Laporan pencurian aset kripto dari pengguna iPhone kembali menyoroti risiko keamanan perangkat Apple terhadap pemilik wallet digital. Dugaan eksploitasi Bug iOS dan halaman web berbahaya menjadi perhatian setelah investigasi Bitquery menemukan pola pengumpulan dana dari ratusan alamat wallet. Penelusuran tersebut mengungkap aliran USDT bernilai jutaan dolar melalui jaringan TRON.
Pola transaksi memperlihatkan bagaimana sejumlah wallet menerima pendanaan TRX untuk membayar biaya jaringan sebelum saldo USDT dipindahkan ke alamat penampung. Meski satu laporan korban iPhone berhasil dicocokkan dengan transaksi blockchain, belum ada bukti bahwa seluruh kasus menggunakan metode eksploitasi iOS yang sama.
Investigasi Bitquery Ungkap Modus Pencurian USDT di TRON
Dalam laporan yang dipublikasikan pada 5 November 2026, Bitquery mencatat sedikitnya US$4,06 juta dalam USDT dan 137.688 TRX yang berpindah melalui jaringan 365 alamat wallet. Penelusuran tersebut mengidentifikasi 43 wallet penampung yang terhubung melalui satu wallet penyedia biaya transaksi.
Salah satu temuan penting adalah penggunaan satu wallet sebagai sumber pendanaan TRX untuk membayar biaya transaksi sejumlah alamat yang terlibat. Mekanisme ini memungkinkan wallet yang tidak memiliki cukup TRX tetap melakukan transaksi di jaringan TRON.
Setelah menerima pendanaan, sejumlah alamat mengirimkan saldo USDT ke wallet penampung. Dalam beberapa kasus, sisa TRX pada alamat tersebut juga berpindah setelah transaksi utama berlangsung.
Bitquery mencatat bahwa 89 dari 365 alamat hanya kehilangan TRX tanpa kehilangan USDT. Dengan demikian, angka 365 tidak dapat diartikan sebagai jumlah alamat yang seluruhnya kehilangan stablecoin.
Investigasi tersebut juga menemukan 65 wallet tambahan yang kehilangan aset pada delapan jaringan blockchain lainnya. Nilai kerugian kelompok lintas jaringan ini diperkirakan sedikitnya US$103.000, terpisah dari kerugian USDT di TRON.
Bug iOS Disorot dalam Kasus Pencurian USDT iPhone
Keterkaitan antara pencurian wallet dan perangkat iPhone terlihat melalui satu laporan korban yang dipublikasikan situs cpa.rip.
Pemilik wallet mengaku kehilangan 16.428 USDT pada 15 Oktober 2026 setelah membuka video melalui Safari, berinteraksi dengan iklan, kemudian diarahkan ke halaman web lain.
Laporan ini menjadi salah satu petunjuk yang menghubungkan dugaan eksploitasi Bug iOS dengan pencurian USDT. Meski demikian, keterkaitan tersebut masih terbatas pada kecocokan transaksi satu korban.
Bitquery mencocokkan waktu dan jumlah transaksi dalam laporan tersebut dengan catatan blockchain TRON. Hasilnya, satu alamat mengirimkan tepat 16.428 USDT ke wallet penampung. Sebanyak 12 detik kemudian, sisa TRX pada alamat tersebut juga berpindah.
Kecocokan jumlah aset, waktu, dan urutan transaksi memperkuat hubungan antara laporan korban dengan jejak pencurian yang ditemukan Bitquery.
Namun, hasil pencocokan tersebut hanya berlaku untuk satu kasus. Tidak ada bukti yang cukup untuk memastikan seluruh alamat dalam investigasi mengalami pencurian melalui perangkat iPhone atau metode eksploitasi yang sama.
Eksploitasi Bug iOS dan Ancaman DarkSword
Laporan pencurian aset kripto dari pengguna iPhone muncul ketika peneliti keamanan menyoroti perangkat eksploitasi iOS, termasuk DarkSword dan Coruna. Keduanya dikaitkan dengan rangkaian serangan yang memanfaatkan kerentanan pada perangkat Apple.
DarkSword menjadi perhatian karena dapat memanfaatkan halaman web berbahaya untuk menjalankan eksploitasi pada perangkat yang rentan. Informasi yang berpotensi dicuri mencakup data sensitif, kredensial, serta informasi yang dapat membantu pihak lain mengakses wallet kripto.
