Sekuritas adalah istilah yang berkaitan dengan berbagai instrumen keuangan yang dapat diperdagangkan, seperti saham, obligasi, dan produk derivatif.
Namun, sekuritas juga sering digunakan untuk menyebut perusahaan yang menjadi perantara transaksi saham. Padahal, keduanya memiliki pengertian yang berbeda.
Simak selengkapnya!
Apa Itu Sekuritas?
Sekuritas adalah surat berharga atau instrumen keuangan yang menunjukkan kepemilikan, hak tagih, atau hak tertentu dan dapat diperdagangkan di pasar keuangan.
Dalam pasar modal Indonesia, istilah yang umum digunakan dalam regulasi adalah efek. Berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal, efek mencakup surat berharga seperti saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan derivatif dari efek.
Perbedaan Sekuritas dan Perusahaan Sekuritas
Sekuritas dan perusahaan sekuritas merupakan dua istilah yang saling berkaitan, tetapi tidak sama.
Jenis-Jenis Sekuritas dalam Investasi
Berikut beberapa instrumen yang umum dikenal dalam pasar modal.
1. Sekuritas Ekuitas (Saham)
Saham adalah bukti kepemilikan seseorang atau badan usaha atas suatu perusahaan. Ketika membeli saham, investor memiliki bagian kepemilikan sesuai jumlah saham yang dimiliki.
Keuntungan investasi saham dapat berasal dari dua sumber, yaitu capital gain dan dividen.
- Capital gain: keuntungan dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi dibandingkan harga belinya.
- Dividen: pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham sesuai keputusan perusahaan.
2. Sekuritas Utang (Obligasi)
Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan untuk memperoleh pendanaan dari investor.
Investor yang membeli obligasi pada dasarnya memberikan pinjaman kepada penerbit. Sebagai imbalannya, investor berhak menerima pembayaran bunga atau kupon sesuai ketentuan serta pengembalian pokok utang ketika jatuh tempo.
Contoh obligasi di Indonesia antara lain Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Ritel (SR), dan obligasi korporasi.
3. Sekuritas Derivatif
Derivatif adalah instrumen keuangan yang nilainya bergantung pada aset atau variabel lain yang menjadi dasarnya (underlying asset).
Aset yang mendasari derivatif dapat berupa saham, indeks saham, obligasi, mata uang, atau suku bunga.
Contohnya adalah kontrak opsi saham dan kontrak berjangka indeks saham. Instrumen ini dapat digunakan untuk lindung nilai (hedging) maupun mencari peluang keuntungan dari perubahan harga.
4. Unit Penyertaan Reksa Dana
Reksa dana merupakan wadah untuk menghimpun dana dari investor yang kemudian dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam portofolio efek.
Ketika membeli reksa dana, investor memperoleh unit penyertaan yang menunjukkan bagian kepemilikannya dalam portofolio reksa dana tersebut.
Portofolionya dapat berisi saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, tergantung jenis reksa dana yang dipilih.
Apa Fungsi Sekuritas dalam Pasar Modal?

Berikut beberapa fungsinya:
1. Sebagai Instrumen Investasi
Sekuritas memberikan pilihan bagi investor untuk menempatkan dana pada berbagai instrumen keuangan.
Misalnya, investor dapat membeli saham untuk memperoleh potensi capital gain dan dividen, atau membeli obligasi untuk memperoleh pendapatan kupon sesuai ketentuan.
2. Sebagai Bukti Kepemilikan atau Hak Tagih
Setiap sekuritas memiliki hak yang berbeda.
Saham menunjukkan kepemilikan atas perusahaan, sedangkan obligasi menunjukkan hubungan utang-piutang antara penerbit dan pemegang obligasi.
3. Membantu Perusahaan dan Pemerintah Mendapatkan Pendanaan
Perusahaan dapat menerbitkan saham atau obligasi untuk memperoleh dana dari masyarakat.
Pemerintah juga dapat menerbitkan surat berharga negara untuk membiayai kebutuhan anggaran dan pengelolaan keuangan negara.
4. Mendukung Perdagangan di Pasar Modal
Sekuritas dapat diperdagangkan melalui mekanisme pasar modal sesuai ketentuan yang berlaku.
Aktivitas ini memungkinkan investor membeli atau menjual instrumen yang dimiliki. Harga sekuritas juga dapat terbentuk berdasarkan permintaan dan penawaran di pasar.
Apa Itu Perusahaan Sekuritas dan Apa Fungsinya?

Perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang memiliki izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang pasar modal.
Menurut OJK, perusahaan efek dapat menjalankan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek (PEE), Perantara Pedagang Efek (PPE), dan/atau Manajer Investasi (MI).
Artinya, tidak semua perusahaan sekuritas otomatis menjalankan ketiga kegiatan tersebut. Kegiatan usahanya bergantung pada izin yang dimiliki.
Berikut penjelasannya.
1. Perantara Pedagang Efek (Broker-Dealer)
Perantara Pedagang Efek adalah pihak yang melakukan kegiatan jual beli efek untuk kepentingan sendiri atau pihak lain.
