Saham termahal di Indonesia menjadi salah satu topik menarik bagi investor yang ingin mengetahui emiten dengan harga per lembar tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Beberapa saham bahkan memiliki harga puluhan hingga ratusan ribu rupiah untuk satu lembar.
Salah satu emiten yang masuk posisi teratas adalah PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), perusahaan yang bergerak di bidang pusat data atau data center.
Simak daftarnya!
Daftar Saham Termahal di Indonesia 2026
Berikut 10 saham dengan harga per lembar tertinggi berdasarkan data perdagangan terakhir yang tersedia menjelang akhir Oktober 2026.
Catatan: Harga tersebut merupakan snapshot data perdagangan terakhir yang tersedia menjelang akhir Oktober 2026, bukan harga real-time. Khusus SUPR, perdagangan sahamnya telah disuspensi sejak 2 April 2026 sehingga harga yang tercantum merupakan harga terakhir yang tercatat, bukan harga yang sedang aktif diperdagangkan. Peringkat dapat berubah mengikuti pergerakan harga dan aksi korporasi emiten.
Profil Singkat Saham Termahal di Indonesia
Berikut gambaran bisnis perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut.
1. DCII – PT DCI Indonesia Tbk.
DCII merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan layanan pusat data atau data center. Bisnisnya mencakup penyediaan fasilitas untuk menyimpan dan mengoperasikan server serta infrastruktur teknologi informasi milik pelanggan.
Kebutuhan terhadap layanan data center meningkat seiring perkembangan komputasi awan, kecerdasan buatan (AI), dan transformasi digital. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat sektor data center mendapat perhatian investor.
DCII berada di posisi pertama dalam daftar ini dengan harga Rp174.975 per lembar berdasarkan data perdagangan terakhir yang tersedia.
2. SUPR – PT Solusi Tunas Pratama Tbk.
SUPR merupakan perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi, terutama penyediaan menara dan sarana pendukung jaringan telekomunikasi.
Bisnis perusahaan berkaitan dengan kebutuhan operator telekomunikasi terhadap infrastruktur untuk mendukung layanan komunikasi dan jaringan data.
Meski harga terakhir yang tercatat mencapai Rp43.850 per lembar, investor perlu memperhatikan status suspensi perdagangan SUPR sejak 2 April 2026.
3. ADES – PT Akasha Wira International Tbk.
ADES merupakan perusahaan yang bergerak di sektor barang konsumsi, terutama produk air minum dalam kemasan dan kosmetik.
Perusahaan memiliki merek produk yang dikenal di pasar Indonesia. Kinerja bisnisnya dapat dipengaruhi oleh daya beli masyarakat, persaingan industri, biaya produksi, dan distribusi.
4. SCPI – PT Organon Pharma Indonesia Tbk.
SCPI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang farmasi. Aktivitas bisnisnya berkaitan dengan produk kesehatan dan obat-obatan.
Kinerja perusahaan farmasi dapat dipengaruhi oleh permintaan produk kesehatan, pengembangan portofolio produk, persaingan, serta regulasi industri.
5. ITMG – PT Indo Tambangraya Megah Tbk.
ITMG merupakan perusahaan pertambangan batu bara yang menjalankan kegiatan usaha mulai dari pertambangan hingga perdagangan batu bara.
Kinerja perusahaan sangat berkaitan dengan kondisi industri batu bara, permintaan global, harga komoditas, serta biaya operasional.
6. UNTR – PT United Tractors Tbk.
UNTR merupakan perusahaan yang bergerak di bidang alat berat, pertambangan, dan kontraktor pertambangan.
Perusahaan juga memiliki kegiatan usaha di sektor energi. Karena itu, kinerja UNTR dapat dipengaruhi oleh aktivitas pertambangan, permintaan alat berat, serta kondisi pasar komoditas.
7. SMMA – PT Sinar Mas Multiartha Tbk.
SMMA merupakan perusahaan yang bergerak di sektor jasa keuangan. Kegiatan usahanya mencakup berbagai bidang jasa keuangan melalui entitas dalam grup perusahaan.