Risiko tersebut menjadi penting karena seed phrase merupakan informasi pemulihan utama sebuah wallet. Pihak yang menguasai seed phrase dapat memulihkan wallet pada perangkat lain tanpa harus menguasai ponsel pemiliknya.
Meski demikian, eksploitasi iOS tidak boleh disamakan dengan seluruh bentuk pencurian wallet. Serangan melalui halaman web berbahaya, pencurian kredensial, dan manipulasi transaksi memiliki mekanisme yang berbeda.
Kasus yang dicocokkan Bitquery juga menyebut adanya interaksi pengguna dengan video dan iklan melalui Safari. Karena itu, tidak tepat menyebutnya sebagai serangan zero-click yang telah terbukti.
Begitu pula dengan daftar aplikasi wallet yang disebut peneliti keamanan sebagai sasaran potensial. Penyebutan aplikasi dalam analisis malware bukan bukti bahwa pengembang atau sistem keamanan aplikasi tersebut telah diretas.
Penelusuran Pencurian USDT Melintasi Jaringan Blockchain
Penelusuran Bitquery menunjukkan bahwa dana hasil pencurian tidak berhenti pada wallet penampung. Sebagian USDT ditukar menjadi USDD di jaringan TRON sebelum dialirkan melalui sejumlah alamat perantara.
Hingga 25 Oktober, salah satu jalur pencairan utama mengarah ke CCE Cash. Setelah periode tersebut, pola pergerakan dana berubah dengan munculnya transaksi melalui deBridge dan NEAR Intents.
Bitquery juga menemukan perpindahan aset menuju Ethereum. Sebagian dana kemudian kembali ke TRON melalui layanan LI.FI. Nilai perpindahan kembali yang berhasil ditelusuri mencapai sekitar US$1,51 juta melalui 71 transaksi.
Pergerakan lintas jaringan membuat penelusuran menjadi lebih kompleks karena aset tidak selalu berada pada satu blockchain. Peneliti perlu mencocokkan transaksi pada jaringan asal dengan catatan transaksi di jaringan tujuan.
Namun, keterhubungan alamat berdasarkan pergerakan dana tidak otomatis membuktikan identitas atau kendali satu pihak atas seluruh wallet yang terlibat. Bitquery juga membedakan hubungan transaksi dari identifikasi pelaku.
Pengguna iPhone Perlu Meningkatkan Keamanan Wallet Kripto
Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan aset kripto tidak hanya bergantung pada aplikasi wallet, tetapi juga perlindungan perangkat tempat informasi pemulihan disimpan.
Risiko Bug iOS perlu menjadi perhatian pengguna yang menyimpan informasi akses wallet kripto di perangkat iPhone, terutama ketika perangkat belum menerima pembaruan keamanan terbaru.
Seed phrase dan private key yang dapat diakses melalui perangkat berpotensi dimanfaatkan pihak lain untuk mengambil alih aset digital. Pengguna iPhone perlu memperhatikan beberapa langkah pencegahan berikut:
- Perbarui iOS ke versi terbaru yang tersedia untuk perangkat dan pasang pembaruan keamanan secara berkala.
- Hindari tautan, iklan, dan halaman web yang tidak dikenal, terutama ketika diarahkan ke situs di luar tujuan awal.
- Jangan menyimpan seed phrase atau private key dalam tangkapan layar, aplikasi Notes, maupun berkas yang mudah diakses.
- Gunakan perlindungan tambahan seperti Lockdown Mode apabila memiliki risiko menjadi target serangan digital.
- Periksa riwayat transaksi wallet secara berkala dan segera amankan aset apabila menemukan perpindahan dana yang tidak dikenali.
Jika mengalami pencurian aset, pengguna sebaiknya segera melaporkan transaksi kepada penyedia wallet, penerbit aset, dan platform yang menerima dana. Pelaporan cepat dapat membantu proses penelusuran serta membuka kemungkinan pembekuan aset, bergantung pada kondisi dan alamat tujuan.
Untuk memahami lebih jauh bagaimana spyware DarkSword menyebar melalui iklan berbahaya dan mengincar informasi dompet kripto di iPhone, baca laporan iPhone Jadi Sasaran DarkSword, Spyware Mengincar Dompet Kripto di Nanovest.
Referensi +
- Thieves tied to one wallet took at least $4.06M in USDT from 365 TRON wallets and drained 65 more on eight other chains. One theft matches an iPhone owner's write-up to the second
- The Proliferation of DarkSword: iOS Exploit Chain Adopted by Multiple Threat Actors






