Ledakan investasi artificial intelligence (AI) kembali terlihat dari laporan keuangan perusahaan yang berada di balik infrastrukturnya. Kali ini datang dari Dell Technologies (DELL), yang mencatat rekor pesanan server AI sekaligus menaikkan proyeksi kinerja tahunannya.
Saham Dell melonjak sekitar 7% dalam perdagangan after-hours pada Selasa, bahkan sempat naik hingga 10%, setelah perusahaan melaporkan pendapatan dan laba kuartal kedua yang melampaui ekspektasi.
Perhatian utama investor tertuju pada bisnis server AI. Dell membukukan US$60,9 miliar pesanan server AI hanya dalam satu kuartal, sementara backlog atau pesanan yang belum diselesaikan mencapai rekor US$95 miliar.
Angka tersebut memberi gambaran bahwa gelombang belanja AI masih mengalir ke lapisan infrastruktur, bukan hanya produsen chip seperti Nvidia.
Pesanan Server AI Dell Cetak Rekor
Permintaan server AI Dell terus meningkat seiring perusahaan, penyedia cloud, dan pelanggan sovereign memperbesar kapasitas komputasi mereka.
Dalam 12 bulan terakhir, Dell telah menerima lebih dari US$130 miliar pesanan server AI. Jumlah pelanggan bisnis ini juga telah melampaui 6.500, dengan permintaan berasal dari pelanggan neocloud, sovereign, hingga perusahaan.
Server Dell yang menggunakan chip Nvidia antara lain digunakan oleh penyedia cloud AI seperti Nscale dan CoreWeave untuk membangun klaster komputasi yang diperlukan dalam pelatihan dan pengoperasian model AI.
Pertumbuhan tersebut mendorong Dell kembali menaikkan target bisnisnya. Perusahaan kini memperkirakan pendapatan dari server yang dioptimalkan untuk AI mencapai US$74 miliar pada FY2027, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar US$60 miliar.
Peningkatan sebesar US$14 miliar dalam satu kali revisi memberikan sinyal mengenai besarnya permintaan infrastruktur AI yang saat ini masuk ke pipeline Dell.
Pendapatan Rekor US$47 Miliar, Proyeksi Ikut Naik
Lonjakan bisnis AI turut mendorong kinerja Dell secara keseluruhan.
Pendapatan kuartal kedua meningkat 58% secara tahunan menjadi rekor US$47 miliar, melampaui estimasi analis yang dihimpun LSEG sebesar US$44,92 miliar. Adjusted earnings mencapai US$7,04 per saham, jauh di atas perkiraan US$4,91 per saham.
Dell kemudian menaikkan proyeksi pendapatan FY2027 sebesar US$25 miliar, dari US$167 miliar menjadi US$192 miliar. Proyeksi adjusted EPS juga dinaikkan menjadi US$25,50 dari sebelumnya US$17,90.
Kinerja tersebut tidak hanya berasal dari server AI. Unit Dell yang mencakup server, jaringan, penyimpanan, dan software mencatat pertumbuhan pendapatan 89%. Penjualan server dan jaringan tradisional bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat karena perusahaan memperbarui infrastruktur dan meningkatkan penggunaan server berbasis CPU untuk menangani agentic workloads.
Hasil Dell juga memberikan indikator tambahan mengenai besarnya belanja teknologi korporasi. Menjelang laporan tersebut, earnings Dell menjadi salah satu data yang diperhatikan pasar untuk melihat bagaimana perusahaan besar mengalokasikan belanja ke teknologi dan layanan cloud.
Bisnis PC Ikut Tumbuh
Kinerja bisnis PC Dell juga menunjukkan pemulihan.
Penjualan segmen PC meningkat 20%, terutama didorong pelanggan komersial. Dell menyebut pertumbuhan pendapatan unit tersebut sebagai yang tercepat dalam lima tahun terakhir.
Di sisi lain, kekurangan chip memori masih menjadi tantangan bagi industri hardware. Dell merespons tekanan biaya tersebut dengan menaikkan harga sejumlah produk, termasuk komputer pribadi, untuk membantu menjaga margin.
Kombinasi pertumbuhan server AI, infrastruktur tradisional, dan PC membuat laporan Dell kali ini tidak hanya mencerminkan satu lini bisnis yang sedang booming. Permintaan terlihat meluas ke berbagai bagian portofolio perusahaan, sementara penggunaan AI di lingkungan korporasi ikut menciptakan kebutuhan baru terhadap server lokal untuk menjalankan agentic AI queries.
Pergerakan sahamnya juga mencerminkan tingginya ekspektasi tersebut. Sebelum laporan terbaru dirilis, DELL telah menguat lebih dari tiga kali lipat sepanjang 2026. Namun, kenaikan yang besar juga membuat kemampuan perusahaan memenuhi backlog, menjaga margin, serta mempertahankan pertumbuhan pesanan menjadi faktor yang akan terus diperhatikan investor.
Infrastruktur AI Masih Jadi Mesin Pertumbuhan
Hasil Dell menambah bukti bahwa investasi AI terus mengalir ke perusahaan penyedia infrastruktur komputasi.
Nvidia dan Super Micro sebelumnya juga memberikan outlook yang memperkuat ekspektasi terhadap permintaan AI. Di Dell, dampaknya kini terlihat langsung melalui pesanan server, backlog, dan revisi proyeksi pendapatan.
Namun, skala pertumbuhan tersebut juga berarti Dell perlu mengeksekusi pesanan yang semakin besar di tengah keterbatasan pasokan komponen dan kebutuhan menjaga profitabilitas.
Dengan US$60,9 miliar pesanan server AI dalam satu kuartal, backlog US$95 miliar, serta target pendapatan server AI US$74 miliar untuk FY2027, laporan terbaru Dell menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur AI masih berlangsung dalam skala besar.
Perkembangan selanjutnya terlihat dari seberapa cepat Dell dapat mengubah backlog tersebut menjadi pendapatan dan laba.
Pantau Peluang dari Ekspansi Infrastruktur AI
Pantau Dell dan saham teknologi AS lainnya di Nanovest, serta ikuti perkembangan AI, earnings, dan sentimen Wall Street melalui News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance: Dell stock surges on record orders for AI servers
- Reuters: Dell again lifts annual forecasts as AI demand powers record results






