General Motors (GM) memperkenalkan strategi pengembangan kendaraan berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam acara GM Forward pada Rabu, 21 Oktober 2026. Produsen otomotif Amerika Serikat tersebut menargetkan pemangkasan waktu pengembangan mobil hingga separuh dari proses konvensional yang selama ini membutuhkan sekitar empat hingga lima tahun.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya GM meningkatkan daya saing terhadap produsen mobil China yang dikenal memiliki siklus pengembangan lebih cepat. Perusahaan juga memperkenalkan platform kendaraan listrik generasi keempat dengan teknologi baterai baru, sistem komputasi terpusat, serta rencana perluasan fitur berkendara otonom.
Melalui kombinasi AI, rekayasa virtual, dan penyederhanaan komponen kendaraan, GM berupaya mempercepat proses pengembangan sekaligus meningkatkan efisiensi produksi. Perubahan ini tidak hanya ditujukan untuk kendaraan listrik, tetapi juga akan diterapkan pada sejumlah model berbahan bakar bensin.
GM Gunakan AI untuk Pangkas Pengembangan Mobil Jadi 2 Tahun
General Motors menargetkan pengurangan siklus pengembangan kendaraan dari sekitar empat hingga lima tahun menjadi dua tahun. Target tersebut merupakan respons terhadap persaingan dengan produsen otomotif China yang mampu mengembangkan model baru dalam waktu sekitar dua hingga tiga tahun.
Menurut laporan Axios, Chief Product Officer GM Sterling Anderson menjelaskan bahwa perusahaan akan memanfaatkan data teknik dan manufaktur yang telah dikumpulkan selama puluhan tahun untuk mempercepat pengembangan kendaraan.
Salah satu perubahan utama adalah penggunaan AI untuk menggantikan proses rekayasa yang sebelumnya dilakukan secara berurutan dengan pendekatan pengembangan paralel dan pengujian virtual.
Melalui pendekatan tersebut, berbagai alternatif desain dapat diuji secara digital sebelum perusahaan membangun prototipe fisik. Hal ini memungkinkan tim teknik mengevaluasi lebih banyak pilihan tanpa harus menunggu seluruh tahapan pengujian konvensional selesai.
Sebagai contoh, insinyur GM berhasil mengevaluasi lebih dari 300.000 desain virtual untuk paket baterai lithium manganese-rich (LMR) sebelum membuat prototipe pertamanya.
Proses tersebut membantu GM membawa konsep paket baterai menuju persetujuan program resmi hanya dalam waktu satu bulan.
Perusahaan juga menggunakan data desain komponen, karakteristik material, dan proses manufaktur untuk membuat model digital kendaraan serta fasilitas produksi. Model tersebut memungkinkan pengujian perubahan desain dan proses perakitan sebelum diterapkan secara fisik.
Pendekatan ini berbeda dari keunggulan yang dimiliki sejumlah produsen mobil China, yang didukung ekosistem pemasok terintegrasi sehingga dapat memperoleh komponen dengan cepat.
GM berupaya mengimbangi kecepatan tersebut melalui pemanfaatan data internal, AI, dan rekayasa virtual. Namun, target pengembangan dua tahun masih merupakan sasaran perusahaan, bukan hasil yang telah dicapai secara menyeluruh pada seluruh lini kendaraan.
Baterai LMR Diklaim Lebih Padat Energi dan Efisien
Selain mempercepat proses pengembangan, GM memperkenalkan platform kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) generasi keempat yang akan menggunakan teknologi baterai lithium manganese-rich (LMR) dalam bentuk sel prismatik.
GM menyebut teknologi tersebut sebagai baterai LMR pertama yang akan diproduksi secara massal. Sel baterainya direncanakan diproduksi oleh Ultium Cells, perusahaan patungan GM dan LG Energy Solution, di Spring Hill, Tennessee, Amerika Serikat.
