Binance SAFU menjadi bagian penting dari respons Binance setelah insiden keamanan yang menimbulkan estimasi dampak hingga US$6,3 miliar. Binance menyatakan akan menanggung seluruh kerugian terkait insiden tersebut menggunakan dana SAFU bersama dana perusahaan, sementara investigasi untuk mengungkap penyebab dan mengamankan aset terdampak masih berlangsung.
Binance menyatakan akan menanggung seluruh kerugian dengan menggunakan dana Secure Asset Fund for Users (SAFU) bersama dana perusahaan. Komitmen ini menjadi bagian penting dari respons Binance, tetapi penyelesaian insiden tidak berhenti pada persoalan kompensasi.
Binance Siapkan SAFU dan Dana Perusahaan
Dalam pengumuman resminya pada 30 Oktober 2026, Binance menyatakan akan menanggung seluruh kerugian yang berkaitan dengan insiden tersebut. Perusahaan secara khusus menyebut SAFU dan dana internal sebagai sumber untuk memenuhi komitmen itu.
SAFU merupakan dana perlindungan pengguna yang dibentuk Binance. Berdasarkan FAQ resmi yang diperbarui pada 9 Februari 2026, nilai aset dalam dana tersebut tercatat sekitar US$1 miliar pada periode itu. Angka tersebut bukan konfirmasi nilai SAFU saat insiden terjadi karena nilai dan komposisi asetnya dapat berubah.
Besarnya estimasi dampak insiden, sekitar US$6,3 miliar, membuat peran dana perusahaan juga penting. Binance tidak menyatakan bahwa SAFU akan menanggung seluruh kebutuhan kompensasi sendirian.
Pengguna juga perlu membedakan komitmen khusus Binance dalam insiden ini dari ketentuan umum SAFU. FAQ dana perlindungan tersebut menjelaskan adanya kriteria dan mekanisme penilaian klaim. Sementara itu, pengumuman terbaru Binance secara khusus menyatakan perusahaan akan menanggung seluruh kerugian akibat insiden.
Hingga pengumuman tersebut, Binance belum merinci pembagian penggunaan SAFU dan dana perusahaan maupun mekanisme pembayaran kompensasi secara lebih spesifik.
Langkah Binance Selanjutnya Melakukan Investigasi Keamanan
Di luar kompensasi, Binance masih harus memastikan bagaimana serangan bisa terjadi. Temuan awal perusahaan mengarah pada dugaan kompromi laptop milik seorang engineer DevOps. Akses melalui perangkat tersebut diduga memungkinkan penyerang masuk ke kontainer layanan dan mengirim transaksi penarikan tanpa otorisasi.
Binance menyatakan belum menemukan bukti bahwa private key dompet mengalami kebocoran. Namun, temuan ini masih merupakan hasil investigasi awal, bukan kesimpulan akhir mengenai seluruh jalur serangan.
Perusahaan telah mencabut otorisasi alamat yang terdampak dan bekerja sama dengan penegak hukum serta mitra intelijen blockchain untuk melacak aset. Binance juga melaporkan sekitar US$3 miliar aset terkait insiden telah dibekukan secara on-chain.
Pembekuan tersebut merupakan langkah untuk membatasi perpindahan aset, bukan berarti dana sudah seluruhnya berhasil dipulihkan atau dikembalikan kepada pengguna. Perkembangan pelacakan dan penyelesaian aset masih perlu menunggu informasi berikutnya.
Binance menyatakan akan menerbitkan laporan teknis pascainsiden setelah investigasi selesai dan fakta-fakta terkait telah diverifikasi. Laporan tersebut akan menjadi salah satu acuan untuk memahami penyebab insiden dan langkah perbaikan yang dilakukan.
Pemulihan Layanan Penarikan Jadi Perhatian
Insiden keamanan juga berdampak pada aktivitas pengguna di platform. Binance sempat menghentikan sementara layanan setoran dan penarikan sebagai bagian dari langkah pengamanan.
Dalam pembaruan pada 30 Oktober 2026, perusahaan menyampaikan bahwa setoran telah kembali beroperasi normal. Namun, penarikan masih dihentikan sementara karena tim melakukan pembaruan keamanan pada layanan dan alamat terkait.
Binance saat itu memperkirakan layanan penarikan dapat kembali beroperasi dalam waktu 48 jam. Perkiraan tersebut merupakan target pemulihan, bukan kepastian bahwa layanan telah dibuka kembali.
Pemulihan penarikan menjadi hal penting karena pengguna tidak hanya membutuhkan kepastian mengenai keamanan aset, tetapi juga akses untuk memindahkan aset mereka. Binance perlu memastikan sistem yang terdampak telah diperiksa sebelum aktivitas penarikan berjalan normal.
Proof of Reserves Bukan Audit Keamanan
Binance juga menyatakan akan memperbarui Proof of Reserves setelah proses remediasi selesai. Pembaruan ini dapat membantu pengguna memeriksa cadangan aset yang tercakup dalam metodologi pembuktian perusahaan.
Namun, Proof of Reserves tidak sama dengan audit keamanan sistem. Mekanisme tersebut berfokus pada pembuktian cadangan aset dan kewajiban pengguna yang tercakup dalam metodologinya. Pemeriksaan itu tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa infrastruktur operasional, perangkat engineer, pengendalian akses, dan proses persetujuan transaksi bebas dari kerentanan.
Karena itu, pembaruan Proof of Reserves perlu berjalan beriringan dengan laporan teknis pascainsiden. Keduanya menjawab persoalan yang berbeda: transparansi cadangan aset dan penjelasan mengenai keamanan sistem.
Kepercayaan Pengguna Menjadi Ujian Berikutnya
Komitmen Binance untuk menanggung kerugian merupakan langkah penting dalam menangani dampak insiden. Namun, besarnya tanggung jawab yang diumumkan membuat proses pemulihan perlu dibuktikan melalui tindakan dan keterbukaan informasi.
Perhatian berikutnya tertuju pada hasil investigasi, perkembangan aset yang dibekukan, mekanisme kompensasi, dan pemulihan layanan penarikan. Penjelasan mengenai celah keamanan serta perbaikan yang diterapkan juga akan memengaruhi penilaian pengguna terhadap respons perusahaan.
SAFU menjadi salah satu instrumen yang diandalkan Binance untuk menghadapi dampak insiden. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan seluruh proses penanganan berjalan transparan dan memberikan kepastian bagi pengguna. Pada akhirnya, kepercayaan terhadap Binance akan ditentukan oleh hasil pemulihan, bukan






