Industri kripto memasuki salah satu pekan terpadat September dengan dua agenda besar di Washington berlangsung hampir bersamaan.
Senat AS dijadwalkan menghadapi voting prosedural penting untuk CLARITY Act pada 15 September, disusul keputusan suku bunga Federal Reserve sehari kemudian. Keduanya dapat memengaruhi dua faktor yang selama ini menjadi perhatian utama investor kripto: kepastian regulasi dan likuiditas.
Timing tersebut datang ketika pasar sedang kehilangan tenaga. Bitcoin (BTC) melemah sekitar 4% sepanjang pekan lalu ke US$76.800, Ethereum (ETH) turun 1,4% ke US$2.478, sementara XRP terkoreksi 5,6% ke US$1,34.
Di luar kripto, perdebatan mengenai risiko artificial intelligence kembali memanas setelah sejumlah pemimpin industri menyerukan agar pengembangan model tercanggih dilakukan lebih lambat. Artinya, investor memasuki pekan baru dengan beberapa katalis besar yang dapat memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko secara bersamaan.
Momen Kejelasan Regulasi Kripto Akhirnya Tiba
RUU CLARITY Act akan menjalani voting cloture penting di Senat AS pada 15 September. Menurut laporan Politico, Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer memanggil para senator Demokrat untuk rapat pada akhir pekan guna membahas sikap partai terhadap RUU tersebut.
Platform prediksi Polymarket menempatkan peluang CLARITY Act benar-benar disahkan menjadi undang-undang tahun ini hanya di angka 24%. Namun demikian, peluang RUU ini memperoleh 60 suara yang dibutuhkan untuk lolos voting cloture dinilai lebih tinggi, mengingat voting tersebut hanya akan membawa RUU ke tahap amendemen dan debat lanjutan, bukan pengesahan final.
Sejak draf pertamanya dirilis Mei 2025, RUU ini telah membengkak dua kali lipat menjadi lebih dari 630 halaman, hasil kerja panjang senator dari kedua partai selama lebih dari setahun. Draf terbaru yang dirilis pekan lalu menambahkan 14 halaman baru yang mengarahkan SEC dan CFTC untuk menentukan apakah pengendali “protokol perdagangan keuangan terdesentralisasi” wajib mematuhi ketentuan sekuritas, komoditas, dan anti pencucian uang. Namun draf tersebut belum memuat perubahan besar pada ketentuan etika yang menjadi syarat mutlak dukungan Partai Demokrat.
Presiden Donald Trump dilaporkan bertemu dengan para penasihatnya pekan lalu untuk membahas kemungkinan menerima pembatasan lebih lanjut terhadap bisnis kripto miliknya yang bernilai miliaran dolar. Penasihat kripto Gedung Putih, Patrick Witt, bahkan sempat menulis di media sosial bahwa akhir pekan itu menjadi “hari buruk untuk jadi peragu CLARITY Act”.
Draf terbaru setebal 635 halaman yang muncul hari ini dilaporkan memuat bahasa etika pemerintahan baru yang telah disetujui Gedung Putih, mengatur keterlibatan pejabat federal dengan aset digital. Senator Cynthia Lummis menyebut Gedung Putih telah setuju memberikan peran “berarti” kepada Jaksa Agung negara bagian dalam penegakan ketentuan tersebut, sesuatu yang selama ini didorong Partai Demokrat karena keraguan mereka terhadap independensi Departemen Kehakiman dalam menuntut presiden.
Raksasa AI Sepakat Perlambat Pengembangan Akibat Ketakutan “Agent Swarm“
CEO Anthropic Dario Amodei menerbitkan tulisan akhir pekan yang menyerukan perlambatan kecepatan pengembangan AI, dengan alasan laju perkembangan saat ini berisiko “melampaui kemampuan manusia memahami dan mengendalikan sistem tersebut”.
Amodei mengutip insiden OpenAI-Hugging Face pada Juli lalu, ketika sekelompok agen AI berhasil lolos dari sistem pengamanan dan meretas perusahaan lain. Ia memperingatkan bahwa dalam waktu enam hingga 12 bulan ke depan, kelompok agen semacam itu berpotensi mengambil alih seluruh jaringan internet. Kekhawatiran Amodei turut digaungkan Elon Musk, pemimpin SpaceXAI, yang menyebut pandangan Amodei benar, serta CEO OpenAI Sam Altman yang turut menyetujui kekhawatiran tersebut. OpenAI sendiri dilaporkan menunda rencana IPO-nya tahun ini.
Sejumlah pihak bahkan memperkirakan saham-saham terkait AI, yang kini menyumbang sebagian besar performa pasar saham AS, berpotensi anjlok tajam. Namun harga saham SpaceX dan Nvidia di sesi after-hours akhir pekan tercatat tetap stabil, menandakan pasar belum sepenuhnya bereaksi terhadap kekhawatiran ini.
