Investasi mata uang asing merupakan salah satu cara untuk melakukan diversifikasi aset dengan menyimpan dana dalam mata uang negara lain.
Aktivitas ini berkaitan dengan valuta asing (valas), seperti dolar Amerika Serikat (USD), euro (EUR), dan dolar Singapura (SGD).
Yuk, pahami dulu cara investasi, dan risikonya!
Apa Itu Investasi Mata Uang Asing?
Investasi mata uang asing adalah kegiatan memiliki atau menyimpan mata uang negara lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dari perubahan nilai tukar, melakukan diversifikasi aset, atau mempersiapkan kebutuhan keuangan dalam mata uang tersebut.
Mata uang asing dikenal juga sebagai valuta asing atau valas. Istilah ini merujuk pada mata uang yang digunakan dalam transaksi antarnegara, misalnya USD, EUR, SGD, dan JPY.
Dalam praktiknya, investasi mata uang asing dapat dilakukan dengan membeli mata uang asing kemudian menyimpannya hingga nilai tukarnya meningkat. Ada juga cara lain, seperti membeli instrumen keuangan yang menggunakan denominasi mata uang asing.
Apa Perbedaan Valuta Asing (Valas) dan Investasi Mata Uang Asing?
Valuta asing dan investasi mata uang asing merupakan dua istilah yang berkaitan, tetapi memiliki pengertian berbeda.
Valuta asing adalah mata uang negara lain yang digunakan dalam transaksi keuangan internasional. Sementara itu, investasi mata uang asing merupakan aktivitas memiliki atau menyimpan mata uang tersebut untuk tujuan keuangan tertentu.
Sebagai contoh, USD merupakan salah satu jenis valuta asing. Ketika seseorang membeli USD dan menyimpannya dengan harapan memperoleh keuntungan dari kenaikan kurs terhadap rupiah, aktivitas tersebut dapat disebut investasi mata uang asing.
Jenis Mata Uang Asing yang Umum Digunakan untuk Investasi

Berikut beberapa mata uang yang cukup dikenal dalam pasar keuangan global.
1. Dolar Amerika Serikat (USD)
Dolar Amerika Serikat merupakan salah satu mata uang utama dalam perdagangan dan sistem keuangan global. USD banyak digunakan dalam transaksi internasional serta menjadi mata uang cadangan devisa berbagai negara.
Nilainya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi Amerika Serikat, kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), inflasi, dan permintaan global terhadap dolar.
USD sering dipertimbangkan untuk diversifikasi mata uang karena likuiditasnya relatif tinggi dan penggunaannya luas.
Baca juga: 5 Cara Beli Dollar USD dan Mata Uang Asing dengan Aman dan Mudah
2. Euro (EUR)
Euro merupakan mata uang resmi negara-negara yang tergabung dalam kawasan euro di Uni Eropa.
Nilai EUR dipengaruhi oleh kondisi ekonomi kawasan Eropa, kebijakan suku bunga European Central Bank (ECB), inflasi, dan stabilitas politik.
Euro dapat menjadi alternatif diversifikasi selain dolar AS, terutama bagi orang yang memiliki kebutuhan transaksi atau rencana keuangan di kawasan Eropa.
3. Dolar Singapura (SGD)
Dolar Singapura merupakan mata uang resmi Singapura. SGD cukup relevan bagi masyarakat Indonesia karena hubungan perdagangan, bisnis, pendidikan, dan pariwisata antara kedua negara.
Nilainya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi Singapura dan kebijakan nilai tukar yang diterapkan Monetary Authority of Singapore (MAS).
SGD dapat dipertimbangkan untuk menyimpan dana yang akan digunakan bagi kebutuhan di Singapura.
4. Pound Sterling (GBP)
Pound sterling merupakan mata uang resmi Inggris dan salah satu mata uang utama dalam pasar valuta asing global.
Nilai GBP dipengaruhi oleh kondisi ekonomi Inggris, kebijakan suku bunga Bank of England (BoE), inflasi, dan perkembangan politik.
Mata uang ini dapat menjadi alternatif diversifikasi, tetapi pergerakannya terhadap rupiah tetap memiliki risiko fluktuasi.
5. Yen Jepang (JPY)
Yen Jepang merupakan mata uang resmi Jepang yang banyak diperdagangkan di pasar valuta asing.
Pergerakannya dipengaruhi oleh kebijakan Bank of Japan (BoJ), kondisi ekonomi Jepang, inflasi, serta tingkat suku bunga.
JPY dapat dipertimbangkan oleh orang yang memiliki kebutuhan keuangan di Jepang atau ingin melakukan diversifikasi mata uang.
Baca juga: 100 Dolar Berapa Rupiah? Ini Cara Menghitung dan Dampaknya ke Investasi
Bagaimana Cara Investasi Mata Uang Asing?
Ada beberapa cara untuk memiliki mata uang asing. Setiap metode memiliki karakteristik, biaya, dan tingkat risiko yang berbeda.
1. Membeli Mata Uang Asing melalui Bank
Cara paling sederhana adalah membeli mata uang asing melalui bank yang menyediakan layanan penukaran valuta asing.
