Hanya dalam satu sesi perdagangan, sentimen terhadap Bitcoin berubah drastis.
Bitcoin (BTC) melonjak hingga 8,7% pada Rabu dan sempat menyentuh US$69.749, mencatat kenaikan harian terbesar dalam lebih dari lima bulan. Level tersebut juga menjadi harga tertinggi yang disentuh Bitcoin sejak 1 Juni.
Reli kali ini menarik karena katalis utamanya justru datang dari luar pasar kripto. Keputusan Departemen Keuangan AS untuk memperbesar program pembelian kembali obligasi jangka panjang membuat yield Treasury turun dan membantu melonggarkan tekanan kondisi finansial.
Efeknya cepat menyebar. Posisi short senilai lebih dari US$1 miliar terlikuidasi, saham-saham terkait kripto ikut melesat, dan pasar yang sebelumnya lebih condong terhadap skenario bearish mulai menilai kembali arah Bitcoin.
Buyback Treasury Jadi Pemicu Reli Bitcoin
Departemen Keuangan AS mengumumkan akan meningkatkan ukuran maksimum pembelian kembali Treasury jangka panjang dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi.
Program tersebut menargetkan obligasi dengan tenor 10-20 tahun dan 20-30 tahun, serta dijadwalkan berlangsung mulai 9 September hingga 4 November. Tujuannya adalah meningkatkan likuiditas pasar setelah yield obligasi jangka panjang melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun.
Bagi Bitcoin, perubahan ini menciptakan kombinasi kondisi yang relatif mendukung.
Pembelian kembali obligasi mendorong harga Treasury naik dan yield turun. Ketika imbal hasil aset berbunga menurun, opportunity cost memegang aset tanpa yield seperti Bitcoin ikut berkurang. Pada saat yang sama, pelemahan dolar dapat memberikan dukungan tambahan bagi aset yang dihargai dalam mata uang AS.
Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku pasar melihat kebijakan Treasury sebagai bentuk pelonggaran likuiditas, meski mekanismenya berbeda dari program quantitative easing The Fed.
Sentimen positif juga datang bersamaan dengan perkembangan regulasi kripto di Washington. Pertemuan antara eksekutif industri kripto dan regulator di Gedung Putih serta proposal baru SEC yang berupaya memberikan jalur lebih jelas bagi beberapa penerbitan aset digital menambah katalis positif pada hari yang sama.
Short Squeeze Dorong BTC, Saham Kripto Ikut Melonjak
Kecepatan reli Bitcoin diperbesar oleh posisi pasar yang sebelumnya cenderung defensif.
Data CoinGlass menunjukkan sekitar US$1,14 miliar posisi short kripto terlikuidasi hanya dalam satu jam, dengan Bitcoin sendiri menyumbang sekitar US$677,64 juta.
Likuidasi besar tersebut menciptakan short squeeze. Ketika harga bergerak naik dengan cepat, trader yang bertaruh terhadap penurunan dipaksa menutup posisi mereka, yang pada gilirannya menambah tekanan beli dan mempercepat kenaikan harga.
Efek reli turut terasa di pasar saham. Strategy melonjak hampir 12%, Coinbase sekitar 9%, sementara Circle dan BitMine naik sekitar 9%-10%.
Perubahan sentimen juga terlihat di pasar prediksi. Beberapa hari sebelumnya, trader di Myriad memberikan probabilitas sekitar 70% bahwa Bitcoin lebih dahulu turun menuju US$55.000 dibandingkan naik ke US$84.000.
Setelah reli Rabu, perbedaannya hampir hilang. Probabilitas menuju US$55.000 menyusut menjadi sekitar 51,9%, sedangkan peluang menuju US$84.000 meningkat menjadi 48,1%.
Perubahan tersebut menunjukkan reli telah mengurangi dominasi sentimen bearish, tetapi belum berarti pasar sepenuhnya berbalik bullish. Level US$70.000 masih menjadi area penting yang perlu dilewati Bitcoin untuk mempertahankan kenaikan.
Standard Chartered Kembali Bidik Bitcoin US$100.000
Reli tersebut membuat Standard Chartered kembali menaikkan optimisme terhadap prospek Bitcoin.
Geoff Kendrick dari Standard Chartered menilai US$65.500 merupakan level teknikal penting. Keberhasilan BTC menembus area tersebut dinilai dapat menjadi indikasi bahwa titik terendah dalam siklus kali ini telah terbentuk.
Dengan dukungan likuiditas dari kebijakan Treasury, Kendrick melihat peluang Bitcoin bergerak menuju US$100.000 pada akhir 2026.
Namun, target tersebut tetap merupakan proyeksi analis, bukan kepastian arah harga. Dalam jangka pendek, Bitcoin masih menghadapi area resistensi di sekitar US$70.284. Penutupan harian di atas level tersebut dinilai dapat membuka ruang menuju sekitar US$73.245, sementara penurunan kembali di bawah US$68.000 berpotensi membawa BTC masuk lagi ke rentang perdagangan yang mendominasi sejak Juni.
Pasar prediksi pun masih memperlihatkan kehati-hatian terhadap prospek akhir tahun. Artinya, lonjakan satu hari belum sepenuhnya menghapus kekhawatiran terhadap kondisi makro, suku bunga, maupun volatilitas pasar kripto.
Untuk saat ini, reli terbesar Bitcoin dalam lima bulan telah memberikan satu perubahan penting: pasar yang sebelumnya lebih fokus pada risiko penurunan kini kembali memperhitungkan skenario kenaikan yang lebih besar.
Pantau Arah Bitcoin Setelah Reli Besar
Bitcoin kembali mendekati US$70.000 setelah mencatat reli harian terbesar dalam lima bulan. Pantau pergerakan BTC dan aset kripto lainnya melalui Nanovest, serta ikuti perkembangan makro dan pasar terbaru lewat News dan Artikel Tips Nanovest.
Referensi +
- CoinTelegraph: Standard Chartered analyst eyes $100K BTC as US Treasury doubles long-end buybacks
- Decrypt: Bitcoin's Sharpest Rally in Five Months Flips Markets From Bearish to Coin Flip






