Investasi di bursa Amerika Serikat tidak hanya berarti membeli saham perusahaan seperti Apple atau Microsoft. Investor juga dapat mempelajari ETF, produk yang memberikan eksposur ke kumpulan aset atau strategi tertentu melalui satu instrumen.
Ada ETF yang berisi saham perusahaan besar, mengikuti sektor keuangan, hingga berinvestasi pada obligasi. Masing-masing memiliki tujuan dan risiko yang berbeda.
Sebelum membeli, pahami terlebih dahulu apa itu ETF, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja contoh produknya di bursa AS.
Apa Itu ETF?
ETF atau Exchange-Traded Fund adalah dana investasi yang unitnya diperdagangkan di bursa seperti saham. Setiap unit mewakili kepemilikan proporsional atas portofolio dana tersebut beserta pendapatan yang dihasilkannya.
Portofolio ETF dapat berisi saham, obligasi, atau aset lainnya sesuai kebijakan produk. Investor membeli unit ETF, sedangkan pengelola mengatur portofolionya berdasarkan strategi yang telah ditetapkan.
Sebagian ETF mengikuti indeks secara pasif. Ada pula ETF aktif yang pemilihan asetnya dilakukan oleh pengelola.
ETF adalah bentuk produk, sedangkan indeks merupakan acuan pengukuran. Jadi, membeli ETF yang mengikuti S&P 500 berbeda dengan membeli “saham S&P 500”, karena indeks tersebut bukan perusahaan.
Analogi ETF: Membeli Sekeranjang Buah
Bayangkan kamu ingin membeli beberapa jenis buah.
Membeli saham satu perusahaan seperti membeli satu jenis buah. Sementara itu, membeli ETF dengan portofolio luas seperti membeli sekeranjang buah yang isinya sudah diatur.
Namun, kamu tetap perlu memeriksa isi keranjangnya:
- Apakah terdiri dari banyak jenis buah atau hanya beberapa?
- Apakah sebagian besar isinya satu jenis buah?
- Berapa biaya untuk mengelola keranjang tersebut?
- Apa aturan mengganti isinya?
Begitu juga dengan ETF. Banyaknya aset belum tentu berarti bobot investasinya tersebar merata. ETF yang memiliki ratusan saham masih bisa sangat bergantung pada beberapa perusahaan terbesar.

Bagaimana Cara Kerja ETF?
1. Pengelola Menentukan Tujuan dan Strategi
Setiap ETF memiliki mandat investasi. Misalnya, mengikuti indeks saham perusahaan besar atau memberikan eksposur ke obligasi pemerintah.
Tujuan tersebut menentukan aset yang dapat dimiliki, cara memberikan bobot, serta kapan portofolio disesuaikan.
2. Investor Membeli dan Menjual Unit di Bursa
Investor ritel umumnya bertransaksi melalui broker atau platform yang menyediakan akses ke produk tersebut.
Berbeda dengan reksa dana konvensional yang transaksinya menggunakan NAB pada waktu penilaian tertentu, unit ETF diperdagangkan pada harga pasar selama jam perdagangan.
3. Harga Pasar Bisa Berbeda dari Nilai Portofolio
ETF memiliki nilai aset bersih atau NAB, yaitu nilai aset setelah dikurangi kewajiban. NAB per unit menjadi salah satu pembanding terhadap harga pasar.
Jika harga pasar di atas NAB, ETF diperdagangkan dengan premium. Jika di bawah NAB, terjadi diskon. Karena itu, harga transaksi tidak selalu sama persis dengan nilai aset yang diwakilinya.
4. Ada Mekanisme Pembentukan dan Penebusan Unit
Pada banyak ETF, pelaku institusional tertentu atau authorized participants dapat membentuk dan menebus unit dalam jumlah besar.
Mekanisme ini membantu menghubungkan harga ETF dengan nilai aset dasarnya, meskipun selisih harga tetap dapat muncul.
5. Hasil Investasi Mengikuti Aset dan Strategi Produk
Investor dapat memperoleh hasil dari perubahan harga unit serta distribusi pendapatan apabila produk membagikannya.
Namun, keuntungan tidak dijamin. Biaya pengelolaan, kondisi pasar, dan strategi ETF turut memengaruhi hasil akhirnya.
Jenis-Jenis ETF
ETF dapat dikelompokkan berdasarkan aset yang dimiliki atau strategi pengelolaannya. Kelompok-kelompok ini bisa saling beririsan.
1. ETF Saham dengan Cakupan Luas
ETF ini memberikan eksposur ke sekumpulan saham dalam pasar atau indeks tertentu.
Contohnya adalah VOO atau Vanguard S&P 500 ETF, yang bertujuan mengikuti indeks S&P 500. Indeks tersebut mewakili saham perusahaan besar AS.
