Sebenarnya, kamu tidak bisa membeli IHSG secara langsung karena IHSG merupakan indeks yang mengukur pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), bukan saham perusahaan.
Lalu, bagaimana cara beli saham IHSG untuk pemula? Simak penjelasan dan langkah-langkahnya.
Apa Itu IHSG?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham perusahaan tercatat di Papan Utama dan Papan Pengembangan BEI.
IHSG sering digunakan sebagai indikator untuk melihat kondisi pasar saham Indonesia secara keseluruhan. Ketika IHSG naik, secara umum harga saham di pasar sedang menguat. Sebaliknya, penurunan IHSG menunjukkan bahwa pasar saham sedang mengalami tekanan.
Namun, pergerakan IHSG tidak selalu mencerminkan kinerja setiap saham. Ada saham yang harganya naik ketika IHSG turun, begitu juga sebaliknya.
Karena itu, penting untuk membedakan IHSG sebagai indeks dan saham sebagai instrumen investasi.
Apakah IHSG Bisa Dibeli Secara Langsung?
Tidak. IHSG bukan produk investasi yang bisa dibeli atau dijual seperti saham individual. Indeks ini hanya menjadi tolok ukur untuk mengukur pergerakan pasar saham Indonesia.
Jika ingin berinvestasi mengikuti pasar saham Indonesia, ada beberapa instrumen yang bisa dipertimbangkan:
| Instrumen | Penjelasan |
| Saham individual | Membeli saham perusahaan yang tercatat di BEI, seperti BBCA, BBRI, atau TLKM. |
| ETF indeks | Reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa dan portofolionya mengacu pada indeks tertentu. |
| Reksa dana indeks | Reksa dana yang mengelola portofolio dengan tujuan mengikuti kinerja indeks acuan. |
Perlu diperhatikan, ETF dan reksa dana indeks tidak selalu mengikuti IHSG secara langsung. Beberapa produk menggunakan indeks lain, seperti IDX30 atau LQ45. Jadi, periksa indeks acuan sebelum membeli.
Bagaimana Cara Investasi Mengikuti IHSG?
Ada tiga cara yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan kemampuan analisis.
1. Membeli Saham yang Terdaftar di BEI
Kamu bisa membeli saham perusahaan yang menjadi bagian dari IHSG melalui perusahaan sekuritas. Dengan cara ini, kamu memiliki saham secara langsung dan berpotensi memperoleh keuntungan dari kenaikan harga maupun pembagian dividen.
Namun, keuntungan dan risiko bergantung pada kinerja masing-masing perusahaan. Tidak semua saham bergerak searah dengan IHSG.
2. Membeli ETF Indeks
Exchange Traded Fund (ETF) merupakan reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa seperti saham.
ETF indeks memiliki portofolio yang mengacu pada indeks tertentu. Dengan membeli satu produk ETF, investor bisa mendapatkan eksposur ke sejumlah saham sekaligus tanpa harus membeli setiap saham secara terpisah.
Sebelum membeli, periksa indeks acuan, komposisi portofolio, biaya, dan likuiditas ETF tersebut.
3. Membeli Reksa Dana Indeks
Reksa dana indeks adalah produk investasi yang portofolionya dirancang untuk mengikuti kinerja indeks tertentu.
Berbeda dari ETF yang diperdagangkan di bursa, pembelian dan penjualan reksa dana indeks dilakukan melalui manajer investasi atau platform penjualan reksa dana.
Instrumen ini bisa menjadi alternatif bagi investor pemula yang ingin mendapatkan eksposur ke pasar saham tanpa memilih saham satu per satu.
Baca juga: 15+ Saham Sawit di Indonesia dan Dunia yang Menarik
Cara Beli Saham IHSG untuk Pemula

Jika ingin membeli saham perusahaan yang terdaftar di IHSG, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Pilih Perusahaan Sekuritas
Pertama, pilih perusahaan sekuritas yang memiliki izin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan sekuritas menjadi perantara untuk melakukan transaksi saham di BEI.
Bandingkan biaya transaksi, fitur aplikasi, layanan, dan kemudahan penggunaannya sebelum menentukan pilihan.
