Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic dikabarkan bersiap mempublikasikan dokumen pendaftaran penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) paling cepat Jumat, 23 Oktober 2026. Langkah tersebut dapat menjadi tahapan penting menuju potensi pencatatan saham perusahaan pengembang Claude pada November mendatang.
Menurut laporan Yahoo Finance pada Rabu, 21 Oktober 2026, Anthropic telah menyerahkan draf pendaftaran IPO secara rahasia kepada Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat sejak Juni. Publikasi dokumen S-1 akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kondisi keuangan, model bisnis, dan risiko perusahaan sebelum sahamnya ditawarkan kepada investor publik.
IPO Anthropic diperkirakan berpotensi menghimpun dana hingga US$100 miliar dengan valuasi mencapai US$2 triliun. Namun, besaran penawaran dan waktu pelaksanaannya masih bergantung pada kondisi pasar serta proses pendaftaran yang berlangsung.
Rencana tersebut muncul ketika investor semakin memperhatikan hubungan antara pertumbuhan pendapatan perusahaan AI dan kebutuhan investasi infrastruktur yang mencapai miliaran dolar.
Anthropic Bersiap Publikasikan Dokumen IPO S-1
Berdasarkan informasi dari tiga sumber yang mengetahui rencana perusahaan, Anthropic berpotensi mengajukan dokumen S-1 secara publik paling cepat Jumat, 23 Oktober 2026.
Dokumen S-1 merupakan pernyataan pendaftaran yang memuat informasi penting mengenai perusahaan yang akan melakukan IPO, termasuk kinerja keuangan, struktur bisnis, penggunaan dana hasil penawaran, serta faktor risiko yang dihadapi.
Anthropic sebelumnya telah mengajukan draf dokumen tersebut secara rahasia kepada SEC pada Juni 2026. Berdasarkan aturan SEC yang dijelaskan Yahoo Finance, perusahaan yang menggunakan mekanisme pendaftaran rahasia harus mempublikasikan dokumen pendaftarannya setidaknya 15 hari kalender sebelum memulai roadshow formal kepada investor.
Dengan demikian, publikasi S-1 akan menjadi salah satu tahapan penting menuju IPO, tetapi tidak secara otomatis berarti saham Anthropic langsung tersedia untuk diperdagangkan.
New York Post melaporkan bahwa pengajuan dokumen dapat dilakukan pada Jumat atau bergeser ke awal pekan berikutnya. Sumber yang dikutip media tersebut juga menyebutkan bahwa penawaran saham berpotensi berlangsung sekitar pertengahan November.
Namun, jadwal tersebut masih dapat berubah, terutama mengingat volatilitas saham terkait AI dan meningkatnya perhatian investor terhadap valuasi perusahaan teknologi.
Anthropic belum memberikan konfirmasi resmi mengenai tanggal publikasi dokumen S-1.
Perusahaan yang didirikan oleh Dario Amodei dan Daniela Amodei tersebut dikenal melalui keluarga model AI Claude, perangkat pengembangan perangkat lunak Claude Code, serta Claude Cowork yang ditujukan untuk membantu aktivitas kerja.
Publikasi dokumen IPO akan menjadi kesempatan bagi investor untuk menilai bisnis Anthropic berdasarkan informasi keuangan yang lebih lengkap, bukan hanya laporan pertumbuhan dan estimasi valuasi yang beredar sebelumnya.
IPO Anthropic Berpotensi Raup US$100 Miliar
Rencana IPO Anthropic menarik perhatian Wall Street karena besarnya dana yang diperkirakan dapat dihimpun perusahaan. Menurut laporan Reuters yang dikutip Yahoo Finance, Anthropic berpotensi menggalang dana hingga US$100 miliar dengan valuasi sekitar US$2 triliun.
Apabila angka tersebut terealisasi, IPO Anthropic berpeluang menjadi salah satu penawaran saham terbesar dalam sejarah. Yahoo Finance bahkan melaporkan bahwa penawaran tersebut diperkirakan dapat melampaui IPO SpaceX yang berlangsung pada Juni 2026.
Morgan Stanley dan Goldman Sachs dilaporkan menjadi penjamin emisi utama dalam rencana penawaran saham Anthropic.
Meski demikian, angka US$100 miliar dan US$2 triliun masih merupakan perkiraan yang beredar di pasar. Nilai penawaran, jumlah saham, harga IPO, serta valuasi akhir belum dapat dipastikan sebelum perusahaan mempublikasikan ketentuan resminya.
Besarnya rencana IPO juga muncul di tengah perubahan sentimen pasar terhadap perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan. Pada awal Oktober, Firmus Grid, perusahaan infrastruktur yang didukung Nvidia, menunda rencana IPO setelah investor mempertanyakan valuasi yang diajukan.
Sementara itu, penyedia pusat data asal Korea Selatan, Elice, dilaporkan mengalami penurunan harga saham hingga 32% pada hari pertama perdagangannya setelah menghimpun dana sekitar US$151 juta.
Perusahaan infrastruktur AI yang telah melantai di bursa juga menghadapi pengawasan lebih ketat. CoreWeave, misalnya, menjadi perhatian investor terkait prospek pendapatan dan besarnya beban utang perusahaan.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa besarnya kebutuhan infrastruktur AI mulai menjadi pertimbangan penting dalam penilaian saham sektor teknologi.
Karena skala IPO Anthropic sangat besar, waktu pelaksanaannya juga berpotensi memengaruhi perusahaan lain yang sedang mempersiapkan penawaran saham dalam beberapa minggu mendatang.
Pendapatan Anthropic Tumbuh, Kerugian Jadi Sorotan
Selain valuasi, perhatian investor tertuju pada kondisi keuangan Anthropic, terutama kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan pendapatan di tengah kebutuhan investasi AI yang tinggi.
