Manajer aset terbesar di dunia, BlackRock, baru saja merilis laporan riset yang menyoroti pergeseran paradigma dalam sistem pembayaran global. Dalam dokumen yang diterbitkan pada 23 September 2026, BlackRock menegaskan bahwa infrastruktur perbankan tradisional dan jaringan kartu kredit tidak dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan transaksi otonom yang dilakukan oleh agen kecerdasan buatan (AI).
Pandangan BlackRock terhadap Machine-Native Money
Laporan tersebut menekankan pentingnya ‘machine-native money’ atau mata uang asli mesin sebagai fondasi bagi ekonomi digital masa depan. Oleh karena itu, perangkat lunak yang berinteraksi dengan perangkat lunak lain memerlukan sistem penyelesaian yang jauh lebih efisien dibandingkan mekanisme transfer bank konvensional yang sering kali lambat dan melibatkan proses manual. Selain itu, stablecoin muncul sebagai kandidat utama karena kemampuannya dalam memfasilitasi transaksi instan 24/7 di atas jaringan blockchain.
Penggunaan aset digital seperti Bitcoin ($BTC) sering kali dipandang sebagai penyimpan nilai atau savings account bagi entitas otonom ini, sementara stablecoin berfungsi sebagai alat transaksi operasional yang stabil. Perkembangan ini mencerminkan integrasi yang lebih dalam antara sektor teknologi dan keuangan. Sebagaimana yang terpantau pada berbagai platform seperti Nanovest, keterlibatan institusi besar dalam mengadopsi infrastruktur blockchain kini mulai memengaruhi cara pelaku pasar melihat utilitas aset kripto. Saham perusahaan teknologi yang berfokus pada AI, seperti NVIDIA ($NVDA), juga sering kali menjadi indikator pendukung bagi ekosistem yang membutuhkan efisiensi komputasi tinggi dalam skala global.
Strategi BlackRock dalam Sistem Moneter Dua Tingkat
Implementasi BlackRock pada Infrastruktur Pembayaran
BlackRock mengusulkan sistem moneter dua tingkat untuk mesin. Tingkat pertama melibatkan aset dasar yang berfungsi sebagai penyimpan nilai, sementara tingkat kedua menggunakan stablecoin untuk kebutuhan likuiditas transaksi harian. Pendekatan ini bertujuan untuk meminimalkan hambatan birokrasi yang saat ini masih menghambat kecepatan transaksi antar-perangkat lunak.
Data dari CoinMarketCap menunjukkan bahwa volume transaksi stablecoin terus mengalami pertumbuhan seiring dengan meningkatnya adopsi di berbagai sektor industri. Hal ini sejalan dengan narasi yang dibangun oleh perusahaan mengenai perlunya standar keuangan baru yang dapat beroperasi tanpa perantara manusia. Namun, regulasi yang kini sedang dikembangkan oleh otoritas terkait juga mulai memperhatikan bagaimana aset digital dapat diintegrasikan ke dalam ekosistem keuangan yang lebih luas.
Secara historis, efisiensi dalam sistem pembayaran selalu menjadi katalis bagi inovasi teknologi. Dengan keterlibatan institusi sebesar BlackRock, perhatian pasar kini tertuju pada bagaimana implementasi sistem ‘machine-native money’ ini akan memengaruhi likuiditas dan struktur pasar kripto secara keseluruhan. Oleh karena itu, pelaku pasar terus memantau apakah inisiatif ini akan memicu gelombang adopsi baru bagi aset-aset digital yang memiliki fundamental kuat dan utilitas nyata dalam dunia komputasi otonom.






