Saham Lucid Group (LCID) menguat setelah produsen kendaraan listrik AS tersebut memperluas bisnis robotaxi ke Eropa melalui kemitraan dengan platform mobilitas Bolt.
Lucid dan Bolt berencana mengembangkan dan mengerahkan sedikitnya 25.000 kendaraan otonom di kota-kota besar Eropa. Kendaraan akan menggunakan platform Midsize Lucid yang akan datang serta arsitektur kendaraan otonom Hyperion dari Nvidia (NVDA).
Saham LCID sempat melonjak sekitar 10% pada awal perdagangan dan kemudian ditutup naik 5,94% ke US$4,28 pada 17 September. Meski demikian, saham Lucid masih tercatat turun lebih dari 60% sejak awal 2026.
Kesepakatan tersebut memperluas strategi robotaxi Lucid di luar Amerika Serikat untuk pertama kalinya, sekaligus menjadi kerja sama besar kedua perusahaan di segmen kendaraan otonom tahun ini.
Lucid-Bolt Targetkan 25.000 Robotaxi
Kendaraan untuk Bolt akan dikembangkan berdasarkan platform Midsize Lucid yang belum diluncurkan dan dirancang untuk mendukung otomatisasi SAE Level 4. Pada level tersebut, kendaraan dapat beroperasi tanpa intervensi manusia selama berada dalam kondisi dan area operasi yang telah ditentukan.
Arsitektur Hyperion dari Nvidia akan menjadi bagian dari teknologi kendaraan otonom tersebut. Lucid dan Bolt selanjutnya akan mengembangkan platform kendaraan yang siap diintegrasikan dengan sistem pengemudian otonom untuk penggunaan komersial di Eropa.
Bolt akan mengambil peran besar dalam operasional. Unit Bolt Autonomous Driving Solutions akan menentukan persyaratan kendaraan, perangkat lunak, keselamatan, dan pengalaman penumpang. Perusahaan juga akan membangun infrastruktur pengisian daya, sistem operasional armada, serta kemitraan dengan kota-kota tempat layanan tersebut nantinya beroperasi.
Berbeda dari model kemitraan yang hanya menyediakan kendaraan, Bolt berencana memiliki dan mengoperasikan sendiri armada robotaxi tersebut.
Skala kerja sama ini juga menjadi bagian dari target Bolt untuk memiliki 100.000 kendaraan otonom di platformnya pada 2035. Saat ini, perusahaan beroperasi di lebih dari 50 negara dan 850 kota dengan lebih dari 200 juta pelanggan.
Namun, kedua perusahaan belum mengumumkan jadwal pasti peluncuran robotaxi pertama maupun nilai investasi yang terkait dengan kesepakatan tersebut. Implementasinya juga akan melibatkan mitra teknologi, regulator, dan pembuat kebijakan di Eropa.
Robotaxi Lucid Kini Bidik AS dan Eropa
Kesepakatan Bolt memperluas strategi robotaxi yang sebelumnya telah dijalankan Lucid di Amerika Serikat.
Pada Juli, Lucid dan Uber (UBER) mengumumkan rencana untuk mengerahkan sedikitnya 35.000 kendaraan Lucid selama enam tahun. Armada tersebut akan menggunakan SUV Lucid Gravity dan kendaraan dari platform Midsize, dengan sistem pengemudian otonom dari Nuro.
Kerja sama itu disertai tambahan modal US$750 juta untuk Lucid, terdiri dari US$550 juta dari afiliasi Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi dan US$200 juta dari anak perusahaan Uber.
Peluncuran komersial pertama direncanakan di San Francisco Bay Area pada akhir 2026, sementara Houston ditargetkan menyusul pada pertengahan 2027.
Dengan tambahan rencana 25.000 kendaraan bersama Bolt, dua kemitraan tersebut kini mencakup sedikitnya 60.000 kendaraan Lucid untuk layanan robotaxi di AS dan Eropa. Namun, struktur teknologinya berbeda. Armada Uber menggunakan perangkat lunak otonom Nuro, sedangkan kendaraan Bolt akan dibangun menggunakan platform yang memanfaatkan arsitektur Hyperion Nvidia.
Pengembangan untuk Bolt akan dipimpin Lucid Technologies, unit baru yang menggabungkan pengembangan AI, advanced driver-assistance systems (ADAS), dan teknologi otonom Lucid.
Persaingan Robotaxi Eropa Mulai Meluas
Ekspansi Lucid dan Bolt berlangsung ketika semakin banyak perusahaan mulai membawa layanan kendaraan otonom ke pasar Eropa.
Uber, Verne, dan Pony.ai meluncurkan layanan robotaxi di Zagreb pada Agustus. Sementara itu, Waymo milik Alphabet sedang menguji kendaraan otonom di Munich menjelang rencana peluncuran di Jerman pada akhir 2027.
Bagi Lucid, kemitraan tersebut juga memperluas penggunaan teknologi perusahaan di luar penjualan EV premium. Bisnis kendaraan listriknya masih menghadapi tekanan dari permintaan yang melambat dan kerugian yang besar, sehingga robotaxi membuka jalur pemanfaatan platform kendaraan, teknologi otonom, dan sistem AI perusahaan dalam skala yang berbeda.
Lucid bukan satu-satunya produsen EV yang memperluas eksposur ke robotaxi. Tesla terus mengembangkan armada robotaxi melalui platformnya sendiri, sementara Rivian juga bekerja sama dengan Uber untuk memasok kendaraan bagi jaringan otonom perusahaan tersebut.
Untuk Lucid dan Bolt, tahap berikutnya akan bergantung pada pengembangan kendaraan, kesiapan sistem otonom Level 4, infrastruktur armada, serta persetujuan regulator di masing-masing pasar Eropa. Dengan jadwal peluncuran yang belum diumumkan, kesepakatan 25.000 kendaraan tersebut untuk saat ini merupakan target deployment, bukan jumlah kendaraan yang sudah beroperasi.
Robotaxi Meluas, Pantau Saham di Baliknya
Pantau LCID, NVDA, UBER, dan saham AS lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan kendaraan otonom, teknologi, dan Wall Street terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Reuters: Lucid, Bolt team up to deploy 25,000 robotaxis across Europe
- Yahoo Finance: Lucid stock jumps on 25,000 robotaxi deal with Europe's Bolt