Meski cakupannya luas, ETF saham tetap dapat turun ketika pasar melemah.
2. ETF Sektoral
ETF sektoral berfokus pada industri tertentu, seperti keuangan, kesehatan, atau energi.
Contohnya XLF, yang mengikuti Financial Select Sector Index dan memberikan eksposur ke perusahaan dalam sektor keuangan. Karena fokusnya lebih sempit, investor perlu memperhatikan konsentrasi sektor.
3. ETF Tematik
ETF tematik memilih perusahaan yang berkaitan dengan tema tertentu, seperti robotika, keamanan siber, atau energi bersih.
Satu tema dapat mencakup beberapa industri. Namun, tema yang menarik belum tentu menghasilkan investasi yang menguntungkan jika harga asetnya sudah terlalu tinggi.
4. ETF Obligasi
ETF obligasi berinvestasi pada surat utang sesuai mandatnya. Perbedaannya bisa terletak pada penerbit, kualitas kredit, mata uang, dan jangka waktu obligasi.
Contohnya IEF atau iShares 7–10 Year Treasury Bond ETF, yang memberikan eksposur ke obligasi pemerintah AS dengan rentang jatuh tempo terkait.
ETF obligasi tetap memiliki risiko perubahan harga, termasuk akibat pergerakan suku bunga.
5. Produk Bursa Berbasis Emas atau Komoditas
Produk ini memberikan eksposur ke komoditas tertentu. Strukturnya dapat berbeda: ada yang memiliki komoditas fisik, menggunakan kontrak berjangka, atau memegang saham perusahaan terkait.
GLD atau SPDR Gold Shares, misalnya, bertujuan mencerminkan harga emas batangan setelah memperhitungkan biaya. GLD berbentuk trust dan tidak sama dengan membeli emas digital yang dapat dicetak melalui penyedia layanan tertentu.
Karena perbedaan struktur hukum, tidak semua produk yang umum disebut “ETF komoditas” merupakan ETF dana investasi dengan kerangka perlindungan yang sama.
6. ETF Berorientasi Dividen
ETF ini menggunakan kriteria dividen dalam memilih saham, misalnya riwayat pertumbuhan atau tingkat dividennya.
Namun, pembagian dividen dapat berubah. Investor perlu menilai total hasil investasi, bukan hanya besarnya distribusi.
7. ETF Aktif
ETF aktif dikelola berdasarkan keputusan investasi pengelola sesuai mandat produk.
Untuk menilainya, pelajari strategi, konsistensi penerapan, biaya, dan risiko. Pengelolaan aktif tidak menjamin hasilnya melampaui indeks.
8. ETF Leveraged dan Inverse
ETF leveraged umumnya menargetkan kelipatan kinerja harian, sedangkan ETF inverse menargetkan arah kebalikannya.
Produk ini lebih kompleks. Hasil beberapa bulan tidak otomatis sama dengan kelipatan atau kebalikan return indeks selama periode tersebut, sehingga membutuhkan pemahaman khusus sebelum digunakan. Investor.gov
Contoh ETF dan Produk Sejenis di Bursa AS
Berikut beberapa contoh untuk memahami perbedaan eksposurnya, bukan rekomendasi pembelian.
| Ticker | Nama Produk | Eksposur Utama |
|---|---|---|
| VOO | Vanguard S&P 500 ETF | Indeks S&P 500 |
| QQQ | Invesco QQQ | Indeks Nasdaq-100 |
| XLF | Financial Select Sector SPDR ETF | Sektor keuangan |
| IEF | iShares 7–10 Year Treasury Bond ETF | Obligasi pemerintah AS |
| GLD | SPDR Gold Shares | Harga emas batangan melalui struktur trust |
QQQ mengikuti Nasdaq-100, yang mencakup perusahaan nonkeuangan besar yang tercatat di Nasdaq. QQQ bukan ETF seluruh pasar Nasdaq dan bukan pula ETF yang hanya berisi perusahaan teknologi.
Contoh lainnya mengacu pada mandat resmi masing-masing pengelola. Ketersediaan produk pada platform investasi perlu diperiksa secara terpisah.
Apa Hubungan ETF dengan Bursa AS?
Bursa adalah tempat unit ETF diperdagangkan. Sementara itu, pengelola ETF bertanggung jawab atas produk dan strategi portofolionya.
Ada tiga hal yang perlu dibedakan:
- Bursa pencatatan: tempat produk diperdagangkan.
- Indeks acuan: ukuran yang diikuti atau digunakan sebagai pembanding.
- Aset dasar: saham, obligasi, atau aset lain yang membentuk eksposur produk.
