Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington berakhir dengan sejumlah langkah untuk meredakan ketegangan ekonomi, tetapi belum menghasilkan kesepakatan besar pada isu perdagangan, teknologi, dan kecerdasan buatan.
Hasil paling langsung bagi pasar adalah perpanjangan gencatan perdagangan AS-China selama dua bulan hingga 10 Januari 2027, setelah kesepakatan sebelumnya dijadwalkan berakhir pada November. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan tambahan waktu tersebut akan digunakan untuk melanjutkan pembicaraan ekonomi kedua negara.
Washington dan Beijing juga mencapai konsensus mengenai perlakuan tarif yang lebih menguntungkan untuk US$30 miliar barang non-sensitif dari masing-masing negara, menurut Gedung Putih. Untuk ekspor AS, kategori tersebut antara lain mencakup produk pertanian, ikan dan makanan laut, kayu, kosmetik, serta perangkat medis.
Namun, kunjungan tiga hari Xi ke Washington belum menyelesaikan isu yang lebih besar. Reuters melaporkan pertemuan tersebut lebih banyak menghasilkan diplomasi personal daripada terobosan besar dalam isu seperti perdagangan, AI, Taiwan, dan hubungan strategis kedua negara.
Gencatan Dagang Diperpanjang, Isu Utama Belum Selesai
Perpanjangan dua bulan memberi perusahaan dan pasar waktu tambahan sebelum perubahan kebijakan perdagangan berikutnya, tetapi sejumlah isu penting masih masuk agenda negosiasi.
Pembahasan berikutnya masih mencakup tarif, pembelian barang AS oleh China, ekspor rare earth, serta pembatasan teknologi. Washington mengatakan Beijing telah memenuhi komitmen sebelumnya untuk membeli 25 juta ton kedelai, tetapi masih tertinggal dalam pembelian produk pertanian lainnya senilai US$17 miliar. Pejabat AS juga menilai pengiriman rare earth masih belum memenuhi harapan.
Di sisi lain, pemerintah AS menyebut kedua negara telah mengoperasikan Board of Trade dan Board of Investment yang dibentuk pada KTT Beijing Mei lalu. Board of Trade menghasilkan rekomendasi perlakuan tarif yang lebih menguntungkan untuk US$30 miliar barang non-sensitif dari masing-masing pihak serta membentuk kelompok kerja untuk mengatasi hambatan akses pasar sektor pertanian.
Artinya, KTT Washington menghasilkan beberapa langkah untuk mengurangi friksi perdagangan, tetapi belum membentuk kesepakatan komprehensif.
Gencatan perdagangan juga tetap bersifat sementara. Pemerintah Trump masih mempertimbangkan tarif tambahan 7,5% terhadap China terkait persoalan kelebihan kapasitas, meskipun implementasinya telah ditunda.
Bagi perusahaan yang memiliki rantai pasok antara AS dan China, perpanjangan tersebut mempertahankan kondisi tarif saat ini untuk sementara. Namun, keputusan investasi dan perdagangan jangka panjang masih menghadapi ketidakpastian sampai kedua negara menentukan arah kebijakan setelah Januari.
AI Masuk Agenda Baru Hubungan AS-China
Selain perdagangan, AI menjadi salah satu isu teknologi utama dalam pertemuan Trump dan Xi.
Kedua negara bergerak menuju pembentukan dialog AI dan saluran komunikasi untuk menangani insiden terkait teknologi tersebut. Pertemuan lanjutan mengenai keamanan AI juga direncanakan berlangsung di Shenzhen pada November.
Sebelum KTT Washington, pejabat kedua negara telah membahas mekanisme komunikasi untuk risiko seperti agen AI yang sulit dikendalikan, serangan siber, dan ancaman dari aktor non-negara.
Namun, pendekatan Washington dan Beijing terhadap pengelolaan AI belum sepenuhnya sama. Trump menunjukkan preferensi untuk tidak menambahkan pembatasan luas terhadap pengembangan AI, sedangkan Xi menekankan perlunya pengembangan dan pengelolaan teknologi tersebut agar tetap berada di bawah kendali manusia.
Dengan demikian, hasil KTT pada sektor AI lebih banyak membentuk mekanisme komunikasi daripada menghasilkan aturan bersama mengenai model AI mutakhir atau kontrol teknologi.
Hal ini penting bagi industri teknologi karena hubungan AS-China tidak hanya memengaruhi pengembangan model AI, tetapi juga akses terhadap semikonduktor dan infrastruktur komputasi. Pada Minggu setelah KTT, Beijing dilaporkan mempertimbangkan mengizinkan ByteDance dan Alibaba membeli Nvidia RTX PRO 5500, chip untuk komputer profesional kelas atas.
Perkembangan tersebut belum menjadi bukti pelonggaran luas terhadap pembatasan chip, tetapi menunjukkan bahwa kebijakan teknologi tetap menjadi bagian penting dalam hubungan ekonomi kedua negara.
Pasar Dapat Stabilitas Jangka Pendek, Negosiasi Berlanjut
Bagi pasar, hasil KTT memberikan kepastian jangka pendek mengenai perdagangan, tetapi meninggalkan beberapa keputusan besar untuk pertemuan berikutnya.
Tarif untuk sebagian barang akan mendapatkan perlakuan lebih menguntungkan dan gencatan perdagangan diperpanjang hingga Januari. Namun, belum ada penyelesaian menyeluruh mengenai pembelian barang AS, rare earth, kontrol teknologi, maupun kebijakan AI.
Persaingan strategis juga tetap menjadi bagian dari hubungan kedua negara. Xi kembali membahas Taiwan dalam pertemuannya dengan Trump dan menyerukan dialog militer serta mekanisme pencegahan krisis yang lebih kuat. Tidak ada indikasi bahwa Washington mengubah posisi resminya mengenai Taiwan setelah pembicaraan tersebut.
Karena itu, pertemuan lanjutan pada November dan tenggat gencatan perdagangan 10 Januari 2027 menjadi dua agenda berikutnya yang perlu dipantau.
Bagi investor, perkembangan tersebut relevan untuk perusahaan dengan eksposur besar terhadap perdagangan dan teknologi AS-China, termasuk sektor semikonduktor, AI, cloud, manufaktur, dan barang konsumen. Kebijakan mengenai tarif, rare earth, dan akses chip dapat memengaruhi rantai pasok serta biaya perusahaan di kedua negara.
Untuk saat ini, KTT Washington memberi kedua negara waktu tambahan untuk bernegosiasi. Fokus berikutnya bergeser dari seremoni pertemuan menuju apakah dialog tersebut dapat menghasilkan kesepakatan yang lebih substantif sebelum gencatan perdagangan kembali berakhir pada Januari.
AS-China Beli Waktu, Pantau Dampaknya ke Pasar
Gencatan dagang diperpanjang hingga Januari sementara pembahasan tarif, AI, dan teknologi terus berjalan. Pantau dampaknya terhadap pasar melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance: US-China summit ends with little progress on trade and AI — other than 2 new deadlines
- CNBC: CNBC Daily Open: The art of the deal-ish
- The White House Fact Sheet: President Donald J. Trump Advances a Fair and Reciprocal Relationship with China While Hosting Historic State Visit
- Reuters: US, China to meet again on AI safety in two months in Shenzhen, Bessent says
- Reuters: Five takeaways from Trump's summit with Xi in Washington






