Arus dana kembali mengalir deras ke ETF Bitcoin (BTC) spot Amerika Serikat. Dalam 30 hari terakhir, produk investasi tersebut membukukan inflow bersih US$2,95 miliar, menunjukkan pemulihan setelah sempat mengalami tekanan besar pada pertengahan September.
Menurut data SoSoValue yang dikutip Decrypt, ETF Bitcoin memperpanjang rentetan inflow menjadi delapan hari perdagangan berturut-turut pada Senin, 28 September. Meski demikian, inflow hari itu relatif kecil sebesar US$31,07 juta dan menjadi yang terendah dalam rangkaian delapan hari tersebut.
IBIT milik BlackRock kembali menjadi penyumbang utama dengan inflow US$54,84 juta. Namun, sebagian aliran tersebut diimbangi outflow US$23,19 juta dari GBTC milik Grayscale dan US$10,90 juta dari FBTC milik Fidelity.
Besarnya inflow dalam sebulan terakhir menjadi perhatian karena terjadi ketika harga Bitcoin belum kembali mendekati rekor tertingginya. BTC berada di sekitar US$83.000-US$84.000, sementara rekor pada 6 Oktober 2025 berada di atas US$126.000.
ETF Bitcoin Bangkit setelah Outflow US$450 Juta
Perubahan arus dana terjadi cukup cepat. Pada 15 September, ETF Bitcoin mengalami outflow bersih US$450,4 juta, terbesar sejak 24 Juni. Pada periode yang sama, ETF Ethereum (ETH) juga kehilangan US$142,3 juta.
Tekanan tersebut bertepatan dengan pemungutan suara prosedural terkait CLARITY Act di Senat AS. RUU itu gagal memperoleh 60 suara yang diperlukan untuk maju, dengan hasil 49-50. Setelah periode tersebut, aliran dana ke ETF Bitcoin mulai berbalik positif pada 17 September.
Pemulihannya kemudian semakin cepat. Pada 21 September, ETF Bitcoin mengumpulkan hampir US$1 miliar dalam satu hari, disusul sekitar US$715 juta pada 22 September. Inflow kemudian melambat menjadi US$347 juta pada 23 September, US$191 juta pada 24 September, dan US$134 juta pada 25 September.
Secara keseluruhan, ETF Bitcoin membukukan sekitar US$2,39 miliar inflow untuk pekan yang berakhir 25 September, terbesar sejak pekan yang berakhir 10 Oktober 2025 ketika inflow mencapai US$2,71 miliar.
Lonjakan tersebut juga membawa harga Bitcoin kembali melampaui estimasi harga pokok rata-rata pemegang ETF sebesar US$81.722. Berdasarkan data dalam sumber, kondisi itu membuat rata-rata posisi investor ETF kembali berada di atas harga pokok untuk pertama kalinya sejak Januari.
Namun, delapan hari inflow berturut-turut belum menjadi rekor terbaru. Pada Agustus, ETF Bitcoin sempat mencatat sembilan hari arus masuk beruntun sebelum rangkaian tersebut berakhir dengan outflow US$201,9 juta pada 28 Agustus.
Ethereum hingga XRP Juga Kebagian Inflow
Bitcoin bukan satu-satunya aset kripto yang mendapatkan tambahan dana melalui ETF.
Dalam periode 30 hari yang sama, ETF Ethereum mencatat inflow US$982,5 juta. Pada Senin saja, produk tersebut menerima tambahan US$17,1 juta.
Sementara itu, ETF Solana (SOL) mengumpulkan US$278,2 juta dalam sebulan dan ETF XRP menerima US$127,05 juta. Angka tersebut menunjukkan bahwa pemulihan arus dana melalui instrumen ETF juga menjangkau aset kripto selain Bitcoin.
Meski demikian, Bitcoin masih mendominasi berdasarkan nilai inflow. Dengan US$2,95 miliar selama 30 hari, arus dana ETF Bitcoin sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan Ethereum dalam periode yang sama.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana ETF menjadi salah satu saluran yang digunakan investor untuk memperoleh eksposur terhadap aset kripto tanpa harus mengelola wallet dan private key secara langsung. Sumber mencatat peningkatan aliran dana juga terjadi melalui produk yang dikelola perusahaan keuangan besar seperti BlackRock dan Fidelity.
Inflow Deras, Bitcoin Masih di Sekitar US$83.000
Meski ETF kembali menerima miliaran dolar, harga Bitcoin belum menunjukkan kenaikan dengan skala yang sama.
Bitcoin berada di sekitar US$83.400 dalam data yang dicantumkan sumber pada 30 September. Angka tersebut masih sekitar sepertiga di bawah rekor tertinggi lebih dari US$126.000 pada 6 Oktober 2025.
Salah satu faktor yang masih membebani aset kripto adalah kondisi suku bunga dan pasar obligasi. Sumber mencatat kenaikan suku bunga dan yield Treasury membuat sebagian investor beralih menuju aset yang lebih konservatif.
Kondisi tersebut menciptakan dua sinyal yang berjalan bersamaan. Arus ETF menunjukkan permintaan melalui produk investasi teregulasi kembali meningkat, tetapi lingkungan makro masih membatasi pergerakan harga Bitcoin.
Karena itu, besarnya inflow belum cukup untuk memastikan arah harga BTC berikutnya. Investor masih perlu mencermati apakah arus dana ETF dapat bertahan, sekaligus mengikuti perkembangan yield Treasury, kebijakan suku bunga, dan regulasi kripto AS.
Setelah inflow US$2,95 miliar dalam 30 hari, fokus berikutnya adalah apakah ETF Bitcoin mampu memperpanjang rentetan arus masuk melampaui delapan hari dan apakah peningkatan permintaan tersebut mulai tercermin lebih kuat pada harga BTC.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Bitcoin dan Ethereum.
ETF Kembali Inflow, Pantau Bitcoin
ETF Bitcoin mencatat inflow US$2,95 miliar dalam 30 hari saat BTC masih bergerak di sekitar US$83.000. Pantau Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Decrypt: Crypto ETFs Surge as Bitcoin Funds Add $2.95 Billion in 30 Days
- The Motley Fool: Bitcoin ETFs Are Seeing Their Biggest Inflows Since October 2025. Is Bitcoin Finally Back?






