Amerika Serikat mengusulkan mekanisme baru untuk meningkatkan komunikasi dengan China mengenai risiko kecerdasan buatan menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Washington.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng membahas pembentukan Dialog AI AS-China dalam pertemuan di New York pada Minggu, 20 September. Salah satu proposal utama dari Washington adalah sistem pemberitahuan untuk insiden AI yang dinilai telah mencapai tingkat keamanan nasional.
Proposal tersebut akan dibawa untuk dipertimbangkan Trump dan Xi dalam pertemuan mereka pekan ini. Kedua pemimpin sebelumnya telah membahas kemungkinan konsultasi mengenai pengembangan AI pada Mei di Beijing, tetapi forum tersebut tidak pernah diformalkan.
Pembicaraan AI berlangsung bersamaan dengan negosiasi perdagangan kedua negara, termasuk tarif dan akses pasar. Dengan AS dan China menjadi dua kekuatan utama dalam pengembangan AI global, isu teknologi kini menjadi salah satu bagian penting dalam hubungan ekonomi sekaligus keamanan nasional kedua negara.
AS Dorong Notifikasi untuk Insiden AI
Mekanisme yang diusulkan AS berfokus pada peningkatan transparansi ketika terjadi insiden AI yang memiliki implikasi keamanan nasional.
Detail mengenai jenis insiden yang wajib dilaporkan, mekanisme pertukaran informasi, batas waktu pemberitahuan, maupun lembaga yang akan mengelolanya belum diumumkan. Respons China terhadap proposal tersebut juga masih belum diketahui setelah delegasi Beijing meninggalkan pertemuan tanpa memberikan keterangan kepada media.
Dengan demikian, pembicaraan saat ini masih berada pada tahap proposal dan belum menjadi perjanjian bilateral mengenai keamanan AI.
Menariknya, kontrol ekspor AS terhadap chip AI canggih dan peralatan manufaktur semikonduktor tidak termasuk dalam agenda mekanisme tersebut. Kebijakan ekspor chip tetap menjadi persoalan terpisah dalam hubungan teknologi AS-China.
Persaingan chip masih menjadi salah satu sumber ketegangan utama. AS telah memberlakukan pembatasan teknologi semikonduktor sejak 2022, sementara akses China terhadap chip AI canggih terus menjadi isu dalam hubungan kedua negara.
Dialog yang sedang dibahas lebih diarahkan pada komunikasi dan pengelolaan risiko AI, bukan penyelesaian persaingan teknologi yang lebih luas antara Washington dan Beijing.
Keamanan AI Masuk Agenda Trump-Xi
Proposal tersebut muncul ketika risiko dari perkembangan AI semakin masuk dalam pembahasan kebijakan dan keamanan nasional di Washington.
Sebelumnya, Trump dan Xi telah membahas kemungkinan konsultasi mengenai pengembangan AI dalam pertemuan mereka pada Mei. Pertemuan berikutnya pada 24 September di Washington akan menjadi kesempatan untuk menentukan apakah komunikasi tersebut akan diformalkan.
Sejumlah isu yang berpotensi dibahas mencakup tata kelola AI dan risiko keamanan yang muncul dari penggunaan teknologi tersebut. Anggota DPR AS Ro Khanna, misalnya, mendorong kedua negara mencapai kesepakatan internasional yang mencakup pembatasan terhadap AI yang dapat meningkatkan kemampuannya sendiri secara berulang serta perlindungan terhadap penyalahgunaan AI terkait senjata biologis dan nuklir. Usulan tersebut merupakan pandangan Khanna dan belum menjadi bagian resmi dari proposal yang disepakati kedua pemerintah.
Pendekatan regulasi kedua negara juga masih berbeda. Pemerintahan Trump cenderung memprioritaskan isu keamanan nasional dan pendekatan sukarela dibandingkan aturan wajib yang luas bagi pengembang AI, sementara China telah menerapkan sejumlah kewajiban terkait kontrol dan pelabelan konten yang dihasilkan AI.
Karena itu, hasil pertemuan Trump-Xi akan menunjukkan apakah kedua negara dapat membangun kanal komunikasi terbatas mengenai risiko AI, meski persaingan teknologi di antara mereka tetap berlangsung.
Perdagangan dan Tarif Tetap Jadi Pembahasan
AI bukan satu-satunya agenda dalam pertemuan Bessent dan He. Kedua pihak juga membahas implementasi Dewan Perdagangan AS-China, sebuah mekanisme yang sebelumnya disepakati untuk mengidentifikasi barang non-strategis yang berpotensi memperoleh perlakuan tarif berbeda.
Produk yang disebut berpotensi masuk pembahasan mencakup barang konsumsi dan produk berteknologi rendah dari China. Dari AS, kategori yang dipertimbangkan dapat mencakup energi, produk pertanian, dan peralatan kesehatan. Namun, belum ada daftar final produk ataupun kesepakatan pengurangan tarif yang diumumkan.
Sejumlah isu perdagangan lain juga masih belum terselesaikan. Pejabat AS tidak mengumumkan perkembangan baru terkait peningkatan pasokan mineral penting dari China maupun komitmen Beijing sebelumnya untuk meningkatkan pembelian produk pertanian AS sebesar US$17 miliar per tahun dan membeli lebih dari 200 pesawat Boeing.
Pertemuan Trump-Xi nantinya juga berlangsung menjelang 10 November, ketika penangguhan tarif timbal balik AS yang lebih tinggi terhadap barang-barang China dijadwalkan berakhir.
Dengan demikian, KTT pekan ini akan membawa dua agenda yang saling berkaitan tetapi berbeda: upaya membangun komunikasi mengenai risiko AI serta negosiasi untuk mengelola hubungan perdagangan dua ekonomi terbesar dunia.
Bagi pasar, perhatian akan tertuju pada apakah proposal AI berkembang menjadi mekanisme formal dan apakah pembicaraan perdagangan menghasilkan perubahan konkret terkait tarif, akses pasar, atau komitmen pembelian. Hingga saat ini, pembicaraan Bessent-He baru menyiapkan agenda dan belum menghasilkan kesepakatan final pada isu-isu tersebut.
AI Masuk Agenda AS-China, Pantau Dampaknya
Pantau saham AS dan aset global melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan AI, perdagangan, dan Wall Street terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance: Bessent proposes US-China AI safety notifications in talks with Chinese vice premier
- CNBC: Bessent calls meeting with China Vice Premier He Lifeng ‘successful’ ahead of Trump-Xi summit
- Reuters: Bessent proposes US-China AI safety notifications in talks with Chinese vice premier