Kamu dapat menukarkan rupiah menjadi USD, EUR, SGD, atau mata uang lainnya sesuai kebutuhan.
Mata uang tersebut bisa disimpan dalam bentuk uang tunai atau dimasukkan ke rekening valuta asing jika bank menyediakan fasilitas tersebut.
Sebelum melakukan transaksi, perhatikan kurs jual dan kurs beli yang berlaku agar dapat memperkirakan biaya penukaran.
2. Menyimpan Dana dalam Rekening Valuta Asing
Beberapa bank menyediakan rekening valuta asing yang memungkinkan nasabah menyimpan dana dalam mata uang selain rupiah.
Misalnya, kamu membuka rekening USD dan menyimpan sejumlah dolar di dalamnya.
Cara ini dapat membantu mengelola dana untuk kebutuhan internasional, seperti biaya pendidikan, perjalanan, atau transaksi bisnis.
Beberapa rekening valuta asing juga menawarkan bunga sesuai ketentuan produk. Namun, perhatikan saldo minimum, biaya administrasi, bunga, dan ketentuan pencairannya.
3. Trading Forex
Trading forex atau foreign exchange merupakan aktivitas memperdagangkan pasangan mata uang untuk memperoleh keuntungan dari perubahan nilai tukar.
Contohnya adalah pasangan EUR/USD, yang menunjukkan perbandingan nilai euro terhadap dolar AS.
Berbeda dari membeli dan menyimpan mata uang asing, trading forex lebih berfokus pada pergerakan harga. Produk yang ditawarkan dapat berupa kontrak derivatif dan melibatkan penggunaan leverage.
Leverage memungkinkan trader mengendalikan posisi transaksi yang lebih besar daripada modal yang disetorkan. Namun, mekanisme ini juga dapat memperbesar kerugian.
Karena itu, trading forex membutuhkan pemahaman mengenai analisis pasar, manajemen risiko, margin, dan mekanisme transaksi. Pastikan penyedia layanan memiliki izin sesuai jenis produk yang ditawarkan.
4. Membeli Instrumen Keuangan Berdenominasi Mata Uang Asing
Selain memiliki mata uang secara langsung, kamu juga dapat memperoleh eksposur terhadap mata uang asing melalui instrumen keuangan tertentu.
Contohnya adalah obligasi berdenominasi USD atau instrumen investasi global yang menggunakan mata uang asing.
Dalam metode ini, potensi keuntungan tidak hanya berasal dari perubahan kurs, tetapi juga dari kinerja instrumen investasi.
Misalnya, obligasi berdenominasi USD dapat memberikan kupon sesuai ketentuan penerbitannya. Namun, investor tetap menghadapi risiko perubahan kurs, suku bunga, dan gagal bayar penerbit.
Keuntungan Investasi Mata Uang Asing

Investasi mata uang asing memiliki sejumlah potensi manfaat yang dapat dipertimbangkan dalam strategi pengelolaan keuangan.
1. Membantu Diversifikasi Aset
Menyimpan sebagian dana dalam mata uang asing dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu mata uang.
Misalnya, seseorang memiliki sebagian aset dalam rupiah dan sebagian lainnya dalam USD. Ketika rupiah melemah terhadap dolar, nilai kepemilikan USD dalam rupiah berpotensi meningkat.
Namun, diversifikasi mata uang tidak menjamin portofolio bebas dari kerugian.
2. Berpotensi Mendapatkan Keuntungan dari Selisih Kurs
Keuntungan investasi valas dapat diperoleh ketika mata uang yang dimiliki mengalami apresiasi terhadap rupiah.
Contohnya, seseorang membeli USD ketika kurs masih rendah, kemudian menjualnya kembali saat kurs meningkat.
Selisih antara harga beli dan harga jual dapat menjadi keuntungan, setelah dikurangi spread dan biaya transaksi.
3. Mempermudah Transaksi Internasional
Memiliki mata uang asing dapat mempermudah transaksi lintas negara.
Contohnya, dana dalam USD dapat digunakan untuk membayar kebutuhan tertentu di Amerika Serikat, sedangkan SGD dapat digunakan untuk transaksi di Singapura.
Dengan menyiapkan mata uang yang dibutuhkan sejak awal, seseorang dapat mengurangi ketergantungan pada penukaran mata uang ketika transaksi harus dilakukan.
4. Membantu Melindungi Dana untuk Kebutuhan Valuta Asing
Menyimpan dana dalam mata uang yang sama dengan rencana pengeluaran dapat membantu mengurangi risiko perubahan kurs.
Misalnya, seseorang yang berencana kuliah di Inggris dapat mempertimbangkan menyimpan sebagian dana pendidikan dalam GBP.
Jika nilai pound meningkat terhadap rupiah, dana yang sudah disimpan dalam GBP tidak perlu dikonversi lagi untuk memenuhi kebutuhan pembayaran dalam mata uang tersebut.
Strategi ini lebih tepat dipahami sebagai lindung nilai (hedging) terhadap kebutuhan pengeluaran, bukan jaminan keuntungan investasi.
