Tiga ujian besar datang hampir bersamaan ke Wall Street pekan ini: AI, inflasi, dan The Fed.
Setelah yield Treasury tenor panjang sempat menyentuh level tertinggi sejak 2007 pada pekan lalu, perhatian investor kini beralih ke rangkaian katalis yang berpotensi menentukan apakah tekanan tersebut akan berlanjut atau mulai mereda. Salah satu yang terbesar datang dari Nvidia, yang dijadwalkan melaporkan kinerja pada 26 Agustus dan kembali menjadi barometer penting untuk mengukur apakah gelombang investasi AI masih cukup kuat menopang valuasi sektor teknologi. Indeks semikonduktor Philadelphia sendiri turun sekitar 5% sepanjang pekan lalu ketika kenaikan yield mulai menekan saham-saham teknologi.
Namun, Nvidia bukan satu-satunya agenda besar.
Investor juga menunggu data inflasi PCE AS serta pidato pertama Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole. Kombinasi inflasi yang masih tinggi dan yield obligasi jangka panjang yang tetap tertekan membuat arah kebijakan The Fed kembali menjadi salah satu variabel terbesar bagi valuasi saham. Pasar saat ini memperhitungkan probabilitas sekitar 40% untuk kenaikan suku bunga pada September, sementara kenaikan pada Desember sudah diperhitungkan sepenuhnya.
Geopolitik menambah lapisan ketidakpastian. Brent turun sekitar 1,4% ke US$93,07 per barel pada perdagangan Senin pagi, tetapi masih bertahan di level tinggi ketika investor menunggu detail sanksi baru AS terhadap Iran dan mencermati risiko pasokan dari Selat Hormuz.
Pekan ini soal memilih saham dengan kualitas laba, valuasi, dan kemampuan bisnis menghadapi biaya modal yang lebih mahal kembali mendapat perhatian.
Menariknya, dana investor belum sepenuhnya meninggalkan ekuitas. Data LSEG Lipper yang dikutip Reuters menunjukkan dana saham AS masih mencatat arus masuk bersih untuk pekan kedua berturut-turut hingga 19 Agustus, didukung musim earnings yang kuat dan optimisme terhadap prospek perusahaan.
Dalam kondisi seperti ini, tiga saham hari ini menawarkan profil yang berbeda. Goldman Sachs mendapat peluang dari aktivitas trading dan investment banking, Costco mengandalkan kekuatan konsumsi berbasis membership, sementara Procter & Gamble membawa karakter defensif melalui portofolio consumer staples dan arus kas yang konsisten.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 24 Agustus 2026
1. Goldman Sachs Group, Inc. (GS) —BUY
- Range Buy: Rp18.450.632
- Target Price 1: Rp18.938.613
- Target Price 2: Rp19.497.759
- Stop Loss: Rp17.871.154
Mengapa Menarik?
Goldman Sachs masih ditopang profitabilitas yang kuat setelah membukukan pendapatan kuartal II 2026 sebesar US$20,34 miliar, laba bersih US$6,63 miliar, serta annualized ROE 23,5%. Kinerja tersebut menunjukkan kemampuan GS memanfaatkan aktivitas trading dan investment banking sekaligus menghasilkan return modal yang tinggi.
Valuasinya juga masih relatif rasional dibandingkan momentum laba, dengan forward P/E sekitar 16,08x. Setelah saham menguat 3,73% pada 21 Agustus, katalis berikutnya akan banyak bergantung pada keberlanjutan deal-making dan aktivitas pasar modal. Risiko utamanya adalah normalisasi trading serta perlambatan transaksi korporasi apabila kondisi finansial kembali mengetat.
2. Costco Wholesale Corporation (COST) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp16.794.941
- Target Price 1: Rp17.080.562
- Target Price 2: Rp17.381.722
- Stop Loss: Rp16.471.104
Mengapa Menarik?
Costco memasuki periode berikutnya dengan momentum penjualan yang kuat. Net sales Juli naik 10,7% YoY menjadi US$23,12 miliar, sementara comparable sales tumbuh 8,9% dan penjualan digitally-enabled melonjak 17,7%. Angka tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan model membership Costco tetap berjalan beriringan dengan ekspansi kanal digital.
Tantangan terbesarnya justru datang dari valuasi. Dengan trailing P/E sekitar 47,67x dan forward P/E 41,84x, banyak optimisme sudah tercermin pada harga saham. Karena itu, kemampuan Costco mempertahankan pertumbuhan penjualan dan laba akan menjadi faktor penting untuk membenarkan premium tersebut.
3. Procter & Gamble Co. (PG) —BUY
- Range Buy: Rp2.567.837
- Target Price 1: Rp2.623.570
- Target Price 2: Rp2.681.355
- Stop Loss: Rp2.524.378
Mengapa Menarik?
P&G menawarkan profil yang lebih defensif dengan penjualan FY2026 sebesar US$87 miliar, operating cash flow US$19,6 miliar, serta lebih dari US$15 miliar yang dikembalikan kepada pemegang saham melalui dividen dan buyback.
Pertumbuhannya memang tidak agresif. Memasuki FY2027, perusahaan memperkirakan organic sales tumbuh 1-3%, sementara kenaikan biaya bahan baku, energi, dan transportasi berpotensi memberikan tekanan sekitar US$1 miliar setelah pajak.
Namun, kombinasi kekuatan merek, arus kas besar, konsistensi dividen, dan valuasi forward P/E sekitar 20,7x membuat PG tetap relevan ketika investor membutuhkan keseimbangan antara stabilitas dan potensi pertumbuhan.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| GS | Buy | Rp18.450.632 | Rp18.938.613 | Rp19.497.759 | Rp17.871.154 |
| COST | Spec. Buy | Rp16.794.941 | Rp17.080.562 | Rp17.381.722 | Rp16.471.104 |
| PG | Buy | Rp2.567.837 | Rp2.623.570 | Rp2.681.355 | Rp2.524.378 |
Kesimpulan
Dengan Nvidia, inflasi PCE, dan Jackson Hole menjadi agenda utama pekan ini, volatilitas berpotensi tetap tinggi. GS menawarkan eksposur pada momentum pasar modal, COST ditopang kekuatan membership dan penjualan, sementara PG memberikan karakter lebih defensif melalui arus kas dan dividen.
Pantau Peluang Investasi Hari Ini
Pantau GS, COST, dan PG melalui aplikasi Nanovest dan ikuti perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