Menurut laporan Wall Street Journal yang dikutip Yahoo Finance, Anthropic membukukan pendapatan sekitar US$16,3 miliar selama enam bulan pertama 2026. Laporan yang sama menyebutkan bahwa perusahaan mencatat kerugian bersih lebih dari US$80 miliar dalam periode tersebut.
Angka kerugian tersebut belum dapat diperiksa melalui dokumen IPO publik. Karena itu, rincian mengenai komponen biaya, perlakuan akuntansi, dan besaran kerugian yang sebenarnya akan menjadi salah satu hal penting untuk diperhatikan setelah S-1 tersedia.
Financial Times juga melaporkan bahwa Anthropic menyampaikan kepada investor mengenai peningkatan pendapatan menjadi sekitar US$16,8 miliar pada kuartal III, dibandingkan US$11,5 miliar pada kuartal II.
Perusahaan disebut telah mencatat keuntungan berdasarkan ukuran yang telah disesuaikan atau adjusted profitability. Namun, ukuran tersebut perlu dibedakan dari laba bersih berdasarkan standar akuntansi yang berlaku.
Perbedaan metode pelaporan ini menjadi relevan karena pertumbuhan pendapatan yang tinggi belum tentu menghasilkan laba bersih positif apabila biaya pengembangan model dan infrastruktur masih sangat besar.
Anthropic membutuhkan kapasitas komputasi dalam jumlah besar untuk melatih dan mengoperasikan keluarga model Claude. Perusahaan bekerja sama dengan Google (GOOGL) dan Amazon (AMZN) untuk mendukung kebutuhan infrastruktur AI, serta menyewa kapasitas GPU dari pusat data Colossus 1 milik SpaceX (SPCX).
Di luar biaya pengembangan model, investor juga akan memperhatikan kewajiban pendanaan yang berkaitan dengan pembangunan dan penyewaan infrastruktur.
New York Post melaporkan adanya perkiraan kewajiban pembiayaan di luar neraca yang berpotensi mencapai US$130 miliar atau lebih. Namun, besaran, bentuk kewajiban, dan keterkaitannya dengan Anthropic masih memerlukan penjelasan lebih lanjut melalui dokumen resmi perusahaan.
Dengan demikian, publikasi S-1 diharapkan memberikan informasi yang lebih jelas mengenai arus kas, profitabilitas, komitmen infrastruktur, serta kemampuan Anthropic membiayai pertumbuhan bisnisnya.
Investor Pantau Biaya AI dan Persaingan Model Open-Weight
Selain kondisi keuangan, persaingan industri AI menjadi faktor penting dalam penilaian prospek Anthropic menjelang IPO. Anthropic mengembangkan model AI berkemampuan tinggi yang ditawarkan kepada konsumen dan pelanggan perusahaan melalui langganan maupun penggunaan berbasis token.
Model bisnis tersebut menghadapi persaingan dari penyedia AI lain, termasuk OpenAI, serta pengembang model open-weight yang dapat diunduh dan dimodifikasi oleh pengguna. Model open-weight semakin menarik bagi sejumlah perusahaan karena memberikan fleksibilitas pengembangan dan berpotensi menawarkan biaya penggunaan lebih rendah.
Perkembangan tersebut dapat memengaruhi keputusan pelanggan dalam memilih model AI, terutama ketika perusahaan berupaya menyeimbangkan kemampuan teknologi dengan biaya operasional.
Bagi Anthropic, tantangannya adalah mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan daya tarik produk Claude di tengah meningkatnya pilihan model AI yang tersedia.
Selain persaingan teknologi, kebutuhan energi juga menjadi perhatian. Pelatihan dan pengoperasian model AI membutuhkan pusat data dengan konsumsi listrik besar, sehingga biaya energi dan ketersediaan pasokan listrik dapat memengaruhi ekspansi perusahaan.
Investor diperkirakan akan mencermati bagaimana Anthropic menjelaskan kebutuhan energi, biaya komputasi, serta risiko ketergantungan pada mitra penyedia infrastruktur dalam dokumen IPO.
Persaingan menuju pasar saham juga berlangsung di antara perusahaan pengembang AI terkemuka. OpenAI, yang sebelumnya diperkirakan dapat melaksanakan IPO pada 2026, kini dilaporkan berpotensi memasuki pasar publik pada awal 2027.
Dalam waktu dekat, perhatian Wall Street akan tertuju pada publikasi S-1 Anthropic dan informasi yang diungkapkan di dalamnya, termasuk pertumbuhan pendapatan, tingkat kerugian, kewajiban pembiayaan, serta risiko operasional.
IPO Anthropic berpotensi menjadi salah satu peristiwa pasar modal terbesar pada 2026. Namun, sebelum jadwal dan valuasi resminya diumumkan, investor masih perlu menunggu keterbukaan informasi untuk menilai prospek bisnis dan risiko perusahaan secara lebih menyeluruh.
IPO Anthropic Makin Dekat. Sudah Pantau Ekosistem AI?
Pantau saham perusahaan teknologi AS yang terlibat dalam ekosistem AI melalui Nanovest. Jangan lewatkan juga update IPO, earnings, dan kabar Wall Street terbaru di News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko, termasuk potensi kehilangan modal. Informasi ini bukan rekomendasi membeli atau menjual aset tertentu. Lakukan riset dan pertimbangkan profil risiko sebelum berinvestasi.
Referensi +
- Yahoo Finance: Anthropic to publicly file for IPO as early as Friday, sources say
- New York Post: Anthropic’s blockbuster IPO filing could come as soon as this week — here are the big questions Wall Street is asking