Baca juga: Apa Itu Deposito Valas dan Kapan Sebaiknya Digunakan?
Risiko Investasi Mata Uang Asing
Meskipun memiliki sejumlah manfaat, investasi mata uang asing juga memiliki risiko yang perlu dipahami.
1. Risiko Fluktuasi Nilai Tukar
Nilai mata uang asing dapat menguat maupun melemah terhadap rupiah.
Jika kamu membeli USD ketika kurs tinggi, kemudian menjualnya saat kurs turun, kamu berpotensi mengalami kerugian.
Pergerakan nilai tukar dipengaruhi oleh berbagai faktor sehingga tidak selalu mudah diprediksi.
2. Selisih Kurs Jual dan Beli (Spread)
Setiap penyedia layanan penukaran mata uang dapat memiliki kurs jual dan kurs beli yang berbeda.
Misalnya, sebuah penyedia menjual USD dengan harga Rp16.000, tetapi hanya bersedia membelinya kembali dengan harga Rp15.800.
Artinya, terdapat spread sebesar Rp200 per USD.
Karena itu, kenaikan kurs belum tentu langsung menghasilkan keuntungan bersih. Kamu perlu memperhitungkan selisih harga transaksi tersebut.
3. Risiko Inflasi
Inflasi dapat mengurangi daya beli suatu mata uang.
Meskipun nilai mata uang asing menguat terhadap rupiah, kenaikan harga barang dan jasa di negara asal mata uang tersebut dapat mengurangi daya belinya.
Karena itu, kenaikan nilai tukar tidak selalu berarti peningkatan daya beli secara keseluruhan.
4. Risiko Likuiditas
Tidak semua mata uang asing memiliki tingkat likuiditas yang sama.
Mata uang yang jarang diperdagangkan mungkin memiliki spread lebih besar atau lebih sulit ditukarkan kembali.
Hal ini dapat memengaruhi kemudahan investor ketika ingin menjual atau menggunakan mata uang tersebut.
5. Risiko Leverage dalam Trading Forex
Bagi yang memilih trading forex, penggunaan leverage dapat memperbesar keuntungan sekaligus kerugian.
Perubahan harga yang relatif kecil dapat berdampak besar terhadap modal jika posisi transaksi menggunakan leverage tinggi.
Contoh Perhitungan Keuntungan Investasi Mata Uang Asing
Untuk memahami cara memperoleh keuntungan dari investasi valas, perhatikan contoh berikut.
Misalnya, seseorang membeli USD100 ketika kurs USD/IDR berada di Rp15.500.
Total modal yang dikeluarkan:
USD100 × Rp15.500 = Rp1.550.000.
Beberapa waktu kemudian, kurs meningkat menjadi Rp16.000 per USD. Jika USD100 tersebut dijual kembali pada kurs yang sama, nilai rupiah yang diperoleh adalah:
USD100 × Rp16.000 = Rp1.600.000.
Dengan demikian, keuntungan kotor dari perubahan kurs adalah:
Rp1.600.000 − Rp1.550.000 = Rp50.000.
Namun, jika kurs turun menjadi Rp15.000 per USD, nilai USD100 hanya setara dengan Rp1.500.000. Artinya, terdapat potensi kerugian sebesar Rp50.000.
Praktis untuk membantu menghitung nilai tukar berbagai mata uang asing.
Apakah Investasi Mata Uang Asing Menguntungkan?
Investasi mata uang asing berpotensi menguntungkan jika mata uang yang dimiliki menguat terhadap rupiah. Namun, hasilnya bergantung pada waktu pembelian, waktu penjualan, biaya transaksi, dan kondisi pasar.
Instrumen ini juga tidak selalu memberikan pendapatan rutin seperti deposito yang menawarkan bunga atau saham yang berpotensi memberikan dividen.
Karena itu, mata uang asing lebih tepat dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset atau persiapan kebutuhan keuangan dalam mata uang tertentu.
Jika tujuan utamanya adalah mengembangkan kekayaan dalam jangka panjang, pertimbangkan juga instrumen lain seperti saham, kripto, atau emas sesuai profil risiko dan tujuan keuangan yang bisa dimulai di Nanovest.
Investasi di Berbagai Aset dalam Satu Aplikasi
Akses saham Amerika, emas, dan kripto melalui Nanovest.
Kesimpulan
Investasi mata uang asing atau valuta asing (valas) merupakan salah satu alternatif untuk melakukan diversifikasi aset dan mempersiapkan kebutuhan keuangan dalam mata uang negara lain.
Beberapa mata uang yang umum dimiliki antara lain dolar Amerika Serikat (USD), euro (EUR), dolar Singapura (SGD), pound sterling (GBP), dan yen Jepang (JPY).
Ada beberapa cara untuk memperoleh eksposur terhadap mata uang asing, mulai dari membeli uang tunai, menyimpan dana dalam rekening valuta asing, trading forex, hingga membeli instrumen keuangan berdenominasi mata uang asing.







