Bitcoin (BTC) kembali membuat pergerakan besar.
Setelah baru menembus US$70.000 untuk pertama kalinya sejak awal Juni, Bitcoin (BTC) melanjutkan reli hingga melewati US$75.500 pada Kamis, 20 Agustus 2026. Berdasarkan data The Block, BTC sempat diperdagangkan sekitar US$75.560 atau naik lebih dari 8,9% dalam 24 jam.
Kenaikan tersebut membawa Bitcoin ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan sekaligus memperpanjang pemulihan tajam dari tekanan yang sempat mendominasi pasar kripto sepanjang musim panas.
Menariknya, reli kali ini bukan dipicu satu kabar besar dari industri kripto. Pemantiknya justru datang dari pasar obligasi AS, kemudian diperkuat oleh perkembangan regulasi kripto di Washington dan short squeeze dalam skala besar.
Namun, setelah lonjakan secepat ini, muncul pertanyaan baru: apakah Bitcoin benar-benar memasuki fase kenaikan yang lebih kuat, atau pasar bergerak terlalu jauh dalam waktu terlalu singkat?
Buyback Treasury Jadi Pemantik Reli Bitcoin
Salah satu pemicu terbesar datang dari Departemen Keuangan AS yang mengumumkan peningkatan program pembelian kembali atau buyback Treasury jangka panjang.
Ukuran maksimum operasi buyback untuk obligasi tenor 10-20 tahun dan 20-30 tahun akan dinaikkan dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi, dengan program yang diperluas berlangsung mulai 9 September hingga 4 November.
Pengumuman tersebut sempat menekan yield Treasury jangka panjang. Yield Treasury 30 tahun, yang sebelumnya menyentuh sekitar 5,337% pada 18 Agustus, turun hampir 10 basis poin setelah kebijakan diumumkan.
Bagi Bitcoin, perubahan tersebut menjadi sentimen positif. Yield yang lebih rendah dapat mengurangi daya tarik aset berpendapatan tetap dibandingkan aset berisiko, sementara kondisi likuiditas yang lebih longgar dan dolar yang melemah umumnya memberikan lingkungan yang lebih mendukung bagi aset seperti kripto.
Namun, langkah Treasury perlu dilihat dalam konteks yang tepat. Buyback ini bukan quantitative easing (QE) seperti yang dilakukan Federal Reserve. Treasury tidak menciptakan uang baru untuk membeli aset, melainkan memperluas program yang bertujuan mendukung likuiditas pasar obligasi.
Skalanya juga relatif kecil dibandingkan pasar Treasury AS yang bernilai sekitar US$32 triliun. Karena itu, program tersebut belum menghilangkan persoalan makro yang lebih besar seperti inflasi, defisit fiskal, kebutuhan pembiayaan pemerintah, dan kemungkinan suku bunga tetap tinggi.
Washington Tambah Bahan Bakar untuk Kripto
Reli Bitcoin kemudian mendapat katalis tambahan dari sisi regulasi.
Presiden Donald Trump menggelar pertemuan dengan eksekutif industri kripto dan regulator di Gedung Putih pada 19 Agustus. Dalam pertemuan tersebut, Trump mendorong Kongres untuk melanjutkan pembahasan CLARITY Act, meskipun rancangan undang-undang tersebut masih menghadapi kebuntuan di Senat.
CLARITY Act menjadi penting bagi industri karena dirancang untuk memberikan batas yurisdiksi yang lebih jelas antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dalam mengawasi aset digital.
Pada saat yang hampir bersamaan, SEC juga mengusulkan aturan baru yang dapat memberikan pengecualian bagi beberapa penawaran token serta jalur bagi aset tertentu untuk tidak lagi diperlakukan sebagai sekuritas ketika memenuhi persyaratan tertentu.
Perubahan tidak berhenti di sana. Office of the Comptroller of the Currency (OCC) menargetkan penyelesaian aturan federal terkait stablecoin pada November dan berencana mulai memproses aplikasi lisensi kripto pada Januari.