Menurut Yahoo Finance, baterai LMR dirancang untuk menghasilkan kepadatan energi 33% lebih tinggi dibandingkan baterai lithium iron phosphate (LFP), dengan biaya yang diklaim sebanding.
Baterai LFP selama ini dikenal sebagai salah satu pilihan teknologi berbiaya relatif rendah untuk kendaraan listrik. Dengan kepadatan energi yang lebih tinggi, GM menargetkan peningkatan kemampuan kendaraan tanpa kenaikan biaya baterai yang sebanding.
Platform EV generasi keempat juga dirancang dengan sejumlah perubahan teknis untuk meningkatkan efisiensi:
- Jarak tempuh sekitar 20% lebih jauh per kilowatt-jam, melalui kombinasi baterai, unit penggerak, dan peningkatan aerodinamika.
- Paket baterai 20% lebih ringkas dibandingkan desain sebelumnya.
- Bobot kendaraan diperkirakan 15% lebih ringan.
- Efisiensi aerodinamika ditargetkan meningkat 25%.
- Unit penggerak menggunakan 40% lebih sedikit komponen, sehingga dapat mengurangi kompleksitas manufaktur.
Sebelumnya, ketika GM dan LG Energy Solution memperkenalkan teknologi LMR pada Mei 2025, penerapannya ditujukan untuk truk dan SUV listrik berukuran penuh mulai 2028. Kini, GM menyatakan bahwa baterai tersebut akan diarahkan ke segmen kendaraan listrik dengan volume penjualan terbesar, terutama kategori yang membutuhkan keseimbangan antara jarak tempuh, daya tahan, dan keterjangkauan harga.
Meski demikian, GM belum mengumumkan model kendaraan maupun tanggal peluncuran khusus untuk platform EV generasi keempat tersebut.
Dalam acara GM Forward, perusahaan juga tidak mengumumkan ekspansi besar ke bisnis energy storage system (ESS) atau penyimpanan energi skala komersial, meskipun sektor tersebut semakin diperhatikan seiring pembangunan pusat data AI.
Ultium Cells sebelumnya telah mengumumkan investasi US$70 juta untuk mengubah sebagian fasilitas Spring Hill agar dapat memproduksi sel LFP bagi kebutuhan penyimpanan energi. Namun, sel tersebut ditujukan kepada unit bisnis penyimpanan energi LG Energy Solution, bukan sebagai bagian dari ekspansi langsung bisnis ESS GM.
Dengan demikian, strategi baterai GM saat ini tetap lebih berfokus pada pengembangan kendaraan listrik dan efisiensi platform otomotif.
Komputer 40 Kali Lebih Kuat, GM Siapkan Mobil Otonom 2028
General Motors juga memperkenalkan arsitektur elektronik kendaraan baru yang berpusat pada satu sistem komputasi utama atau central compute unit (CCU). Sistem tersebut dirancang untuk menggantikan pendekatan elektronik konvensional yang menggunakan banyak komputer kecil dan chip terpisah di berbagai bagian kendaraan.
Menurut TechCrunch, komputer pusat generasi baru GM akan memiliki kemampuan komputasi hingga 40 kali lebih tinggi dibandingkan sistem yang digunakan perusahaan saat ini.
Penyederhanaan arsitektur elektronik tersebut juga diperkirakan dapat mengurangi kebutuhan kabel kendaraan hingga 30%, sehingga membantu menghemat bobot dan menyederhanakan proses perakitan.
Komputer pusat ini akan mengintegrasikan berbagai fungsi kendaraan, termasuk pengendalian tenaga, kemudi, pengereman, keselamatan aktif, dan perangkat lunak.
Teknologi tersebut dijadwalkan memulai debutnya pada Cadillac Escalade IQ pada 2028, sebelum diterapkan pada sejumlah SUV dan truk berukuran penuh berbahan bakar bensin, kendaraan crossover tiga baris, serta EV generasi keempat.