Kinerja bisnisnya dapat dipengaruhi oleh kondisi pasar keuangan, aktivitas investasi, dan perkembangan sektor jasa keuangan.
8. MKPI – PT Metropolitan Kentjana Tbk.
MKPI merupakan perusahaan properti yang dikenal melalui pengembangan kawasan komersial dan properti, termasuk Pondok Indah di Jakarta.
Pendapatan perusahaan berkaitan dengan pengembangan properti, penjualan, dan pengelolaan aset properti.
9. GGRM – PT Gudang Garam Tbk.
GGRM merupakan perusahaan yang bergerak di industri rokok. Perusahaan memproduksi dan memasarkan berbagai produk rokok di Indonesia.
Kinerja bisnisnya dipengaruhi oleh daya beli konsumen, persaingan industri, biaya bahan baku, serta kebijakan cukai hasil tembakau.
10. UNIC – PT Unggul Indah Cahaya Tbk.
UNIC merupakan perusahaan yang bergerak di industri kimia, khususnya produksi alkylbenzene yang menjadi bahan baku dalam pembuatan deterjen.
Permintaan produk perusahaan berkaitan dengan kebutuhan industri barang konsumsi dan bahan kimia, baik di pasar domestik maupun internasional.
Baca juga: 17+ Saham Konglo Indonesia dan Global yang Perlu Dikenal
Mengapa Ada Saham dengan Harga Sangat Mahal?

Harga per lembar saham suatu perusahaan dapat berbeda jauh dengan perusahaan lainnya. Ada beberapa faktor yang memengaruhinya:
- Jumlah saham beredar: jumlah lembar saham yang dimiliki perusahaan dapat memengaruhi harga nominal per lembar.
- Kinerja dan prospek bisnis: pertumbuhan pendapatan, laba, serta prospek industri dapat memengaruhi minat investor terhadap saham.
- Permintaan dan penawaran: ketika permintaan saham lebih tinggi daripada penawaran, harga berpotensi naik.
- Aksi korporasi: stock split dan reverse stock split dapat mengubah jumlah lembar saham serta harga nominal per lembar tanpa otomatis mengubah nilai investasi pemegang saham.
Baca juga: 6 Cara Beli Saham IHSG untuk Pemula, Ini Langkah-Langkahnya
Apa Perbedaan Saham Termahal dan Kapitalisasi Pasar Terbesar?
Saham termahal dan perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar merupakan dua hal yang berbeda.
Harga saham menunjukkan nilai satu lembar saham di pasar. Sementara itu, kapitalisasi pasar (market cap) menunjukkan total nilai pasar perusahaan berdasarkan harga saham dan jumlah saham beredar.
Rumus sederhananya:
Kapitalisasi pasar = Harga saham × Jumlah saham beredar.
Sebagai contoh, saham dengan harga Rp100.000 per lembar belum tentu memiliki kapitalisasi pasar lebih besar daripada saham dengan harga Rp5.000 per lembar. Hal ini bergantung pada jumlah saham yang beredar.
Ingin memperluas pilihan investasi ke pasar global? Kamu juga bisa mulai menjelajahi saham perusahaan Amerika Serikat seperti Apple, Tesla, dan Microsoft melalui Nanovest. Dengan fitur fractional shares, investasi saham Amerika bisa dimulai dari Rp5.000 saja.
Yuk, eksplorasi berbagai pilihan saham global dan mulai bangun portofolio investasimu melalui Nanovest, aplikasi investasi multi-aset yang terdaftar dan diawasi OJK.
Kesimpulan
Saham termahal di Indonesia berdasarkan harga per lembar dalam daftar ini ditempati oleh DCII dengan harga Rp174.975. Posisi berikutnya adalah SUPR, ADES, SCPI, dan ITMG.
Namun, harga per lembar tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran untuk menilai kualitas perusahaan. Investor juga perlu memperhatikan kapitalisasi pasar, fundamental, valuasi, likuiditas, dan prospek bisnis sebelum membeli saham.