Kombinasi perkembangan tersebut membuat pasar tidak hanya melihat reli Bitcoin sebagai respons terhadap likuiditas. Investor juga mulai memperhitungkan kemungkinan lingkungan regulasi AS yang lebih jelas bagi aset digital.
Short Squeeze Bawa Bitcoin Melesat, Tapi Ada Ujian Berikutnya
Kecepatan reli Bitcoin juga tidak bisa dilepaskan dari posisi trader yang sebelumnya cukup bearish.
Menurut The Block, kenaikan awal Bitcoin memicu likuidasi lebih dari US$2,75 miliar posisi short BTC pada Rabu. Tekanan belum berhenti setelahnya. Dalam 24 jam berikutnya, sekitar US$783,2 juta posisi Bitcoin kembali dilikuidasi, dengan sekitar US$747,7 juta berasal dari posisi short.
Ketika harga naik, trader yang bertaruh terhadap Bitcoin dipaksa menutup posisi mereka dengan membeli kembali BTC. Proses tersebut menciptakan permintaan tambahan dan dapat mempercepat kenaikan harga, membentuk apa yang dikenal sebagai short squeeze.
Perubahan sentimen juga mulai terlihat. Bitcoin Fear & Greed Index naik ke 62 dan memasuki wilayah “Greed”, level tertinggi sejak Oktober 2025 ketika Bitcoin terakhir kali mencetak rekor tertinggi.
Namun, justru di sinilah ujian berikutnya dimulai. Setelah sebagian besar posisi short yang padat tersapu, sumber forced buying tersebut perlahan berkurang. Artinya, jika Bitcoin ingin mempertahankan reli, kenaikan berikutnya perlu lebih banyak ditopang oleh permintaan spot baru, aliran modal, kondisi likuiditas, serta fundamental makro.
Sejumlah analis karena itu menilai pasar mungkin bereaksi terlalu cepat terhadap kebijakan Treasury. Program buyback dapat menjadi pemicu kuat bagi harga dalam jangka pendek, tetapi belum tentu mengubah fundamental makro yang sebelumnya menekan aset berisiko.
Reli Bitcoin Kini Perlu Membuktikan Daya Tahannya
Bitcoin kini telah bergerak dari bawah US$70.000 hingga melewati US$75.500 dalam waktu singkat. Pergeseran tersebut menunjukkan betapa cepat sentimen pasar dapat berubah ketika katalis makro, regulasi, dan posisi trader bertemu pada waktu yang sama.
Untuk tahap berikutnya, perhatian pasar kemungkinan beralih dari seberapa cepat Bitcoin naik menjadi seberapa kuat harga dapat bertahan setelah short squeeze mereda.
Pergerakan yield Treasury dan dolar AS tetap penting untuk diperhatikan. Di sisi lain, perkembangan regulasi di Washington dapat menjadi katalis yang lebih panjang. Kemajuan CLARITY Act, implementasi aturan stablecoin, serta kerangka baru SEC dan CFTC berpotensi memberikan kepastian lebih besar bagi industri kripto AS.
Dengan Bitcoin kembali berada di atas US$75.000, reli memang telah mengubah suasana pasar secara drastis. Namun setelah short seller tersingkir, kini permintaan riil yang harus mengambil alih jika BTC ingin mempertahankan kenaikannya.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Bitcoin di halaman ini.
Pasar Bergerak Cepat, Jangan Ketinggalan
Pantau Bitcoin dan aset investasi lainnya di Nanovest, sekaligus ikuti kabar terbaru yang bisa menggerakkan pasar.
Referensi +
- The Block: Bitcoin breaks through $75,500 while analyst calls current rally 'premature'
- CCN: Why Is the Crypto Market Up Today? Bitcoin Tops $71K as Trump, CLARITY Act Optimism and Treasury Buybacks Fuel Rally
- Yahoo Finance: Trump administration moves ahead with new crypto rules, with key bill stalled in Congress