2. Buka Rekening Saham dan RDN
Setelah memilih sekuritas, lakukan pendaftaran akun dan pembukaan rekening saham. Kamu juga perlu memiliki Rekening Dana Nasabah (RDN), yaitu rekening khusus untuk menyimpan dana transaksi saham.
Biasanya, proses pendaftaran dapat dilakukan secara online dengan menyiapkan KTP dan dokumen pendukung sesuai ketentuan sekuritas.
3. Isi Saldo RDN
Setelah rekening aktif, transfer dana dari rekening bank pribadi ke RDN. Dana inilah yang akan digunakan untuk membeli saham.
Sesuaikan modal dengan kemampuan finansial dan hindari menggunakan uang untuk kebutuhan sehari-hari.
4. Pilih Saham yang Ingin Dibeli
Buka aplikasi sekuritas, kemudian cari saham berdasarkan nama perusahaan atau kode emitennya.
Sebelum membeli, periksa laporan keuangan, kondisi bisnis, valuasi, dan likuiditas saham. Jangan hanya memilih saham karena sedang ramai dibicarakan atau harganya sedang naik.
5. Tentukan Harga dan Jumlah Lot
Setelah memilih saham, tentukan harga beli dan jumlah lot yang ingin dibeli.
Di pasar reguler BEI, 1 lot setara dengan 100 lembar saham. Jadi, jika harga saham Rp2.000 per lembar, pembelian 1 lot membutuhkan dana Rp200.000, belum termasuk biaya transaksi.
6. Konfirmasi Pembelian Saham
Periksa kembali kode saham, harga, dan jumlah lot. Jika sudah sesuai, konfirmasikan pesanan pembelian.
Pesanan akan masuk ke sistem perdagangan bursa. Transaksi baru berhasil jika pesanan beli bertemu dengan pesanan jual yang sesuai atau berstatus matched.
Setelah transaksi berhasil, saham akan tercatat dalam portofolio investasimu.
Baca juga: 13+ Daftar Saham Bank di Indonesia dan Amerika, Apa Saja?
Berapa Modal Awal untuk Membeli Saham IHSG?

Modal awal membeli saham bergantung pada harga saham yang dipilih dan jumlah lot pembelian.
Di pasar reguler BEI, minimal pembelian adalah 1 lot atau 100 lembar saham.
Sebagai contoh, jika kamu membeli 1 lot saham dengan harga Rp2.000 per lembar, modal yang dibutuhkan adalah:
100 lembar × Rp2.000 = Rp200.000.
Perhitungan tersebut belum termasuk biaya broker dan biaya transaksi lainnya. Jadi, siapkan dana sedikit lebih besar dari nilai pembelian saham.
Tips Memilih Saham untuk Pemula
Membeli saham tidak cukup hanya dengan melihat harga atau popularitas emitennya. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pahami bisnis perusahaan. Pilih perusahaan dengan model bisnis yang bisa kamu pahami dan memiliki prospek yang jelas.
- Periksa laporan keuangan. Perhatikan pendapatan, laba bersih, arus kas, dan tingkat utang perusahaan.
- Perhatikan likuiditas saham. Saham dengan aktivitas perdagangan yang memadai umumnya lebih mudah diperjualbelikan.
- Bandingkan valuasi. Gunakan indikator seperti Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) untuk menilai harga saham.
- Sesuaikan dengan profil risiko. Jangan menggunakan seluruh modal pada satu saham dan hindari keputusan investasi karena FOMO.
Kesimpulan
Cara beli saham IHSG sebenarnya adalah membeli saham perusahaan yang terdaftar di BEI, bukan membeli indeks IHSG secara langsung. Investor juga bisa menggunakan ETF indeks atau reksa dana indeks untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan pasar saham Indonesia.
Bagi pemula, proses pembelian saham dimulai dari memilih perusahaan sekuritas, membuka rekening saham dan RDN, mengisi saldo, memilih emiten, hingga mengonfirmasi transaksi.
Sebelum membeli, pastikan kamu memahami bisnis perusahaan, kondisi keuangan, valuasi, dan risiko saham tersebut. Dengan begitu, keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada pergerakan IHSG, tetapi juga pertimbangan yang lebih matang.






