Aktivitas perdagangan XRP kembali meningkat setelah pasar relatif sepi sepanjang musim panas, tetapi lonjakan likuiditas belum cukup untuk menunjukkan ke mana harga akan bergerak berikutnya.
Indeks likuiditas XRP 30 hari di Binance mencapai 0,0675, level tertinggi dalam sekitar enam bulan. Turnover selama periode yang sama juga pulih menjadi sekitar US$4,6 miliar setelah bergerak di kisaran US$2-3 miliar sepanjang Juli dan Agustus.
Kondisi tersebut menunjukkan XRP kini dapat diperdagangkan dengan pasar yang lebih dalam dan eksekusi yang lebih efisien. Namun, likuiditas yang meningkat tidak otomatis menjadi sinyal bullish.
Data spot, arus token, hingga pasar derivatif justru memberikan gambaran yang relatif seimbang. Buyer dan seller sama-sama mendapatkan likuiditas lebih besar untuk melakukan transaksi, sementara belum terlihat peningkatan posisi derivatif yang cukup kuat untuk mengonfirmasi perubahan tren.
Dengan XRP bertahan di sekitar US$1,40, pasar kini memiliki aktivitas yang lebih tinggi, tetapi masih menunggu katalis untuk menentukan arah berikutnya.
Likuiditas XRP Pulih ke Level Tertinggi 6 Bulan
Pemulihan paling jelas terlihat pada kedalaman pasar XRP di Binance.
Indeks likuiditas 30 hari mencapai sekitar 0,0675, tertinggi dalam enam bulan. Indikator ini mengukur seberapa mudah XRP dapat diperdagangkan tanpa transaksi tersebut memberikan dampak besar terhadap harga.
Semakin dalam likuiditas, semakin mudah order berukuran besar dieksekusi dengan slippage atau selisih harga yang relatif lebih kecil.
Turnover XRP selama 30 hari juga naik menjadi sekitar US$4,6 miliar, dibandingkan kisaran US$2-3 miliar pada Juli dan Agustus. Data CryptoQuant yang dikutip sumber turut menunjukkan volume spot XRP di Binance mencapai sekitar US$7,28 miliar selama Agustus, level tertinggi enam bulan.
Aktivitas tinggi juga tidak terbatas pada Binance. Upbit dan Bithumb mencatat volume bulanan yang kuat, menunjukkan pemulihan likuiditas terjadi di beberapa platform perdagangan.
Peningkatan tersebut datang setelah XRP menutup Agustus dengan kenaikan sekitar 28,5%, kinerja Agustus terbaiknya sejak 2021. Pada periode yang sama, produk ETF spot XRP di AS mencatat inflow sekitar US$153,55 juta.
Kombinasi kenaikan harga, aktivitas spot, dan arus ETF menunjukkan minat terhadap XRP meningkat. Namun, data yang lebih baru memperlihatkan bahwa peningkatan aktivitas tersebut belum memiliki arah yang sepenuhnya jelas.
113 Juta XRP Keluar Binance, Tapi Sinyalnya Belum Jelas
Salah satu pergerakan terbesar terjadi pada arus XRP di Binance. Pada 11 September, lebih dari 91 juta XRP masuk ke Binance, sementara lebih dari 113 juta XRP keluar. Keduanya merupakan volume harian tertinggi dalam sekitar enam bulan.
Secara bersih, penarikan melampaui deposit sekitar 22,7 juta XRP. Dalam kondisi tertentu, outflow dari exchange dapat dikaitkan dengan pemindahan aset untuk disimpan dan berkurangnya suplai yang tersedia untuk dijual.
Namun, data kali ini belum cukup untuk menghasilkan kesimpulan tersebut. Total kepemilikan XRP Binance hanya meningkat sekitar 0,43% sepanjang pekan, menunjukkan lonjakan arus masuk dan keluar juga dapat berasal dari aktivitas perdagangan, penataan ulang wallet internal, atau rebalancing menjelang periode volatilitas.
Pasar derivatif memberikan sinyal yang sama hati-hatinya. Perubahan open interest XRP tujuh hari di Binance membaik dari minus 27% pada 29 Agustus menjadi sekitar 1% pada 6 September. Namun, rata-rata open interest berada di sekitar US$476,7 juta dan hanya meningkat 0,23% secara mingguan.
Artinya, aktivitas pasar memang mulai pulih, tetapi trader derivatif belum menambah posisi secara agresif. Lonjakan likuiditas dan perpindahan token yang besar lebih menunjukkan pasar kembali aktif daripada konfirmasi bahwa buyer atau seller telah mengambil kendali.
XRP Bertahan di US$1,40, Breakout Masih Ditunggu
Dari sisi harga, XRP masih mempertahankan struktur yang relatif stabil. Token tersebut diperdagangkan di sekitar US$1,40, masih berada di atas Exponential Moving Average (EMA) 20 hari sekitar US$1,37 dan EMA 200 hari sekitar US$1,33.
EMA merupakan rata-rata harga yang memberikan bobot lebih besar pada pergerakan terbaru dan umum digunakan untuk membaca kecenderungan tren. Bertahannya XRP di atas kedua level tersebut menunjukkan harga masih berada di atas rata-rata tren jangka pendek maupun panjang yang digunakan dalam analisis sumber.
Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada di 55,92. Indikator momentum dengan skala 0-100 tersebut berada sedikit di atas titik tengah 50, tetapi masih jauh dari area jenuh beli.
Kombinasi tersebut membuat struktur XRP saat ini lebih tepat dibaca sebagai netral hingga konstruktif, bukan breakout bullish yang sudah terkonfirmasi.
Likuiditas yang lebih dalam juga bekerja ke dua arah. Jika permintaan meningkat, buyer dapat menyerap XRP dengan slippage lebih rendah dan membantu harga bergerak naik secara lebih efisien. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, pasar yang sama juga mampu memfasilitasi distribusi dalam volume besar.
Karena itu, level likuiditas tertinggi enam bulan bukan sinyal arah harga dengan sendirinya. Investor dapat mencermati apakah peningkatan aktivitas selanjutnya mulai diikuti pertumbuhan open interest yang lebih kuat, arus spot yang lebih konsisten, serta pergerakan harga yang mampu keluar dari konsolidasi saat ini.
Untuk sementara, XRP memiliki pasar yang lebih likuid dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Yang belum dimiliki adalah katalis cukup kuat untuk menunjukkan siapa yang akhirnya mengambil kendali: buyer atau seller.
Likuiditas XRP Naik, Arah Berikutnya?
Pantau XRP dan aset kripto lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan harga, aktivitas perdagangan, dan tren pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Cryptonews: XRP News: Deeper Liquidity Leaves Traders Waiting for Conviction






