Pasar kripto menunjukkan sinyal yang beragam di tengah upaya pemulihan minat investor institusional. Bitcoin mulai kembali menarik aliran dana melalui produk ETF spot di Amerika Serikat, sementara Ethereum mendapat perhatian dari strategi akumulasi dan staking yang dilakukan perusahaan besar.
Namun, pemulihan tersebut belum berlangsung merata. Arus dana ETF Ethereum masih berada dalam tekanan, sedangkan ketidakpastian makroekonomi membuat investor cenderung lebih selektif dalam mengambil posisi.
Di tengah kondisi ini, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) menjadi dua aset kripto yang menarik untuk dicermati berdasarkan perkembangan fundamental dan katalis masing-masing.
1. Bitcoin (BTC) —BUY
| Strategi | Level Harga |
|---|---|
| Entry | Rp1.447.238.422 |
| Target Price 1 | Rp1.500.472.895 |
| Target Price 2 | Rp1.537.533.132 |
| Stop Loss | Rp1.421.188.131 |
Mengapa Menarik?
Bitcoin kembali mendapat perhatian investor institusional setelah ETF Bitcoin spot AS mencatat inflow bersih sebesar US$526,7 juta pada Senin, menjadi arus masuk harian terbesar dalam hampir satu bulan. Pemulihan ini terjadi setelah dua pekan berturut-turut mengalami arus keluar bersih, dengan iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock memimpin inflow sebesar US$665,2 juta.
Meski demikian, sebagian arus masuk tersebut terimbangi oleh penarikan dana dari ETF Fidelity dan Grayscale. Secara keseluruhan, ETF Bitcoin AS juga masih membukukan outflow bersih sekitar US$88 juta sepanjang Oktober. Kondisi ini menunjukkan bahwa minat institusional mulai pulih, tetapi konsistensi arus dana masih perlu diperhatikan.
Prospek BTC ke depan akan bergantung pada keberlanjutan inflow ETF, pergerakan likuiditas pasar, dan sentimen risiko global. Jika arus dana positif terus berlanjut, Bitcoin berpeluang memperoleh dukungan permintaan yang lebih kuat.
2. Ethereum (ETH) —BUY
| Strategi | Level Harga |
|---|---|
| Entry | Rp42.268.255 |
| Target Price 1 | Rp44.831.564 |
| Target Price 2 | Rp46.107.018 |
| Stop Loss | Rp41.000.208 |
Mengapa Menarik?
Ethereum mendapat dukungan dari aktivitas akumulasi institusional setelah Bitmine Immersion Technologies menambah 12.535 ETH dalam sepekan, sehingga total kepemilikannya mencapai 6,04 juta ETH atau sekitar 4,9% dari suplai yang beredar per 18 Oktober 2026. Dengan nilai sekitar US$14,3 miliar, akumulasi tersebut mencerminkan besarnya eksposur perusahaan terhadap Ethereum.
Dari total kepemilikan tersebut, sekitar 5,07 juta ETH telah dialokasikan untuk staking, dengan proyeksi pendapatan tahunan mencapai US$309 juta. Strategi ini menunjukkan bahwa Ethereum tidak hanya dipandang sebagai aset investasi, tetapi juga sebagai instrumen yang dapat menghasilkan pendapatan melalui mekanisme staking.
Namun, tekanan makroekonomi dan outflow ETF Ethereum yang masih berlanjut menjadi faktor risiko. Prospek ETH akan dipengaruhi oleh keberlanjutan akumulasi institusional, perkembangan aktivitas staking, serta pemulihan permintaan investor terhadap produk investasi Ethereum.
Cermati Peluang Kripto di Nanovest
Bitcoin dan Ethereum sama-sama memiliki katalis fundamental yang menarik, meskipun berasal dari sumber berbeda. BTC mendapat dukungan dari pemulihan arus dana ETF, sedangkan ETH menunjukkan perkembangan dari sisi akumulasi institusional dan pemanfaatan staking.
Sebelum mengambil keputusan investasi, investor tetap perlu mempertimbangkan volatilitas pasar, menentukan batas risiko, serta memperhatikan level entry, target price, dan stop loss sesuai strategi masing-masing.
Pantau Peluang Investasi Kripto Hari Ini
Pantau pergerakan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), eksplorasi peluang investasi kripto melalui aplikasi Nanovest, dan ikuti perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Harga aset kripto dapat mengalami volatilitas tinggi, sehingga seluruh keputusan investasi dan risiko yang timbul menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






