Info terbaru Solana datang dari Polygon Labs yang memperluas dukungan Open Money Stack (OMS) ke jaringan Solana pada 29 Oktober 2026. Integrasi ini dirancang untuk membantu bisnis menghubungkan pembayaran stablecoin dengan rekening bank, dompet digital, transfer lintas blockchain, dan layanan pencairan dana melalui satu integrasi.
Langkah ini menyasar perusahaan yang ingin memanfaatkan aset digital untuk pembayaran tanpa harus membangun sendiri seluruh infrastruktur keuangannya. Dengan dukungan tersebut, bisnis yang mengembangkan produk di Solana dapat memanfaatkan layanan pembayaran Polygon untuk menghubungkan transaksi blockchain dengan sistem keuangan konvensional.
Integrasi ini bukan berarti Solana dan Polygon bergabung menjadi satu blockchain. Solana tetap menjadi jaringan untuk menjalankan aplikasi dan transaksi, sedangkan Open Money Stack menyediakan infrastruktur yang membantu menghubungkan aktivitas tersebut dengan layanan pembayaran.
Mekanisme Integrasi Polygon Open Money Stack dengan Solana
Polygon Open Money Stack dirancang untuk menghubungkan berbagai kebutuhan pembayaran bisnis dalam satu sistem. Fitur yang didukung mencakup penerimaan dana, layanan akun dan dompet, konversi antara mata uang fiat dan aset kripto, transfer lintas jaringan, serta pencairan dana ke rekening bank atau tujuan pembayaran lainnya.
Dengan dukungan Solana, bisnis dapat membangun alur pembayaran berbasis stablecoin tanpa harus mengembangkan setiap koneksi secara terpisah. Bergantung pada layanan yang tersedia, alur tersebut dapat mencakup penerimaan dana, konversi ke stablecoin, pengiriman melalui jaringan blockchain, hingga penyaluran dana kepada penerima.
Stablecoin merupakan aset kripto yang dirancang untuk menjaga nilai relatif stabil terhadap aset acuan, seperti dolar AS. USDC dan USDT adalah dua contoh stablecoin yang banyak digunakan dalam ekosistem kripto.
Bagi perusahaan yang menangani pembayaran internasional, integrasi seperti ini berpotensi menyederhanakan pengelolaan dana digital. Meski demikian, manfaatnya tetap bergantung pada biaya layanan, likuiditas, dukungan jaringan, dan ketersediaan jalur pembayaran di negara tujuan.
Info Terbaru Solana: Aktivitas Transfer Stablecoin Tembus US$5,76 Triliun
Perluasan layanan Polygon berlangsung ketika aktivitas transfer stablecoin di Solana menunjukkan skala yang besar. Cointelegraph, dengan mengutip data Token Terminal, melaporkan volume transfer stablecoin Solana sekitar US$5,76 triliun selama periode 1 Januari hingga 27 Oktober 2026.
Pada periode yang sama, jaringan TRON mencatat volume transfer sekitar US$6,94 triliun. Angka ini menggambarkan nilai transfer yang tercatat selama periode pengukuran, bukan jumlah dana unik yang masuk ke jaringan.
Volume transfer juga tidak sama dengan pendapatan jaringan, total aset yang terkunci (TVL), ataupun nilai pembayaran untuk pembelian barang dan jasa. Satu aset dapat berpindah berkali-kali, sehingga angka tersebut perlu dilihat bersama metrik lain untuk memahami aktivitas ekonomi yang sebenarnya.
Meski tidak secara langsung menunjukkan besarnya penggunaan stablecoin untuk pembayaran komersial, data tersebut memberikan gambaran mengenai skala aktivitas transfer di Solana. Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa infrastruktur yang menghubungkan aset digital dengan layanan keuangan konvensional semakin relevan untuk diperhatikan.
Kira Manfaatkan Integrasi untuk Pembayaran Lintas Negara
Salah satu pengguna awal integrasi ini adalah Kira, perusahaan fintech yang menyediakan layanan rekening dolar AS dan pembayaran lintas negara berbasis stablecoin untuk bisnis. Kira menggunakan Solana untuk mengirim stablecoin, sementara Polygon Open Money Stack membantu menghubungkan transfer tersebut dengan rekening bank dolar AS dan pembayaran kepada pemasok di luar negeri.