Isu keamanan ini juga membawa konsekuensi hukum. Anthropic melaporkan Kamis lalu bahwa operator berbahasa Rusia dan China telah menggunakan Claude untuk mengotomatisasi serangan siber. Pertanyaan soal siapa yang bertanggung jawab secara hukum ketika agen AI bertindak di luar kendali masih belum menemukan jawaban pasti, meski baik pengembang maupun pengguna AI sama-sama berpotensi menghadapi gugatan hukum yang besar.
Di tengah kekhawatiran ini, Anthropic dilaporkan tengah menjajaki investasi senilai $10 miliar dari Nvidia, sebagai bagian dari rencana IPO yang berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah. Anthropic disebut menargetkan perolehan dana hingga $100 miliar dari penawaran tersebut, yang berpotensi menilai perusahaan ini mencapai sekitar $2 triliun.
The Fed Jadi Ujian Berikutnya bagi Bitcoin
Sehari setelah voting CLARITY Act, perhatian pasar akan bergeser ke kebijakan moneter.
Data Consumer Price Index (CPI) Agustus menunjukkan inflasi AS sebesar 3,4% secara tahunan. Setelah laporan tersebut, probabilitas The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 16 September meningkat menjadi sekitar 85%, dari sekitar 60% sepekan sebelumnya berdasarkan CME FedWatch Tool.
Perubahan ekspektasi tersebut datang ketika pasar kripto sedang terkoreksi.
Bitcoin menutup pekan di sekitar US$76.800 atau turun 4%, Ethereum turun 1,4% ke US$2.478, dan XRP melemah 5,6% ke US$1,34. Total kapitalisasi pasar kripto berada di sekitar US$2,61 triliun.
Arus dana institusional juga menunjukkan tekanan. ETF Bitcoin spot AS mencatat outflow sekitar US$449 juta hanya dalam tiga hari, penarikan terbesar dalam hampir dua bulan dan membalikkan sebagian dari US$3,8 miliar arus masuk bersih yang sebelumnya tercatat pada periode terkuat tahun ini.
Namun, keputusan 16 September bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Dengan peluang kenaikan bunga sudah mencapai 85%, pasar juga akan mencermati panduan The Fed mengenai arah kebijakan setelah September.
Jika kenaikan 25 basis poin sudah sepenuhnya diperhitungkan dan The Fed tidak memberikan sinyal pengetatan yang jauh lebih agresif, reaksi aset berisiko dapat lebih terbatas. Sebaliknya, indikasi bahwa suku bunga harus bertahan tinggi lebih lama atau masih berpeluang kembali dinaikkan dapat meningkatkan tekanan terhadap kripto.
Karena itu, voting CLARITY Act dan keputusan The Fed membawa dua jenis risiko yang berbeda: satu menentukan arah regulasi jangka panjang industri, sementara yang lain dapat memengaruhi kondisi likuiditas dan harga dalam jangka lebih pendek.
Keamanan Industri Ikut Jadi Sorotan
Risiko keamanan juga muncul dari dalam ekosistem kripto sendiri.
Blockstream menolak membayar imbalan yang diminta pihak yang mengklaim sebagai white-hat hacker setelah sekitar 4.000 BTC sebelumnya diambil dari Liquid Network. Sekitar 3.400 BTC telah dikembalikan, sementara pelaku meminta 10% dari dana tersebut sebagai kompensasi. Celah yang digunakan dalam serangan telah ditambal dan Liquid Network kembali beroperasi.
Sementara itu, aktivitas perdagangan kripto di Robinhood justru meningkat. Volume perdagangan kripto perusahaan naik 61% secara bulanan menjadi US$17,5 miliar pada Agustus, meskipun masih 38% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari jumlah tersebut, Bitstamp menyumbang US$10,1 miliar dan aplikasi Robinhood sekitar US$7,4 miliar.
Revolut menghadapi persoalan berbeda setelah mengakui bahwa email yang menyamar sebagai lembaga pemerintah membuat perusahaan menyerahkan data sensitif pelanggan. Informasi yang terdampak dilaporkan mencakup salinan paspor, swafoto verifikasi, dan riwayat transaksi.
Rangkaian perkembangan tersebut membuat pekan ini tidak hanya penting dari sisi harga. Regulasi, suku bunga, keamanan infrastruktur, dan perubahan narasi AI kini bertemu dalam waktu yang hampir bersamaan.
Bagi investor kripto, perhatian utama dalam beberapa hari ke depan akan tertuju pada hasil voting CLARITY Act pada 15 September dan keputusan The Fed sehari kemudian. Keduanya berpotensi memberikan petunjuk lebih jelas mengenai lingkungan regulasi dan likuiditas yang akan dihadapi pasar memasuki sisa 2026.
Siap Hadapi Pekan Krusial Kripto?
Pantau Bitcoin, Ethereum, XRP, saham AS, dan aset investasi lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan CLARITY Act, The Fed, AI, dan sentimen pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.






