta perpindahan dana.
Transaction V1 Perbesar Ruang Transaksi hingga 3 Kali Lipat
Pada saat penggunaan institusionalnya berkembang, Solana juga melakukan perubahan pada lapisan teknis jaringan. Pada 15 September, jaringan mengaktifkan Transaction V1 yang meningkatkan ukuran maksimum transaksi dari 1.232 byte menjadi 4.096 byte, atau lebih dari tiga kali lipat.
Perubahan tersebut memungkinkan lebih banyak instruksi, tanda tangan, dan data ditempatkan dalam satu transaksi atomik. Dalam transaksi jenis ini, seluruh rangkaian operasi harus berhasil secara bersamaan atau semuanya dibatalkan.
Kapasitas yang lebih besar menjadi relevan untuk aplikasi yang membutuhkan banyak data, termasuk zero-knowledge proofs, wallet multisignature berukuran besar, operasi batch, dan transaksi kompleks lainnya yang sebelumnya sulit dimasukkan dalam batas 1.232 byte.
Transaction V1 juga menggunakan penanganan akun secara inline sebagai pengganti Address Lookup Tables pada format sebelumnya. Meski demikian, batas maksimum tetap 64 akun per transaksi.
Namun, peningkatan ukuran transaksi tidak sama dengan peningkatan throughput. Transaction V1 tidak meningkatkan jumlah transaksi per detik yang dapat diproses Solana, tidak mempercepat konfirmasi, dan tidak mengubah biaya transaksi. Upgrade tersebut memperbesar jumlah data dan kompleksitas yang dapat dimasukkan ke dalam satu transaksi.
Format lama dan Transaction V0 juga tetap dapat digunakan. Agar manfaat V1 dapat meluas, wallet, aplikasi, penyedia RPC, dan layanan pengindeks perlu memperbarui dukungan mereka terhadap format baru.
Adopsi Jadi Ujian Berikutnya bagi Solana
Dua perkembangan tersebut memberikan gambaran berbeda tetapi saling melengkapi mengenai arah ekosistem Solana.
Transaction V1 memberikan pengembang lebih banyak fleksibilitas untuk membangun aplikasi kompleks. Di sisi lain, Column memberikan contoh penggunaan blockchain tersebut dalam infrastruktur finansial yang berinteraksi langsung dengan dolar dan jaringan pembayaran perbankan AS.
Namun, keduanya belum otomatis memberikan dampak langsung terhadap harga SOL.
Transaction V1 baru akan memberikan efek lebih luas jika pengembang dan infrastruktur pendukung mengadopsi format tersebut. Begitu pula dengan integrasi Column, yang perlu dilihat dari pertumbuhan volume dan apakah model serupa kemudian diikuti institusi keuangan lainnya.
SOL sendiri sempat diperdagangkan di sekitar US$97 setelah kehilangan level psikologis US$100, menunjukkan bahwa pasar belum memberikan respons harga yang kuat terhadap aktivasi Transaction V1. Pergerakan jangka pendek juga tetap dipengaruhi kondisi pasar kripto yang lebih luas dan kebijakan moneter AS.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Solana di halaman ini.
Solana Makin Dekat dengan Sistem Finansial
Pantau SOL dan aset kripto lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan stablecoin, blockchain, dan tren pasar kripto terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- The Street: Solana gets the default spot for stablecoins at FDIC-insured bank
- Cryptonews: Solana News: Transaction V1 Expands Capacity, Price Lags