Bagi bisnis yang melakukan transaksi internasional, pengiriman aset digital hanyalah salah satu bagian dari proses pembayaran. Dana yang dikirim tetap perlu terhubung dengan sistem perbankan agar dapat digunakan untuk membayar pemasok dan memenuhi kebutuhan operasional lainnya.
Melalui Open Money Stack, Polygon berupaya menggabungkan sejumlah komponen pembayaran dalam satu integrasi. Pendekatan ini dapat mengurangi kebutuhan perusahaan untuk membangun koneksi ke berbagai penyedia layanan secara terpisah.
Namun, penggunaan layanan oleh Kira tidak berarti fitur serupa otomatis tersedia bagi semua perusahaan atau di setiap negara. Ketersediaan layanan, biaya transaksi, persyaratan verifikasi, dan dukungan wilayah tetap perlu diperiksa sebelum bisnis memutuskan untuk menggunakannya.
Peluang dan Tantangan Implementasi di Indonesia
Perkembangan dalam info terbaru Solana ini memberikan gambaran mengenai upaya menghubungkan teknologi blockchain dengan kebutuhan pembayaran lintas negara. Bagi pelaku usaha di Indonesia, infrastruktur semacam ini berpotensi menambah pilihan untuk mengelola transfer dana digital secara lebih terintegrasi.
Meski demikian, dukungan Polygon Open Money Stack terhadap Solana belum memastikan bahwa seluruh fiturnya sudah tersedia bagi bisnis di Indonesia. Akses layanan bergantung pada cakupan wilayah, mitra pembayaran, persyaratan pelanggan, dan dukungan terhadap rekening bank yang digunakan.
Perusahaan juga perlu memperhitungkan biaya secara menyeluruh. Biaya jaringan blockchain hanyalah salah satu komponen; biaya konversi, layanan penyedia, likuiditas, dan pencairan dana dapat memengaruhi total biaya transaksi.
Aspek kepatuhan tidak kalah penting. Bisnis perlu memastikan bahwa penggunaan aset digital dan layanan pembayaran yang dipilih sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, pelaku usaha sebaiknya memeriksa ketersediaan layanan dan persyaratannya secara langsung sebelum menerapkan solusi tersebut.
Prospek Infrastruktur Pembayaran Stablecoin di Solana
Perluasan Open Money Stack ke Solana menunjukkan upaya Polygon untuk memperluas akses bisnis terhadap infrastruktur pembayaran berbasis stablecoin. Integrasi ini dirancang untuk menghubungkan berbagai proses, mulai dari penerimaan dana hingga transfer dan pencairan pembayaran.
Dalam perkembangan info terbaru Solana, langkah ini menarik untuk dicermati karena menghubungkan aktivitas blockchain dengan kebutuhan bisnis sehari-hari. Namun, keberhasilan penerapannya tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh biaya, kemudahan penggunaan, dukungan mitra pembayaran, dan cakupan wilayah.
Ke depan, hal yang perlu diperhatikan adalah sejauh mana bisnis benar-benar menggunakan layanan tersebut dan bagaimana integrasi ini diterapkan dalam transaksi nyata. Informasi mengenai ketersediaan layanan dan dukungan pembayaran di setiap negara juga akan menjadi faktor penting dalam menilai manfaatnya.
Implikasi Integrasi Polygon bagi Ekosistem Solana
Integrasi Polygon Open Money Stack dengan Solana memperluas pilihan infrastruktur pembayaran stablecoin bagi bisnis yang ingin menghubungkan aset digital dengan sistem keuangan konvensional. Kehadiran Kira sebagai salah satu pengguna awal memberikan contoh bagaimana integrasi ini dapat mendukung transfer stablecoin yang terhubung dengan rekening bank dolar AS dan pembayaran kepada pemasok di luar negeri.
Bagi pembaca yang mengikuti info terbaru Solana, perkembangan ini layak diperhatikan sebagai bagian dari upaya memperluas penggunaan stablecoin dalam pembayaran bisnis. Meski begitu, manfaat nyata bagi setiap perusahaan tetap bergantung pada biaya, ketersediaan layanan, dukungan wilayah, dan persyaratan yang berlaku.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan sebagai rekomendasi investasi. Aset kripto dan stablecoin memiliki risiko pasar, likuiditas, penerbit, serta operasional.
Referensi +
- From Rivals to Partners: Polygon and Solana Team to Bring Stablecoin Payments to Banks






