Hampir dua dekade setelah meninggalkan Venezuela akibat nasionalisasi asetnya, ExxonMobil (XOM) mulai membuka jalan untuk kembali ke salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar dunia.
Perusahaan energi AS tersebut sedang melakukan pembicaraan mengenai investasi di sejumlah ladang minyak Venezuela, termasuk Petromonagas di Sabuk Orinoco yang sebelumnya pernah dioperasikan Exxon serta area lain di blok Carabobo.
Menurut laporan The Wall Street Journal, Exxon bahkan dapat menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan minyak negara PDVSA paling cepat bulan ini. Sejumlah ladang yang sedang dipertimbangkan secara kolektif diperkirakan memiliki sekitar 50 miliar barel minyak di bawah tanah.
Potensi kesepakatan tersebut akan menjadi perubahan besar bagi Exxon. Perusahaan meninggalkan Venezuela pada 2007 setelah pemerintah Hugo Chávez menasionalisasi proyek minyaknya, yang kemudian memicu sengketa arbitrase selama bertahun-tahun.
Namun, pembicaraan terbaru belum berarti Exxon langsung kembali memproduksi minyak dalam jumlah besar. Kesepakatan masih berada pada tahap awal, sementara persoalan kondisi infrastruktur, struktur kepemilikan, hingga risiko hukum dan investasi tetap harus diselesaikan.
Exxon Incar Kembali Ladang Lamanya di Orinoco
Salah satu aset yang menjadi perhatian utama Exxon adalah Petromonagas, proyek yang sebelumnya dikenal sebagai Cerro Negro.
Exxon pernah mengoperasikan Cerro Negro dengan kepemilikan 41,67% sebelum proyek tersebut dinasionalisasi pada 2007. Ladang ini menjadi menarik karena masih memiliki fasilitas upgrader yang dapat mengolah minyak mentah ekstra berat dari Orinoco menjadi minyak yang lebih ringan dan lebih mudah diekspor.
Selain Petromonagas, laporan Wall Street Journal menyebut Exxon tertarik mengambil kembali kendali atas Petrovictoria serta mendapatkan hak atas dua ladang tambahan di kawasan Carabobo.
Secara keseluruhan, ladang-ladang yang sedang dibicarakan diperkirakan memiliki sekitar 50 miliar barel minyak. Angka tersebut besar, tetapi tidak boleh dibaca sebagai tambahan produksi yang siap masuk pasar.
Venezuela sendiri menyatakan memiliki sekitar 300 miliar barel cadangan minyak, dengan sebagian besar sumber dayanya berupa minyak berat dan ekstra berat yang terkonsentrasi di Sabuk Orinoco.
Exxon memiliki pengalaman menangani jenis minyak tersebut. Selain sejarah operasinya di Venezuela, perusahaan juga mengembangkan minyak berat melalui bisnisnya di Kanada. Pengalaman itu dapat memberikan keuntungan teknis jika perusahaan benar-benar kembali.
Namun, Petromonagas diperkirakan membutuhkan perawatan dan perbaikan besar setelah bertahun-tahun mengalami kekurangan investasi. Artinya, bahkan jika kesepakatan tercapai, pemulihan kapasitas produksi tetap membutuhkan modal dan waktu.
Chevron hingga Continental Lebih Dulu Masuk
Pergerakan Exxon bukan terjadi sendirian. Sejumlah perusahaan energi internasional mulai meningkatkan keterlibatan mereka di Venezuela.
Awal September, Chevron (CVX) menyepakati investasi sekitar US$7 miliar selama lima tahun melalui usaha patungannya di Venezuela. Rencana tersebut ditujukan untuk menggandakan produksi perusahaan di negara itu menjadi sekitar 600.000 barel per hari.
Chevron dan Eni (E) juga telah menyelesaikan perjanjian untuk memperluas proyek dan meningkatkan produksi di Venezuela.
Pada Rabu, Continental Resources menandatangani nota kesepahaman dengan PDVSA untuk mengoperasikan dan mengembangkan area Ayacucho 2 di Sabuk Orinoco.
Masuknya Exxon akan menjadi perkembangan yang lebih simbolis karena sejarah panjang perselisihannya dengan Venezuela. Perusahaan sebelumnya bahkan mengambil jalur arbitrase setelah asetnya dinasionalisasi.
Situasinya berbeda dengan ConocoPhillips (COP). Perusahaan tersebut masih memprioritaskan penagihan sekitar US$11 miliar yang menurut sumber terutang oleh Venezuela dan PDVSA akibat pengambilalihan asetnya. ConocoPhillips belum bersedia melanjutkan pembicaraan mengenai potensi kembali sebelum persoalan pembayaran tersebut ditangani.
Perbedaan respons itu menunjukkan bahwa besarnya cadangan Venezuela bukan satu-satunya pertimbangan. Kepastian kontrak, penyelesaian klaim lama, kebutuhan modal, dan kondisi kebijakan akan ikut menentukan seberapa jauh perusahaan minyak AS bersedia kembali.
50 Miliar Barel Belum Berarti Produksi Baru
Bagi pasar minyak, perbedaan antara kesepakatan investasi dan tambahan pasokan aktual menjadi penting.
Jika Exxon menandatangani nota kesepahaman, langkah tersebut pada dasarnya baru membuka proses untuk mengevaluasi proyek dan menyusun struktur investasi. Pengembangan ladang baru membutuhkan waktu lebih panjang, sementara rehabilitasi fasilitas yang sudah beroperasi dapat memberikan tambahan produksi lebih cepat.
Ada pula persoalan struktur kepemilikan Petromonagas. Setelah Exxon keluar, Rosneft memperoleh 40% saham proyek tersebut. Kepemilikan itu kemudian dialihkan pada 2020 kepada perusahaan negara Rusia Roszarubezhneft. Pemerintah Venezuela dan Rusia tahun ini menyatakan kepentingan Rusia dalam Petromonagas serta proyek minyak lainnya masih berlaku.
Status tersebut dapat menjadi faktor penting dalam negosiasi, terutama ketika pemerintah AS mendorong perluasan kehadiran perusahaan Amerika di Venezuela sekaligus berupaya membatasi keterlibatan perusahaan dari Rusia dan China.
Exxon maupun PDVSA juga belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kesepakatan yang dilaporkan.
Investor juga perlu mencermati ladang mana yang akhirnya masuk kesepakatan, bagaimana struktur kepemilikan dan kompensasinya, berapa besar investasi yang dibutuhkan, serta kapan produksi tambahan realistis dapat dimulai. Untuk sementara, pembicaraan Exxon lebih mencerminkan terbukanya kembali akses menuju cadangan minyak Venezuela daripada lonjakan produksi yang langsung mengubah keseimbangan pasokan global.
Exxon Kembali Membidik Venezuela
Pantau XOM dan saham energi AS lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan harga minyak, ekspansi perusahaan energi, dan sentimen Wall Street terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Seeking Alpha: Exxon nearing deal to invest in Venezuela oil fields - WSJ
- Newsquawk: Exxon (XOM) nears a preliminary deal to invest in Venezuela's oil fields, according to WSJ
- Reuters: Exxon advances talks to return to Venezuela's Orinoco Belt, sources say






