Gamma squeeze adalah fenomena di pasar saham ketika kenaikan harga saham memicu pembelian tambahan oleh market maker untuk melakukan hedging atau lindung nilai atas posisi opsi mereka. Aktivitas ini dapat meningkatkan tekanan beli dan mendorong harga saham naik lebih cepat dari sebelumnya.
Fenomena ini berkaitan erat dengan gamma, salah satu indikator dalam opsi yang mengukur perubahan delta akibat pergerakan harga saham. Ketika harga saham mendekati strike price opsi call, delta dapat berubah lebih cepat sehingga market maker perlu menyesuaikan posisi hedging dengan membeli lebih banyak saham.
Gamma squeeze umumnya terjadi ketika volume pembelian opsi call meningkat tajam, open interest tinggi, dan saham memiliki jumlah saham beredar yang relatif terbatas. Kondisi tersebut dapat menciptakan efek berantai, yaitu kenaikan harga mendorong kebutuhan hedging yang lebih besar, lalu meningkatkan tekanan beli dan kembali mendorong harga saham naik.
Meskipun dapat menciptakan peluang keuntungan dalam waktu singkat, gamma squeeze juga memiliki risiko tinggi karena harga saham dapat mengalami volatilitas ekstrem dan berbalik turun dengan cepat. Berbeda dari short squeeze yang dipicu oleh pembelian kembali saham oleh investor dengan posisi short, gamma squeeze terutama dipengaruhi oleh aktivitas hedging opsi. Oleh karena itu, investor perlu memahami mekanismenya sebelum mengambil keputusan trading.




