Strategy (MSTR) kembali masuk ke pasar Bitcoin setelah hampir dua bulan tidak melakukan pembelian besar.
Perusahaan yang dipimpin Executive Chairman Michael Saylor tersebut mengakuisisi 4.603 Bitcoin (BTC) senilai US$369,7 juta pada pekan yang berakhir 30 Agustus 2026. Harga pembelian rata-ratanya mencapai US$80.318 per BTC, lebih tinggi dibandingkan sejumlah Bitcoin yang sebelumnya sempat dijual perusahaan pada musim panas.
Sekilas, langkah tersebut terlihat seperti pola yang tidak biasa: Strategy sempat menjual Bitcoin ketika harga berada di kisaran US$60.000-an, lalu kembali membeli ketika BTC sudah berada di atas US$80.000.
Namun, manajemen Strategy menilai transaksi tersebut bukanlah strategi market timing. Perusahaan kini semakin aktif memperlakukan Bitcoin, saham biasa, saham preferen, dan kas sebagai bagian dari satu strategi pengelolaan modal yang dapat bergerak dua arah.
Strategy Kembali Beli Bitcoin Setelah Jeda Dua Bulan
Strategy membeli 4.603 BTC dengan total nilai US$369,7 juta, sekaligus mengakhiri periode sekitar dua bulan tanpa pembelian Bitcoin.
Pendanaan berasal dari penjualan saham biasa MSTR. Strategy menghimpun sekitar US$602,8 juta dari penerbitan tersebut, kemudian mengalokasikan US$369,7 juta untuk membeli Bitcoin.
Sebagian dana lainnya digunakan untuk membeli kembali saham preferen STRC senilai sekitar US$151,8 juta, sementara sisanya menambah cadangan kas perusahaan.
Setelah transaksi terbaru, Strategy memiliki 845.050 BTC. Total biaya akuisisi Bitcoin perusahaan mencapai sekitar US$63,73 miliar, dengan harga beli rata-rata historis sekitar US$75.412 per BTC.
Posisi tersebut mempertahankan Strategy sebagai salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar yang kepemilikannya diumumkan secara publik.
Menariknya, harga rata-rata pembelian terbaru US$80.318 berada di atas harga rata-rata keseluruhan Strategy. Artinya, perusahaan tetap menambah eksposur meskipun Bitcoin diperdagangkan lebih tinggi dibandingkan basis biaya historisnya.
Sempat Jual di US$60.000-an, Kenapa Kini Beli Lebih Mahal?
Pembelian terbaru mendapat perhatian karena Strategy sebelumnya menjual sekitar 6.900 BTC dalam beberapa tahap dari akhir Juni hingga pertengahan Agustus, dengan harga rata-rata tertimbang sekitar US$62.200.
Dengan demikian, perusahaan secara nominal menjual sebagian Bitcoin di harga yang lebih rendah sebelum kembali membeli di atas US$80.000.
Namun, CEO Strategy Phong Le menjelaskan bahwa keputusan tersebut tidak dibuat berdasarkan prediksi harga Bitcoin. Fokus utama perusahaan adalah memilih sumber modal yang paling efisien pada setiap kondisi pasar.
Ketika saham atau instrumen pendanaan Strategy tidak berada pada kondisi yang menarik untuk diterbitkan, perusahaan dapat menggunakan sebagian Bitcoin untuk memenuhi kebutuhan modal, termasuk mendanai kewajiban terkait saham preferen.
Sebaliknya, ketika saham MSTR dapat diterbitkan dengan kondisi yang lebih menguntungkan, Strategy dapat menggunakan dana tersebut untuk kembali menambah Bitcoin.
Strategi ini berbeda dari pendekatan lama yang membuat Strategy identik dengan pembelian Bitcoin satu arah. Perusahaan kini menggambarkan dirinya sebagai pengelola modal dua arah, yang dapat membeli maupun menjual Bitcoin, saham biasa, dan saham preferen sesuai kondisi pembiayaan.
Neraca Diperkuat Sebelum Pembelian Dilanjutkan
Jeda pembelian selama dua bulan juga digunakan Strategy untuk memperkuat neraca.
Menurut manajemen, perusahaan kini memiliki aset sekitar US$72 miliar, yang terdiri dari sekitar US$65 miliar dalam Bitcoin dan sekitar US$7 miliar dalam cadangan dolar. Strategy juga disebut telah menurunkan posisi utang bersih dari sekitar US$7 miliar menjadi nol.
Perubahan tersebut penting karena model bisnis Strategy sangat bergantung pada hubungannya antara harga Bitcoin, valuasi saham MSTR, serta kemampuan perusahaan mendapatkan modal dari pasar.
Semakin menarik kondisi penerbitan saham, semakin rendah biaya modal yang harus ditanggung Strategy untuk memperoleh dana baru. Pada kondisi seperti itu, perusahaan dapat menerbitkan saham dan menggunakan hasilnya untuk membeli Bitcoin tanpa menambah utang secara langsung.
Namun, metode tersebut tetap memiliki konsekuensi bagi investor MSTR. Penerbitan saham baru dapat meningkatkan jumlah saham yang beredar dan menciptakan dilusi bagi pemegang saham lama.
Karena itu, performa MSTR tidak hanya bergantung pada harga Bitcoin. Investor juga perlu memperhatikan struktur modal, penerbitan saham, saham preferen, kas, serta keputusan manajemen dalam menyeimbangkan berbagai instrumen tersebut.
Strategy Tetap Jadi Pembeli Bersih Bitcoin
Meskipun mulai membuka kemungkinan menjual Bitcoin ketika diperlukan, arah besar Strategy belum berubah.
Penjualan sekitar 6.900 BTC hanya mewakili kurang dari 1% kepemilikan Bitcoin perusahaan. Setelah pembelian terbaru, total kepemilikan kembali mencapai 845.050 BTC dan Strategy tetap menjadi pembeli Bitcoin bersih secara keseluruhan.
Perbedaannya terletak pada cara perusahaan mengelola aset tersebut.
Bitcoin kini tidak hanya diperlakukan sebagai aset yang terus dikumpulkan, tetapi juga menjadi salah satu komponen dalam strategi modal bersama kas, saham biasa, dan saham preferen. Ketika biaya pendanaan berubah, komposisi tersebut dapat ikut disesuaikan.
Bagi pasar Bitcoin, pembelian 4.603 BTC menunjukkan bahwa salah satu pembeli korporasi terbesar kembali aktif setelah jeda dua bulan. Namun, transaksi satu perusahaan belum cukup untuk menentukan arah harga BTC dalam jangka pendek.
Bagi investor Strategy, perkembangan berikutnya justru akan berada pada bagaimana perusahaan membiayai pembelian Bitcoin berikutnya. Jika valuasi MSTR tetap mendukung penerbitan saham, Strategy dapat kembali menggunakan pasar modal untuk menambah BTC. Sebaliknya, jika kondisi pembiayaan berubah, perusahaan kini telah menunjukkan bahwa menjual sebagian kecil Bitcoin juga menjadi opsi dalam pengelolaan neracanya.
Baca berita lainnya terkait perkembangan aset Bitcoin di halaman ini.
Pantau Langkah Besar Berikutnya di Bitcoin
Pantau Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui Nanovest, serta ikuti perkembangan institusional, regulasi, dan pasar kripto terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Bitcoins: Strategy Restarts Bitcoin Buying With 4,603 BTC Acquisition
- Decrypt.co: 'The Right Trade': Strategy CEO Has No Regrets Selling Bitcoin at $60K Before Buying Back Higher






