Lonjakan harga daging sapi di Amerika Serikat kini membawa sejumlah peritel terbesar negara tersebut ke dalam penyelidikan antimonopoli pemerintah.
Departemen Kehakiman AS atau Department of Justice (DOJ) memperluas penyelidikannya terhadap industri pengolahan daging dengan meminta data dari delapan peritel makanan besar. Daftar tersebut mencakup Amazon (AMZN), Walmart (WMT), Costco (COST), Albertsons, Kroger (KR), Ahold Delhaize USA, Publix, dan Aldi.
Permintaan tersebut bukan berarti para peritel telah dituduh melakukan pelanggaran. DOJ meminta informasi untuk membantu penyelidik menelusuri pembentukan harga daging sapi dari sisi pembelian hingga harga yang akhirnya dibayar konsumen.
Langkah ini dilakukan ketika harga daging sapi masih menjadi salah satu sumber tekanan pada inflasi pangan AS dan pemerintah berupaya meningkatkan pasokan menjelang pemilu paruh waktu November.
Amazon hingga Walmart Diminta Serahkan Data Enam Tahun
DOJ mengatakan Wakil Jaksa Agung Stanley Woodward telah mengirimkan surat kepada delapan perusahaan tersebut untuk meminta informasi mengenai harga daging sapi.
Dalam surat tertanggal 14 Juli, DOJ meminta data selama enam tahun, termasuk rincian mengenai pembelian dan strategi pengadaan daging sapi, harga eceran, margin keuntungan, serta analisis pasar yang digunakan masing-masing perusahaan.
Cakupan permintaan tersebut memberikan DOJ data dari sisi ritel untuk melihat bagaimana harga bergerak dari pemasok hingga rak supermarket.
Penyelidikan awal telah diumumkan pada Mei dan berfokus pada potensi pelanggaran antimonopoli dalam industri pengolahan daging. Presiden Donald Trump sebelumnya juga secara terbuka meminta pemerintah menyelidiki industri tersebut ketika harga daging sapi mencapai level tertinggi.
Sejauh ini, informasi yang tersedia tidak menunjukkan bahwa Amazon, Walmart, maupun peritel lain yang menerima permintaan data telah ditetapkan melakukan pelanggaran antimonopoli.
Harga Daging Sapi Masih Dekati Rekor
Penyelidikan berlangsung ketika konsumen AS masih menghadapi harga daging sapi yang tinggi.
Berdasarkan data Bureau of Labor Statistics (BLS), harga rata-rata daging sapi giling mencapai US$7,116 per pon pada Juli 2026. Angka tersebut mulai stabil, tetapi masih berada di sekitar level tertinggi sepanjang masa.
Kondisi itu membuat daging sapi menjadi salah satu komponen yang berkontribusi besar terhadap inflasi pangan. Pemerintah AS pun tidak hanya menggunakan jalur investigasi untuk merespons persoalan harga.
Trump baru-baru ini mengumumkan kebijakan yang memungkinkan impor hingga 300.000 metrik ton dengan tarif lebih rendah selama 90 hari. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menambah pasokan di pasar domestik dan membantu menekan harga.
Dari sisi peritel, Walmart pada Juli juga mengatakan akan memangkas harga sejumlah produk musiman, termasuk daging sapi. Kombinasi peningkatan impor dan strategi harga peritel menjadi bagian dari upaya yang berlangsung ketika biaya pangan tetap menjadi perhatian konsumen.
Penyelidikan Meluas dari Pengolah ke Peritel
Permintaan data kepada peritel memperluas cakupan informasi yang diperiksa DOJ. Penyelidikan yang sebelumnya berfokus pada industri pengolahan daging kini turut melihat data mengenai bagaimana perusahaan ritel membeli dan menetapkan harga daging sapi.
Bagi perusahaan seperti Amazon, Walmart, Costco, dan Kroger, permintaan informasi tersebut menambah faktor regulasi yang perlu diperhatikan, meski pada tahap ini belum ada kesimpulan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut melakukan praktik antipersaingan.
Data enam tahun yang diminta DOJ dapat membantu penyelidik membandingkan perubahan harga pembelian, harga jual kepada konsumen, serta margin peritel selama periode ketika harga daging sapi meningkat.
Dengan harga daging sapi masih mendekati rekor, perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil penyelidikan DOJ dan apakah regulator menemukan bukti praktik yang melanggar aturan persaingan. Kebijakan pemerintah untuk menambah pasokan impor juga akan menjadi faktor yang dapat memengaruhi harga daging sapi dalam beberapa bulan mendatang.
Dari Harga Pangan ke Risiko Regulasi Peritel Besar
Bagi investor, perkembangan ini menempatkan Amazon (AMZN), Walmart (WMT), Costco (COST), dan Kroger (KR) dalam salah satu isu yang sedang mendapat perhatian pemerintah AS menjelang pemilu paruh waktu: harga kebutuhan sehari-hari.
Namun, permintaan data berbeda dengan tuduhan pelanggaran. Karena itu, dampaknya terhadap perusahaan masih akan bergantung pada temuan DOJ dan langkah hukum yang mungkin diambil setelah penyelidikan berlangsung.
Untuk saat ini, investor dapat memperhatikan perkembangan investigasi sekaligus perubahan harga daging sapi, kebijakan impor AS, dan strategi harga peritel. Faktor-faktor tersebut dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai bagaimana tekanan harga pangan dan pengawasan regulasi berkembang di sektor ritel AS.
Pantau Saham Ritel AS di Tengah Perubahan Pasar
Pantau saham Amazon, Walmart, dan perusahaan AS lainnya di Nanovest, serta ikuti perkembangan regulasi, ekonomi, dan sentimen Wall Street melalui News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Bloomberg: Amazon, Walmart Face Data Requests in DOJ Beef Antitrust Probe
- Seeking Alpha: DOJ broadens beef inquiry, seeks data from Amazon and Walmart






