OpenAI mulai mengambil langkah yang semakin terlihat seperti persiapan menuju pasar publik.
Perusahaan di balik ChatGPT meluncurkan paket premium baru untuk pelanggan bisnis sekaligus menyelesaikan pembelian kembali saham karyawan senilai sekitar US$7 miliar. Dua langkah tersebut datang ketika OpenAI berupaya memperbesar pendapatan dari segmen korporasi dan memberi likuiditas kepada pemegang saham internal sebelum potensi penawaran umum perdana atau IPO.
Paket premium ChatGPT Business dibanderol US$125 per pengguna per bulan, jauh di atas paket standar US$25, tetapi menawarkan kapasitas penggunaan hingga lima kali lebih besar. Pada saat yang sama, buyback saham terbaru mempertahankan valuasi OpenAI di sekitar US$852 miliar.
Kombinasi monetisasi yang lebih agresif dan pengelolaan struktur modal tersebut memberi gambaran bagaimana OpenAI mulai mengubah posisinya dari perusahaan AI dengan pertumbuhan eksplosif menjadi bisnis yang harus membuktikan kualitas pendapatan dan kesiapan keuangan di hadapan investor publik.
ChatGPT Business Naik Kelas dengan Paket US$125
OpenAI memperluas strategi monetisasi di pasar korporasi melalui peluncuran opsi premium untuk ChatGPT Business.
Paket tersebut dibanderol US$125 per pengguna per bulan, atau US$100 per pengguna per bulan jika dibayar secara tahunan. Sebagai perbandingan, paket ChatGPT Business standar berada di US$25 per bulan atau US$20 dengan pembayaran tahunan.
Perbedaan utamanya terletak pada kapasitas penggunaan. OpenAI menyebut pelanggan premium mendapatkan sekitar lima kali lipat penggunaan dibandingkan pengguna paket bisnis standar.
Langkah ini membuat OpenAI semakin agresif mengejar pelanggan dengan kebutuhan komputasi tinggi, terutama perusahaan dan profesional yang menggunakan AI secara intensif untuk pengembangan software, analisis data, riset, hingga produktivitas.
Harga tersebut juga menempatkan OpenAI semakin dekat dengan Anthropic, yang menawarkan paket Teams dengan kisaran harga serupa.
Persaingan antara keduanya kini juga pada siapa yang mampu mendapatkan pelanggan perusahaan dengan nilai kontrak lebih besar.
Anthropic telah mendapat dorongan kuat dari Claude Code, sementara OpenAI memiliki Codex serta ChatGPT Work yang diluncurkan pada Juli. Dengan semakin banyak produk produktivitas dan enterprise, kedua perusahaan berusaha mengubah adopsi AI menjadi pendapatan berulang yang lebih besar.
OpenAI Buyback Saham Karyawan US$7 Miliar
Di sisi struktur modal, OpenAI juga menyelesaikan pembelian kembali saham senilai sekitar US$7 miliar dari karyawan saat ini dan mantan karyawan. Transaksi tersebut mempertahankan valuasi perusahaan di sekitar US$852 miliar.
Yang menarik, pembelian kali ini dilakukan langsung menggunakan neraca OpenAI, berbeda dengan sejumlah program likuiditas sebelumnya yang mengandalkan investor eksternal seperti Thrive Capital dan SoftBank untuk membeli saham dari karyawan.
Skema tersebut memberi karyawan kesempatan mencairkan sebagian nilai saham mereka tanpa harus menunggu perusahaan benar-benar melantai di bursa.
Bagi perusahaan teknologi swasta yang berkembang sangat cepat, program seperti ini juga dapat menjadi alat untuk mempertahankan talenta. Saham karyawan dapat berubah menjadi likuiditas nyata tanpa memaksa perusahaan mempercepat IPO hanya demi memberi jalan keluar kepada pemegang saham awal.
Langkah tersebut sekaligus membantu OpenAI menjaga struktur kepemilikannya menjelang kemungkinan pencatatan publik.
Sebelumnya, OpenAI telah melakukan sejumlah transaksi sekunder. Pada Oktober 2024, transaksi saham karyawan senilai US$6,6 miliar dilakukan pada valuasi sekitar US$500 miliar. Kini, transaksi sebesar US$7 miliar terjadi ketika valuasi perusahaan telah mencapai US$852 miliar.
Kenaikan tersebut memperlihatkan seberapa cepat nilai OpenAI berkembang dalam waktu kurang dari dua tahun, tetapi sekaligus menaikkan standar yang nantinya harus dibuktikan kepada investor publik.
Anthropic Jadi Tekanan Baru dalam Perlombaan Menuju IPO
Persiapan OpenAI terjadi ketika Anthropic semakin dekat sebagai pesaing langsung, baik dari sisi produk maupun valuasi.
Anthropic disebut memiliki valuasi sekitar US$965 miliar setelah pendanaan terbaru pada Mei, lebih tinggi dibandingkan valuasi OpenAI sebesar US$852 miliar.
Kekuatan Anthropic terutama datang dari pasar enterprise. Claude Code membantu perusahaan memperoleh daya tarik kuat di kalangan pengembang dan pelanggan korporasi, sementara Claude Cowork memperluas jangkauan Anthropic ke layanan produktivitas.
OpenAI merespons dengan memperluas Codex, ChatGPT Work, dan kini paket premium ChatGPT Business.
Persaingan ini menjadi semakin penting karena keduanya telah mengajukan dokumen S-1 secara rahasia kepada Securities and Exchange Commission (SEC) pada Juni.
Anthropic diperkirakan dapat melantai di bursa lebih dulu, berpotensi pada akhir tahun ini. Sementara itu, IPO OpenAI yang sebelumnya diperkirakan dapat berlangsung pada 2026 disebut berpeluang bergeser hingga 2027.
Penundaan tersebut tidak selalu menjadi sinyal negatif. Dengan pasar AI enterprise yang semakin kompetitif, OpenAI memiliki insentif untuk memperkuat pertumbuhan pendapatan, membuktikan monetisasi produk, dan memperbaiki profil keuangannya sebelum menghadapi pengawasan pasar publik.
Jika benar menunggu hingga 2027, waktu tambahan tersebut dapat digunakan untuk membangun bisnis enterprise yang lebih besar sekaligus menunjukkan bahwa valuasi ratusan miliar dolar tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan.
Pantau Perkembangan Saham AI Global
Persaingan AI terus bergerak dari inovasi model menuju monetisasi dan pasar modal. Pantau saham teknologi Amerika melalui Nanovest dan ikuti perkembangan AI serta Wall Street terbaru lewat News dan Artikel Tips Nanovest.
Referensi +
- Yahoo Finance: OpenAI announces premium business pricing as it seeks to increase revenue ahead of IPO
- BigGo Finance: OpenAI Closes $7 Billion Employee Share Buyback at $852 Billion Valuation Ahead of IPO