Sebagai ilustrasi, produk yang diperdagangkan di bursa AS belum tentu hanya memiliki saham perusahaan AS. Isi portofolionya ditentukan oleh mandat investasi, bukan semata-mata lokasi bursa.
Perbedaan ETF, Saham, dan Reksa Dana Konvensional
| Aspek | ETF | Saham Perusahaan | Reksa Dana Konvensional |
|---|---|---|---|
| Yang Dibeli | Unit dana investasi | Kepemilikan perusahaan | Unit dana investasi |
| Pengelolaan Aset | Mengikuti mandat ETF | Dikelola perusahaan | Mengikuti mandat reksa dana |
| Harga Transaksi | Harga pasar selama jam bursa | Harga pasar selama jam bursa | NAB sesuai waktu penilaian dan ketentuan |
| Diversifikasi | Bergantung pada isi produk | Bergantung pada perusahaan dan portofolio investor | Bergantung pada isi produk |
ETF dan reksa dana sama-sama memiliki biaya serta risiko. Perbedaan mekanisme perdagangan tidak membuat salah satunya otomatis lebih sesuai untuk semua orang.
Keuntungan dan Risiko ETF
ETF dapat membantu investor mengakses sekumpulan aset tanpa memilih seluruh komponennya satu per satu. Untuk produk dengan portofolio luas, hal ini dapat mempermudah penyebaran investasi.
Namun, sebelum membeli, periksa:
- Risiko pasar: nilai aset dalam ETF dapat turun.
- Konsentrasi: portofolio mungkin didominasi beberapa perusahaan atau sektor.
- Biaya: expense ratio, spread, biaya platform, dan konversi mata uang.
- Kurs: hasil investasi dalam dolar dapat berbeda ketika dihitung dalam rupiah.
- Struktur produk: strategi berbasis derivatif atau leverage memerlukan perhatian tambahan.
- Harga transaksi: premium atau diskon dapat memengaruhi harga pembelian dan penjualan.
Cara Mengenal ETF di Nanovest
Jika ingin mempelajari ETF yang diperdagangkan di bursa AS, kamu dapat mengeksplorasi produk melalui layanan Saham AS di Nanovest.
Beberapa ETF yang tersedia di Nanovest antara lain SPY dan SPYM yang mengikuti indeks S&P 500, QQQ yang mengikuti Nasdaq-100, VUG yang berfokus pada saham pertumbuhan, HDV yang berfokus pada saham dengan dividen relatif tinggi, VWO yang memberikan eksposur ke pasar negara berkembang, serta ARKK dan ARKF yang berfokus pada inovasi dan teknologi finansial.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli ETF
Sebelum bertransaksi, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan:
- Tentukan tujuan dan jangka waktu investasi. Sesuaikan pilihan ETF dengan tujuan keuangan dan periode investasi yang direncanakan.
- Pelajari deskripsi produk. Baca factsheet dan prospektus untuk memahami tujuan investasi, indeks acuan, serta strategi pengelolaan ETF.
- Periksa isi portofolio. Kenali saham atau aset yang dimiliki ETF agar kamu memahami eksposur dan konsentrasi investasinya.
- Bandingkan biaya dan risiko. Perhatikan rasio biaya pengelolaan, biaya transaksi, volatilitas, serta risiko nilai tukar USD terhadap rupiah.
- Pahami ketentuan transaksi di Nanovest. Periksa harga, jam perdagangan, minimum transaksi, dan biaya yang berlaku sebelum membeli atau menjual ETF.
Dengan memahami karakteristik setiap produk, kamu dapat membandingkan ETF dan saham perusahaan individual secara lebih terarah. Perlu diingat, ETF tetap memiliki risiko penurunan harga dan hasil investasi tidak dijamin.
FAQ tentang ETF
Apakah semua ETF mengikuti indeks?
Tidak. Ada ETF pasif yang mengikuti indeks dan ETF aktif yang dikelola berdasarkan keputusan pengelola.
Apakah ETF selalu berisi banyak saham?
Tidak. ETF dapat berisi obligasi atau menggunakan eksposur yang sangat spesifik. Karena itu, baca isi dan strategi produknya.
Apakah ETF membagikan dividen?
Sebagian ETF membagikan pendapatan sesuai kebijakannya. Jumlah dan jadwal distribusi bergantung pada produk serta pendapatan portofolionya.
Apakah ETF cocok untuk jangka panjang?
Kesesuaiannya bergantung pada tujuan, strategi, biaya, dan risiko produk. Label ETF saja belum cukup untuk menentukan apakah suatu produk cocok disimpan dalam jangka panjang.
Apakah membeli ETF sama dengan membeli seluruh asetnya secara langsung?
Tidak. Investor memiliki unit ETF yang mewakili kepentingan atas portofolio dana, bukan memegang setiap saham atau obligasi komponennya secara terpisah.






