Nvidia (NVDA) kembali memberikan sinyal kuat mengenai prospek industri artificial intelligence (AI). CEO Nvidia Jensen Huang memperkirakan perusahaan dapat menjual dua kali lebih banyak chip pada tahun depan dibandingkan tahun ini. Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena Nvidia saat ini sudah menjadi salah satu pemain terbesar dalam infrastruktur AI global.
Huang menyampaikan proyeksi tersebut dalam sebuah pertemuan di Skotlandia pada September 2026. Menurutnya, investasi AI terus meluas ke berbagai industri dan negara. Permintaan tidak lagi hanya datang dari perusahaan teknologi besar, tetapi semakin banyak sektor yang mulai mengalokasikan dana untuk membangun kemampuan AI.
Permintaan AI Jadi Motor Pertumbuhan Nvidia
Nvidia merupakan salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari ledakan investasi AI. Chip dan sistem komputasinya digunakan untuk melatih serta menjalankan berbagai model AI yang membutuhkan kapasitas komputasi besar.
Menurut Huang, semakin banyak perusahaan melihat AI sebagai teknologi yang dapat memberikan manfaat ekonomi, sehingga investasi terhadap infrastruktur komputasi terus meningkat. Kondisi tersebut menjadi dasar optimisme Nvidia terhadap pertumbuhan volume penjualan chip pada tahun mendatang.
Optimisme ini juga sejalan dengan kinerja terbaru Nvidia. Pada kuartal fiskal kedua 2027, perusahaan mencatat pendapatan sebesar US$96,2 miliar, naik 106% secara tahunan. Pendapatan data center mencapai sekitar US$89 miliar dan tumbuh 117% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Nvidia juga sebelumnya memberikan outlook pertumbuhan pendapatan sekitar 70% untuk tahun fiskal berikutnya. Perusahaan bahkan mengatakan pendapatan berpotensi meningkat lebih tinggi jika mampu memenuhi seluruh permintaan pelanggan.
Jual Dua Kali Lipat Bukan Berarti Pendapatan Ikut Berlipat
Meski terdengar sangat besar, pernyataan Huang perlu dilihat secara lebih hati-hati. Target dua kali lipat chip mengacu pada volume unit, bukan pendapatan.
Nvidia memiliki portofolio produk yang sangat beragam, mulai dari GPU data center Blackwell dan Rubin, CPU, chip jaringan, prosesor laptop, hingga chip untuk robotika dan otomotif. Harga dan kontribusi pendapatan setiap produk tentu berbeda.
Artinya, apabila Nvidia benar-benar menjual dua kali lebih banyak chip, pendapatannya tidak otomatis menjadi dua kali lipat. Perubahan product mix akan menjadi faktor penting.
Chip AI dengan harga tinggi seperti GPU data center memiliki kontribusi pendapatan yang berbeda dibandingkan chip dengan harga lebih rendah. Karena itu, investor tetap perlu membandingkan proyeksi volume dengan revenue growth, margin, dan permintaan produk generasi terbaru.
Tantangan Besar Ada di Rantai Pasok
Untuk menjual dua kali lebih banyak chip, Nvidia juga harus memastikan rantai pasok mampu mengikuti peningkatan permintaan. Produksi chip AI membutuhkan berbagai komponen dan proses manufaktur yang kompleks, termasuk advanced packaging dan high-bandwidth memory (HBM).
Dengan permintaan AI yang terus meningkat, kapasitas pemasok menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan seberapa cepat Nvidia meningkatkan pengiriman. Nvidia sendiri telah mengambil langkah untuk mengamankan kapasitas manufaktur dan pasokan bagi kebutuhan data center di masa mendatang.
Karena itu, tantangannya bukan hanya apakah pelanggan ingin membeli lebih banyak chip, tetapi apakah Nvidia dan para pemasoknya dapat memproduksi serta mengirimkannya dalam jumlah yang dibutuhkan.
Nvidia Masih Melihat AI sebagai Siklus Pertumbuhan Panjang
Proyeksi Huang menunjukkan bahwa Nvidia masih melihat permintaan AI sebagai tren jangka panjang, bukan sekadar lonjakan sementara. Perusahaan teknologi, pemerintahan, dan berbagai industri semakin meningkatkan investasi untuk membangun infrastruktur AI.
Namun, optimisme tersebut juga perlu dibandingkan dengan ekspektasi pasar yang sudah tinggi. Semakin besar ekspektasi terhadap pertumbuhan Nvidia, semakin besar pula tekanan bagi perusahaan untuk terus memenuhi target dan mempertahankan pertumbuhan.
Bagi investor, perkembangan penjualan Blackwell dan Rubin, permintaan data center, kapasitas HBM, serta belanja AI hyperscalers akan menjadi sejumlah indikator penting untuk melihat apakah target volume Nvidia benar-benar dapat terealisasi.
Jika Nvidia berhasil menjual dua kali lebih banyak chip pada 2027, hal tersebut dapat menjadi sinyal bahwa siklus investasi AI masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Namun, kemampuan perusahaan mengubah peningkatan volume tersebut menjadi pertumbuhan pendapatan dan laba tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Nvidia di halaman ini.
Permintaan AI Melaju, Nvidia Bidik Lebih Tinggi
Nvidia memperkirakan dapat menjual chip dua kali lebih banyak pada 2027 seiring meningkatnya investasi AI. Pantau NVDA dan saham teknologi AS lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.