GM juga menargetkan peluncuran fitur berkendara otonom di jalan raya pada 2028 melalui Cadillac Escalade IQ. Fitur yang diumumkan tersebut dirancang agar kendaraan dapat menangani tugas mengemudi di jalan raya dalam kondisi penggunaan yang didukung sistem, tanpa pengemudi harus terus memusatkan perhatian pada jalan atau selalu bersiap mengambil alih kendali.
Namun, kemampuan tersebut tidak berarti kendaraan dapat beroperasi secara otonom dalam seluruh kondisi lalu lintas. GM belum merinci seluruh batasan operasional dan persyaratan penggunaannya dalam materi yang diumumkan.
Selain sistem berkendara otonom, GM memperluas penggunaan asisten AI OnStar. Teknologi tersebut dijadwalkan hadir pada Cadillac LYRIQ model 2027 melalui pembaruan perangkat lunak over-the-air dalam beberapa bulan mendatang.
Asisten tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan fitur AI yang lebih terintegrasi dalam pengalaman berkendara.
Perubahan ini memperlihatkan bahwa pengembangan kendaraan GM semakin bergantung pada perangkat lunak dan kemampuan komputasi, bukan hanya mesin, baterai, maupun desain fisik kendaraan.
GM Percepat Transformasi di Tengah Persaingan Otomotif Global
Strategi baru General Motors berlangsung ketika industri otomotif global menghadapi persaingan yang semakin ketat, terutama dari produsen kendaraan listrik China dan perusahaan yang mengembangkan kendaraan berbasis perangkat lunak.
Produsen otomotif China mampu menghadirkan model baru dalam siklus yang lebih singkat, sementara perusahaan seperti Tesla dan Rivian telah lebih dahulu mengembangkan sistem kendaraan dengan integrasi perangkat lunak yang luas.
Bagi GM, pemanfaatan AI dalam proses rekayasa menjadi salah satu cara untuk mengurangi kesenjangan kecepatan pengembangan tanpa harus meniru sepenuhnya struktur rantai pasok produsen China.
Pengembangan baterai LMR juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi kendaraan listrik, sementara sistem komputasi terpusat memungkinkan pembaruan perangkat lunak dan integrasi fitur kendaraan yang lebih luas.
Namun, keberhasilan strategi tersebut masih bergantung pada kemampuan perusahaan menerapkan teknologi baru secara komersial, memenuhi target biaya, serta menghadirkan produk sesuai jadwal.
Platform EV generasi keempat belum memiliki tanggal peluncuran resmi, sedangkan sistem komputasi dan fitur otonom baru dijadwalkan mulai digunakan pada 2028.
Bagi investor yang memantau saham General Motors (GM), sejumlah perkembangan penting berikutnya mencakup realisasi target pengembangan kendaraan dua tahun, kesiapan produksi baterai LMR, serta implementasi sistem komputasi baru pada model yang akan datang.
Perubahan strategi ini menunjukkan upaya GM mempercepat inovasi otomotif melalui AI dan teknologi baterai, sekaligus memperkuat daya saingnya dalam industri kendaraan yang semakin ditentukan oleh perangkat lunak, efisiensi biaya, dan kecepatan pengembangan produk.
AI Makin Ngebut, Industri Otomotif Ikut Berubah
Pantau perkembangan saham GM dan emiten otomotif AS lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga berita teknologi, inovasi kendaraan listrik, dan sentimen Wall Street terbaru di News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko, termasuk potensi kehilangan modal. Informasi ini bukan rekomendasi membeli atau menjual aset tertentu. Lakukan riset dan pertimbangkan profil risiko sebelum berinvestasi.
Referensi +
- Yahoo Finance: GM bets on new batteries, AI to make EVs mainstream, but skips the energy storage boom
- Axios: GM taps AI to help match speed of Chinese rivals
- TechCrunch: GM is betting compute and AI will help it compete with Chinese automakers






