Strategy (MSTR) kembali mengubah prioritas penggunaan modalnya. Setelah melakukan pembelian Bitcoin pertama sejak pertengahan Juni pada pekan sebelumnya, perusahaan yang dipimpin Executive Chairman Michael Saylor tersebut tidak menambah Bitcoin (BTC) sepanjang pekan terakhir.
Alih-alih membeli Bitcoin, Strategy mengalokasikan US$176,3 juta untuk membeli kembali saham preferen STRC, salah satu instrumen yang selama ini digunakan perusahaan untuk membantu mendanai strategi akumulasi Bitcoin.
Langkah tersebut bukan berarti Strategy meninggalkan strategi Bitcoin-nya. Perusahaan masih memegang 845.050 BTC, tetapi keputusan terbaru menunjukkan bahwa menjaga struktur pendanaan yang menopang akumulasi tersebut juga menjadi prioritas ketika kondisi pasar modal berubah.
Strategy Beli Kembali STRC Senilai US$176 Juta
Dalam pengajuan kepada Securities and Exchange Commission (SEC), Strategy mengungkapkan telah membeli kembali sekitar 1,8 juta saham STRC dengan nilai US$176,3 juta sepanjang 31 Agustus hingga 7 September.
Pada saat bersamaan, perusahaan menggandakan kapasitas Digital Credit Securities Repurchase Program menjadi US$2 miliar.
STRC merupakan salah satu instrumen saham preferen Strategy yang berperan dalam struktur pendanaan perusahaan. Instrumen tersebut diperdagangkan sekitar US$97,70 pada Selasa, atau sekitar 2,3% di bawah target nilai nominal US$100.
Diskon terhadap nilai nominal menjadi penting karena dapat membatasi kemampuan Strategy menerbitkan STRC baru secara efektif untuk memperoleh pendanaan tambahan. Jika harga terus berada di bawah US$100, perusahaan juga dapat menghadapi tekanan untuk menawarkan imbal hasil yang lebih menarik.
Pada akhir Juni, Strategy telah menaikkan tingkat dividen tahunan STRC menjadi 12% sebagai bagian dari kerangka permodalan barunya. Kerangka tersebut bahkan membuka kemungkinan penjualan Bitcoin untuk memenuhi pembayaran dividen dalam kondisi tertentu.
Dengan demikian, pembelian kembali STRC dapat dibaca sebagai bagian dari upaya Strategy mengelola instrumen pendanaannya, bukan sekadar perubahan pandangan terhadap Bitcoin.
Kepemilikan Bitcoin Bertahan di 845.050 BTC
Tidak adanya pembelian baru membuat kepemilikan Strategy tetap berada di 845.050 BTC, yang diperoleh dengan total biaya sekitar US$63,6 miliar dan harga rata-rata US$75.412 per BTC.
Jeda tersebut cukup menarik karena terjadi hanya satu pekan setelah Strategy kembali masuk ke pasar Bitcoin untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juni. Pada pekan sebelumnya, perusahaan membeli BTC senilai sekitar US$370 juta.
Dengan portofolio sebesar itu, Strategy tetap menjadi salah satu perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar. Namun, strategi perusahaan kini semakin bergantung pada keseimbangan antara harga Bitcoin, harga saham biasa MSTR, serta berbagai instrumen preferen yang digunakan untuk memperoleh modal.
Reaksi pasar terhadap keputusan terbaru juga cenderung negatif. STRC relatif datar pada perdagangan premarket Selasa, sementara saham MSTR turun lebih dari 3% pada pengamatan yang dikutip Cointelegraph.
Strategy pada dasarnya menjalankan dua kebutuhan secara bersamaan: mempertahankan eksposur Bitcoin dalam jumlah besar sekaligus memastikan instrumen pendanaannya tetap menarik bagi investor.
Karena itu, jeda pembelian BTC selama satu pekan belum cukup untuk menunjukkan perubahan strategi jangka panjang. Namun, keputusan mengalokasikan US$176 juta ke STRC memperlihatkan bahwa pengelolaan struktur modal dapat mengambil prioritas ketika kondisi instrumen pendanaan membutuhkan perhatian.
Strategy Jeda, Treasury Lain Justru Tambah Bitcoin
Ketika Strategy berhenti sementara, beberapa perusahaan treasury Bitcoin lainnya justru meningkatkan kepemilikan.
Strive mengakuisisi 1.375 BTC senilai sekitar US$109 juta dengan harga rata-rata US$79.281 per BTC. Pembelian tersebut membawa total kepemilikannya menjadi 24.531 BTC.
Capital B yang terdaftar di Prancis juga mengumumkan pembelian Bitcoin senilai US$25 juta, akuisisi terbesarnya dalam hampir setahun.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa strategi treasury Bitcoin korporasi belum kehilangan aktivitas meskipun pemain terbesarnya sedang menahan pembelian.
Di sisi lain, Strategy juga terus memperluas Bitcoin sebagai bagian dari identitas korporasinya. Toko perusahaan kini menjual berbagai merchandise bertema Bitcoin, termasuk sneaker kustom bergaya Air Jordan dengan harga hingga US$250. Produk tersebut bukan kolaborasi resmi dengan Nike.
Menariknya, toko Strategy saat ini menerima pembayaran melalui kartu dan dompet digital seperti Apple Pay, tetapi belum menyediakan Bitcoin sebagai metode pembayaran. Perusahaan juga belum memberikan penjelasan publik mengenai keputusan tersebut.
Detail itu lebih relevan sebagai gambaran sejauh mana Bitcoin telah menjadi bagian dari branding Strategy daripada sebagai faktor fundamental bagi MSTR. Fokus investor tetap berada pada pengelolaan neraca dan struktur modal perusahaan.
Dengan 845.050 BTC di neraca, keputusan Strategy berikutnya akan menjadi indikator yang lebih penting: apakah jeda pembelian ini hanya berlangsung sementara, atau perusahaan akan terus memprioritaskan pembelian kembali STRC sebelum kembali memperbesar cadangan Bitcoin.
Pantau Langkah Strategy Berikutnya di Bitcoin
Pantau Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan treasury korporasi, arus institusional, dan sentimen pasar crypto terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- CoinTelegraph: Strategy skips Bitcoin buy to repurchase $176M of STRC preferred shares
- 99Bitcoins: MicroStrategy Puts Its Bitcoin Identity on a $250 Pair of Nike Jordans