Dalam praktiknya, perusahaan sekuritas dengan izin ini dapat menyediakan layanan transaksi saham bagi investor.
2. Penjamin Emisi Efek (Underwriter)
Penjamin Emisi Efek adalah pihak yang membantu perusahaan atau emiten melakukan penawaran umum efek kepada masyarakat.
Contohnya, ketika sebuah perusahaan ingin melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO), perusahaan tersebut dapat bekerja sama dengan penjamin emisi efek.
3. Manajer Investasi (Investment Manager)
Manajer Investasi adalah pihak yang mengelola portofolio efek untuk kepentingan nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif.
Salah satu contohnya adalah pengelolaan reksa dana.
Bagaimana Cara Kerja Perusahaan Sekuritas?
Secara umum, prosesnya sebagai berikut:
1. Membuka Rekening Efek
Investor perlu mendaftar pada perusahaan sekuritas yang menyediakan layanan perdagangan saham.
Dalam proses ini, investor biasanya diminta mengisi data diri dan melengkapi dokumen yang diperlukan untuk proses verifikasi.
2. Membuka Rekening Dana Nasabah (RDN)
Investor juga perlu memiliki Rekening Dana Nasabah (RDN), yaitu rekening bank atas nama nasabah yang digunakan untuk menyimpan dana dalam rangka transaksi efek.
RDN membantu memisahkan dana investasi nasabah dari dana operasional perusahaan sekuritas.
3. Menyetorkan Dana Investasi
Setelah rekening siap, investor dapat menyetorkan dana ke RDN.
Dana tersebut kemudian dapat digunakan untuk membeli saham melalui aplikasi atau platform perdagangan yang disediakan perusahaan sekuritas.
4. Melakukan Transaksi Saham
Investor dapat memilih saham yang ingin dibeli, memasukkan jumlah lot dan harga yang diinginkan, kemudian mengirimkan instruksi beli.
Jika terdapat penjual yang cocok dengan harga dan jumlah yang diminta, transaksi dapat terjadi sesuai mekanisme perdagangan bursa.
Hal yang sama berlaku ketika investor ingin menjual saham yang dimiliki.
5. Penyelesaian dan Pencatatan Transaksi
Setelah transaksi terjadi, proses berikutnya adalah penyelesaian transaksi atau settlement.
Untuk transaksi saham di pasar reguler Bursa Efek Indonesia, penyelesaian umumnya menggunakan siklus T+2, yaitu dua hari bursa setelah tanggal transaksi.
Kepemilikan efek dan dana nasabah juga dicatat melalui sistem penyimpanan dan penyelesaian yang dikelola Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Baca juga: 12+ Aplikasi Sekuritas Terbaik di Indonesia, Apa Saja?
Bagaimana Cara Memilih Perusahaan Sekuritas?
Ada beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum membuka rekening investasi.
1. Pastikan Memiliki Izin OJK
Hal pertama yang perlu diperiksa adalah legalitas perusahaan sekuritas.
Pastikan perusahaan memiliki izin usaha dari OJK sesuai kegiatan yang ditawarkan. Kamu bisa memeriksa informasi perusahaan melalui kanal resmi OJK.
Jangan mudah percaya pada pihak yang menawarkan keuntungan pasti atau meminta transfer dana ke rekening pribadi.
2. Periksa Biaya Transaksi
Setiap perusahaan sekuritas dapat memiliki struktur biaya transaksi yang berbeda.
Perhatikan biaya pembelian (fee buy) dan penjualan (fee sell), serta biaya lain yang mungkin dikenakan.
Biaya ini perlu diperhitungkan karena dapat memengaruhi keuntungan bersih dari transaksi saham.
3. Perhatikan Fitur dan Kemudahan Aplikasi
Aplikasi yang mudah digunakan dapat membantu investor memantau portofolio dan melakukan transaksi.
Perhatikan ketersediaan informasi harga saham, grafik, laporan keuangan, fitur analisis, dan kemudahan memasukkan instruksi transaksi.
Pastikan juga aplikasi memiliki sistem keamanan yang memadai untuk melindungi akun dan data pribadi.
4. Cek Layanan Pelanggan dan Riset Investasi
Layanan pelanggan yang responsif akan membantu ketika kamu mengalami kendala saat membuka rekening atau melakukan transaksi.
Kesimpulan
Sekuritas adalah instrumen keuangan atau surat berharga yang dapat diperdagangkan dan memiliki nilai ekonomi. Contohnya meliputi saham, obligasi, efek derivatif, serta unit penyertaan reksa dana.
Selain itu, sekuritas juga sering dikaitkan dengan perusahaan sekuritas, yaitu perusahaan yang memiliki izin OJK untuk menjalankan kegiatan usaha seperti perantara perdagangan efek, penjamin emisi efek, dan manajer investasi.
Kenali Pilihan Investasi di Nanovest
Nanovest menyediakan akses ke berbagai pilihan aset investasi, mulai dari saham Amerika, emas digital, hingga aset kripto melalui satu aplikasi yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK.






